31 C
Jakarta
Monday, October 12, 2026
spot_img

Malaysia Tutup Sekolah di Sejumlah Wilayah akibat Kabut Asap Karhutla dari Indonesia

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Malaysia menutup sekolah di sejumlah wilayah pada Jumat, 9 Oktober 2026, menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan siswa di tengah meningkatnya pencemaran udara.

Menteri Pendidikan Malaysia, Fadhlina Sidek, menyampaikan bahwa penutupan sekolah mencakup sejumlah negara bagian di Semenanjung Malaysia, yakni Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, serta wilayah ibu kota Kuala Lumpur dan pusat administrasi pemerintahan Putrajaya, demikian disampaikan Menteri Pendidikan Fadhlina Sidek melalui unggahan Facebook pada Kamis (8/10/2026) malam. Sekolah-sekolah di distrik Rompin, negara bagian Pahang, juga turut diliburkan.

“Saya telah meminta seluruh dinas pendidikan negara bagian dan kantor pendidikan distrik untuk terus memantau situasi kabut asap dan mengambil tindakan segera jika situasi mengharuskannya,” katanya sebagaimana dilansir TRT.

Berdasarkan data pemerintah Malaysia pada Jumat pagi, sebanyak 37 wilayah mencatat Indeks Pencemaran Udara atau Air Pollutant Index (API) pada kategori tidak sehat. Dalam sistem pengukuran Malaysia, nilai API antara 101 hingga 200 dikategorikan tidak sehat.

Sementara itu, angka 201 hingga 300 termasuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan nilai di atas 300 dinyatakan berbahaya.

Keputusan itu diambil setelah kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan dan mendorong indeks pencemaran udara ke tingkat yang tidak sehat. Pemerintah menilai kondisi tersebut berisiko bagi masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap dampak polusi udara. Namun, kebijakan penutupan sekolah tidak diberlakukan secara menyeluruh di seluruh Malaysia.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Malaysia telah menetapkan ketentuan penutupan sekolah berdasarkan tingkat pencemaran udara.

Dilansir dari Malay Mail, Kamis (8/10/2026), sekolah dan lembaga pendidikan di bawah kementerian diwajibkan tutup mulai Jumat (9/10/2026) apabila nilai API di wilayahnya melebihi 180.

Sekolah di wilayah dengan angka API di atas 150 selama tiga hari berturut-turut juga wajib tutup mulai Senin (12/10/2026). Direktur Jenderal Pendidikan Malaysia Datuk Mohd Azam Ahmad mengatakan bahwa ketentuan tersebut dibuat untuk mencegah murid dan tenaga pendidikan tidak terpapar polusi udara yang dapat membahayakan kesehatan.

“Semua lembaga pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan yang berada di wilayah dengan nilai API melebihi 180, berdasarkan catatan Departemen Lingkungan Hidup, wajib ditutup mulai Jumat, 9 Oktober 2026,” kata Mohd Azam.

“Wilayah yang mencatat nilai API di atas 150 secara terus-menerus selama tiga hari berturut-turut wajib menutup sekolah mulai Senin, 12 Oktober 2026,” lanjutnya.

Kebijakan itu juga merupakan tindak lanjut atas perhatian Yang di-Pertuan Agong terhadap kesehatan dan keselamatan pelajar di tengah memburuknya kabut asap. Kementerian Pendidikan Malaysia menegaskan bahwa penutupan sekolah bertujuan mengurangi risiko paparan polusi udara terhadap murid dan tenaga pendidik.

Meski sekolah ditutup, pemerintah Malaysia memastikan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung.

Sekolah dan lembaga pendidikan yang terdampak diwajibkan menerapkan pembelajaran dari rumah atau Pengajaran dan Pembelajaran di Rumah (PdPR).

Menurut Mohd Azam, sekolah harus menyesuaikan metode pembelajaran dengan kemampuan, akses, dan kebutuhan murid.

Kesiapan guru juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan belajar selama penutupan sekolah.

Kementerian Pendidikan Malaysia akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait untuk memastikan keselamatan murid dan tenaga pendidikan.

“Kementerian Pendidikan akan terus memantau perkembangan dari waktu ke waktu dan meminta saran dari Kementerian Kesehatan serta lembaga terkait untuk memastikan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan murid serta tenaga pendidikan tetap terlindungi, sesuai titah Yang di-Pertuan Agong,” tegas Mohd Azam.

Disisi lain, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan pada Kamis bahwa Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, telah sepakat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mengatasi kabut asap tersebut, di mana Malaysia menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan.

Anwar menyebutkan bahwa ia telah meminta Menteri Luar Negeri Malaysia untuk mendorong pertemuan para menteri dari blok Asia Tenggara (ASEAN) guna mengoordinasikan respons regional serta mendukung upaya Indonesia.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles