31 C
Jakarta
Monday, October 12, 2026
spot_img

Diprotes Malaysia-Singapura Terkait Kabut Asap, Bakom RI: Kami Juga Kirim Oksigen

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali memicu sorotan dari negara-negara tetangga, terutama Malaysia dan Singapura. Di tengah memburuknya kualitas udara di kawasan Asia Tenggara, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, meminta negara tetangga memahami kondisi yang sedang dihadapi Indonesia.

Syahganda mengatakan pemerintah memahami kekhawatiran negara tetangga yang terdampak kabut asap. Namun, ia berharap persoalan tersebut dapat disikapi dengan pemahaman bersama.

Ia bahkan menyinggung kontribusi hutan Indonesia terhadap pasokan oksigen bagi negara-negara di sekitarnya. Menurut dia, Indonesia tidak hanya dikaitkan dengan asap yang menyebar melintasi perbatasan, tetapi juga memiliki peran ekologis melalui keberadaan hutan tropisnya.

“Hubungan kita dengan Malaysia cukup baik. Indonesia juga berusaha menjelaskan kepada mereka bahwa kita tidak hanya sekedar mengirimkan asap tetapi kalau asap tak ada, Indonesia juga mengirimkan oksigen. Oksigen di Singapura dan Malaysia kan datang dari hutan-hutan di Indonesia,” kata Syahganda di Kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Syahganda mengatakan, Indonesia dan negara-negara tetangga memiliki keterkaitan dalam berbagai aspek lingkungan.

syahganda menekankan pentingnya melihat persoalan lingkungan secara menyeluruh, termasuk kontribusi Indonesia terhadap kawasan dan perlunya kerja sama antarnegara dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Ia menilai kebakaran yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh kesalahan manusia.

“Jadi, kita juga minta kepada semua tetangga kita untuk mengerti ini adalah di luar beyond human error, ini betul-betul alam,” ujarnya.

Syahganda menyebut Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah mengutus Menteri Luar Negeri Malaysia untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas persoalan karhutla dan upaya yang dapat ditempuh melalui koordinasi antarpemerintah.

Terkait tindak lanjut pertemuan tersebut, Syahganda mengatakan pembicaraan masih relatif baru berlangsung, yakni sekitar satu hingga dua hari sebelumnya. Karena itu, diperlukan koordinasi lebih lanjut untuk mengetahui perkembangan pembahasan dan langkah kerja sama yang akan dilakukan.

“Kita mendetailkan pembicaraan agar bisa bersama-sama mengatasi Karhutla tersebut. Ini kan baru kemarin ya, satu hari dua hari lalu, nanti saya lihat ya, saya masih akan cari,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles