30.6 C
Jakarta
Tuesday, October 13, 2026
spot_img

Pemerintah Imbau Pekerja Migran dan Jemaah Umrah Waspada Pascaserangan Houthi di Bandara Riyadh, Minta Pantau Informasi Resmi

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengimbau pekerja migran Indonesia dan jemaah umrah yang berada di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Warga Negara Indonesia (WNI) diminta menghindari kawasan rawan, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta memantau informasi resmi dari otoritas Arab Saudi dan perwakilan Indonesia.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah setelah serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi asal Yaman di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026).

Peristiwa tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa sebanyak 12 orang dan melukai 309 orang lainnya hingga memicu penangguhan pengoperasian bandara, demikian disampaikan Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengimbau Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi tetap tenang dan terus memantau informasi resmi.

“Imbauan untuk para PMI, yang pertama jangan panik. Yang kedua, harus mendapatkan informasi dari kanal yang resmi, yaitu dari KBRI kita. Jangan termakan hoaks atau isu-isu yang memperburuk keadaan,” kata Mukhtarudin di kantornya, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2026).

Mukhtarudin mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terus memantau kondisi geopolitik di Arab Saudi.

Hal senada juga disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha.

Adapun lokasi rawan di Arab Saudi yang harus dihindari adalah wilayah di bagian selatan, seperti Abha, Jazan dan Najran. Selama konflik antara pasukan Houthi dengan Arab Saudi, wilayah wilayah tersebut selalu jadi sasaran rudal jelajah pasukan Houthi. Selain itu bandara Riyadh dan bandara Jedah rawan menjadi lokasi sararan pasukan Houthi yang kerap menyerang fasilitas penerbangan Arab Saudi.

Selain itu, bagi jamaah umrah yang masih berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta agar tetap berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), memantau informasi perjalanan, serta mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat.

Untuk jamaah yang belum berangkat ke Arab Saudi, pemerintah mengimbau agar terus memantau perkembangan situasi dan informasi resmi terkait perjalanan.

Koordinasi dengan PPIU perlu dilakukan untuk memastikan jadwal, status penerbangan, serta kesiapan keberangkatan. Jamaah juga diharapkan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami meminta jamaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” kata Ichsan.

Ichsan juga meminta WNI memantau informasi dan arahan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta Kementerian Luar Negeri.

Apabila para WNI di Arab Saudi menghadapi situasi darurat yang memerlukan bantuan segera, mereka dapat menghubungi nomor darurat 911 apabila berada di Riyadh, Makkah, Madinah, dan Provinsi Timur, atau 998 apabila bermukim di wilayah lainnya di Arab Saudi.

Jika diperlukan, WNI juga bisa menghubungi KBRI Riyadh melalui saluran hotline +966-56-917-3990.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal dunia atas serangan Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026) kemarin.

Kendati demikian, Direktur Pelindungan WNI Kemenlu Heni Hamidah mengatakan, pihaknya masih terus memverifikasi kemungkinan adanya WNI yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles