30.6 C
Jakarta
Tuesday, October 13, 2026
spot_img

Pemprov DKI Buka Peluang MRT Jakarta Timur-Barat Diperpanjang hingga Tangsel, Ini Syaratnya

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang memperpanjang jalur Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta koridor Timur-Barat hingga Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Namun, realisasi rencana tersebut bergantung pada kelancaran pembangunan tahap awal MRT Timur-Barat, termasuk penyelesaian pembangunan depo di Rorotan, Jakarta Utara.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta untuk pembangunan MRT lintas Timur-Barat telah dimulai. Proses pembebasan lahan juga sudah berjalan, sementara tim pelaksana proyek telah dibentuk.

Menurutnya, kelancaran pembangunan fase pertama dan kedua menjadi syarat utama sebelum pengembangan jaringan MRT ke wilayah penyangga dapat direalisasikan.

“Kalau fase pertama kedua ini berjalan lancar termasuk nanti untuk depo yang ada di Rorotan berjalan lancar, maka kemungkinan untuk MRT Timur-Barat sampai dengan Tangerang, bahkan ada keinginan sampai dengan Tangerang Selatan, insyaallah akan bisa diwujudkan,” ujar Pramono, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026).

Selain mengembangkan jaringan MRT, Pemprov DKI Jakarta juga memperluas layanan transportasi umum yang menghubungkan Jakarta dengan daerah sekitarnya.

Pramono menyebutkan, layanan Transjabodetabek menuju Bogor rata-rata melayani sekitar 10.000 penumpang per hari. Sementara itu, layanan menuju bandara melayani sekitar 7.000 penumpang per hari.

“Transjabodetabek juga bisa survive, bahkan sekarang yang ke Bogor setiap hari rata-rata 10 ribu setiap hari. Padahal perencanaannya hanya 2 ribu. Dan saya masih ingat waktu itu apa, flag-off-nya saya kasih ke Bu Rani tuh flag-off-nya. Dan sekarang sudah 10 ribu termasuk yang ke bandara sekarang rata-rata sudah 7 ribuan,” kata Pramono.

Menurut dia, kemudahan akses transportasi umum diharapkan dapat mendukung integrasi mobilitas penduduk Jakarta dan wilayah penyangganya.

“Sehingga dengan demikian, mudah-mudahan dengan pengaturan yang lebih baik ini transportasi di Jakarta menjadi lebih baik,” ujar Pramono.

Sebelumnya, PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan bahwa tengah mengkaji perluasan jangkauan jalur MRT hingga Serpong, Tangerang Selatan, dan Balaraja, Kabupaten Tangerang, bersama pengembang swasta.

Proyek ini dirancang menggunakan skema pembiayaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud, mengatakan pihaknya berupaya memulai studi awal dan penjajakan, sekaligus menyusun strategi pembangunan jalur menuju Tangsel tanpa mengandalkan pendanaan dari APBD.

“Kalau yang ke Tangsel, kita juga terus melakukan upaya untuk memulai. Kami ingin mengembangkan jalur dengan pembiayaan tanpa melibatkan dana pemerintah, atau paling tidak dengan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha),” kata Farchad dalam keterangan tertulis.

Dia mengatakan, pengembangan MRT lintas provinsi seperti menuju Tangsel tidak hanya membutuhkan studi teknis, tetapi juga pendekatan sosial, fiskal, dan regulasi yang berbeda dari pengembangan di wilayah DKI Jakarta.

“Kita masuk ke area provinsi lain. Kapasitas fiskalnya berbeda, karakter sosialnya juga berbeda. Ini yang sedang kita jajaki dalam waktu dekat,” katanya.

Lebih lanjut, terkait kajian kelayakan atau feasibility study untuk rute Lebak Bulus-Serpong, Farchad menyampaikan hal tersebut telah dilakukan bersama Sinarmas Land dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

“Kita akan fokus pada joint study yang kita lakukan dengan mitra, Sinarmas Land, untuk memfinalkan studinya di akhir tahun,” ujarnya.

Farchad menjelaskan, rute Lebak Bulus-Serpong diperkirakan memiliki panjang 22 kilometer, dengan 10 stasiun dan satu depo.

Waktu tempuh dari Jakarta hingga Tangerang Selatan diperkirakan sekitar 36 menit.

Namun, ia mengingatkan bahwa lokasi stasiun dan jalur yang akan dilalui masih dikaji sehingga belum bisa dianggap sebagai rute final.

Sementara itu, untuk perpanjangan jalur MRT lintas timur-barat dari Kembangan hingga Balaraja, MRT Jakarta berencana menjalin kerja sama dengan tujuh pengembang swasta untuk melakukan kajian lebih lanjut.

Sementara saat ini, masih berlangsung pembangunan MRT Jakarta Fase 2A lintas Utara Selatan Bundaran HI—Kota dengan target pembukaan Stasiun Thamrin—Monas pada 2027 dan Kota pada 2029.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles