{"id":1300,"date":"2025-12-16T10:47:31","date_gmt":"2025-12-16T10:47:31","guid":{"rendered":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300"},"modified":"2025-12-26T10:52:03","modified_gmt":"2025-12-26T10:52:03","slug":"menteri-fadli-zon-luncurkan-buku-sejarah-indonesia-terbaru-tegaskan-narasi-baru-soal-penjajahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300","title":{"rendered":"Menteri Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru: Tegaskan Narasi Baru Soal Penjajahan"},"content":{"rendered":"<p><strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA<\/span><\/span><\/strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> &#8211; Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi meluncurkan buku sejarah nasional terbaru berjudul &#8220;Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global&#8221; pada Minggu, 14 Desember 2025, di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta. Buku ini menjadi bagian dari proyek penulisan ulang sejarah Indonesia yang melibatkan 123 sejarah dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Acara ini dihadiri oleh para sejarawan, sejarawan, perwakilan perguruan tinggi, komunitas pemerhati sejarah, serta Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Soft launching buku ini sengaja dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Sejarah yang baru ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 206\/M\/2025. Tanggal 14 Desember dipilih karena Merujuk pada pelaksanaan Seminar Sejarah Indonesia pertama pada 14\u201318 Desember 1957 di Yogyakarta, sebuah tonggak penting dalam historiografi Indonesia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Sorotan Utama: Revisi Narasi Penjajahan 350 Tahun<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Salah satu poin kontroversial dalam buku ini adalah penolakan terhadap narasi bahwa Indonesia berada dijajah selama 350 tahun. Dalam Berbagainya, Fadli Zon menyatakan bahwa narasi tersebut terlalu akrab dan tidak mencerminkan kompleksitas sejarah Indonesia yang beragam secara geografis dan temporal.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">&#8220;Selama ini kita diwarisi oleh suatu pemikiran yang kala itu mungkin konteksnya dapet&#8211;karena untuk memupuk kesadaran nasional kita&#8211; bahwa kita ini dijajah 350 tahun. Saya kira ini perlu direvisi dan saya kira ini juga termasuk yang kita revisi, kalau tidak salah, dari para berkenalan,&#8221; kata Fadli Zon di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, disiarkan di kanal YouTube Kemenbud.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Ia menekankan bahwa tidak seluruh wilayah Indonesia mengalami penjajahan secara serentak dan terus menerus selama tiga setengah abad. Menurut Fadli, narasi 350 tahun penjajahan adalah warisan kolonial yang perlu dikaji secara ulang kritis.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cKita harus membedakan antara pendudukan militer, pengaruh ekonomi, dan dominasi politik. Tidak semua wilayah Nusantara mengalami penjajahan dalam waktu yang sama,\u201d ujarnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Isi dan Struktur Buku<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Buku ini terdiri dari 10 jilid utama dan 1 jilid tambahan berisi fakta aneka dan indeks, dengan total 7.958 halaman. Isinya mencakup periode sejarah dari prasejarah, era kerajaan Nusantara, masa kolonial, pergerakan nasional, kemerdekaan, Orde Baru, hingga era reformasi dan konsolidasi demokrasi hingga tahun 2024.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Menurut Fadli, buku ini tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya rujukan sejarah, melainkan salah satu acuan di negara demokrasi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Ia menyadari penulisan sejarah bersifat dinamis dan terbuka terhadap diskursus.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">&#8220;Kalau sejarah kita ditulis lengkap, mungkin harus seratus jilid. Buku ini adalah highlight perjalanan bangsa,&#8221; katanya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Ia menyampaikan, penulisan sejarah nasional merupakan amanat konstitusi, khususnya Pasal 32 ayat (1) UUD 1945, yang menegaskan peran negara dalam memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Fadli Zon mengatakan, kehadiran kembali Direktorat Sejarah menjadi penting dalam penulisan sejarah nasional.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Direktorat tersebut dihidupkan kembali setelah sebelumnya tidak aktif, seiring berdirinya Kementerian Kebudayaan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Peluncuran buku ini juga menjadi bagian dari peringatan menuju 80 tahun Indonesia merdeka, sekaligus upaya menghadirkan pembacaan sejarah dari sudut pandang Indonesia, yang terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat seiring berkembangnya kajian sejarah nasional.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cBuku sejarah ini diharapkan menjadi sarana merawat memori kolektif bangsa, memperkuat identitas, dan memahami Indonesia sebagai bagian dari arus global sejak masa lampau,\u201d katanya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Pro-Kontra dan Tanggapan Publik<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Peluncuran buku ini tidak lepas dari kontroversi. Sejak awal proyek penulisan ulang sejarah ini diumumkan pada Januari 2025, sejumlah kalangan akademisi dan memahami motif masyarakat serta metodologi yang digunakan. Fadli Zon menanggapi kritik tersebut dengan menyatakan bahwa perbedaan pendapat adalah bagian dari dinamika demokrasi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Ia juga menegaskan bahwa buku ini bukanlah \u201csejarah tandingan\u201d, melainkan upaya memperkaya perspektif sejarah nasional.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Menariknya, Fadli mengakui bahwa dirinya belum sempat membaca seluruh isi buku tersebut karena baru menerima salinan lengkapnya saat peluncuran. Ia berjanji akan mempelajarinya lebih lanjut sebelum memberikan komentar lebih mendalam.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Disisi lain, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, tekanan komitmen terhadap kualitas akademik.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cKami memastikan setiap tahap penulisan berjalan sesuai kaidah akademik, mulai dari sinkronisasi metodologi, penyuntingan substansi, diskusi publik, hingga penyelarasan bibliografi. Ini adalah komitmen kami terhadap akurasi, kualitas, dan keterbukaan,\u201d tegas Restu Gunawan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Proses tersebut diajukan oleh tiga editor umum, yaitu Prof Susanto Zuhdi, Prof Singgih Tri Sulistyono, dan Prof Jajat Burhanuddin.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Secara metodologis, buku ini menempatkan Indonesia sebagai subjek utama sejarah. Narasinya menelusuri akar peradaban bangsa Indonesia sejak ribuan tahun lalu melalui dinamika geososio-historis, termasuk temuan manusia purba, persebaran budaya, dan transformasi masyarakat Nusantara melalui interaksi dengan berbagai peradaban dunia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Pendekatan ini dimaksudkan untuk menegaskan otonomi historis atau otonomi sejarah bangsa Indonesia.<\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi meluncurkan buku sejarah nasional terbaru berjudul &#8220;Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global&#8221; pada Minggu, 14 Desember 2025, di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta. Buku ini menjadi bagian dari proyek penulisan ulang sejarah Indonesia yang melibatkan 123 sejarah dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1301,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,7,3],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1300","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-headline-news","8":"category-megapolitan","9":"category-politik"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menteri Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru: Tegaskan Narasi Baru Soal Penjajahan - Petisi Brawijaya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menteri Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru: Tegaskan Narasi Baru Soal Penjajahan - Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi meluncurkan buku sejarah nasional terbaru berjudul &#8220;Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global&#8221; pada Minggu, 14 Desember 2025, di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta. Buku ini menjadi bagian dari proyek penulisan ulang sejarah Indonesia yang melibatkan 123 sejarah dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-16T10:47:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-26T10:52:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/052a66df-d559-45cb-9500-afb036521b6b.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"725\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"petisiadm\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"petisiadm\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300\"},\"author\":{\"name\":\"petisiadm\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\"},\"headline\":\"Menteri Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru: Tegaskan Narasi Baru Soal Penjajahan\",\"datePublished\":\"2025-12-16T10:47:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-26T10:52:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300\"},\"wordCount\":700,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/052a66df-d559-45cb-9500-afb036521b6b.jpeg\",\"articleSection\":[\"Headline News\",\"Megapolitan\",\"Politik\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300\",\"name\":\"Menteri Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru: Tegaskan Narasi Baru Soal Penjajahan - Petisi Brawijaya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/052a66df-d559-45cb-9500-afb036521b6b.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-12-16T10:47:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-26T10:52:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/052a66df-d559-45cb-9500-afb036521b6b.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/052a66df-d559-45cb-9500-afb036521b6b.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":725},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=1300#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menteri Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru: Tegaskan Narasi Baru Soal Penjajahan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"description\":\"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"width\":545,\"height\":181,\"caption\":\"Petisi Brawijaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/petisi.brawijaya\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\",\"name\":\"petisiadm\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"petisiadm\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menteri Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru: Tegaskan Narasi Baru Soal Penjajahan - Petisi Brawijaya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menteri Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru: Tegaskan Narasi Baru Soal Penjajahan - Petisi Brawijaya","og_description":"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi meluncurkan buku sejarah nasional terbaru berjudul &#8220;Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global&#8221; pada Minggu, 14 Desember 2025, di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta. Buku ini menjadi bagian dari proyek penulisan ulang sejarah Indonesia yang melibatkan 123 sejarah dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300","og_site_name":"Petisi Brawijaya","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/","article_published_time":"2025-12-16T10:47:31+00:00","article_modified_time":"2025-12-26T10:52:03+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":725,"url":"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/052a66df-d559-45cb-9500-afb036521b6b.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"petisiadm","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"petisiadm","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300"},"author":{"name":"petisiadm","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b"},"headline":"Menteri Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru: Tegaskan Narasi Baru Soal Penjajahan","datePublished":"2025-12-16T10:47:31+00:00","dateModified":"2025-12-26T10:52:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300"},"wordCount":700,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/052a66df-d559-45cb-9500-afb036521b6b.jpeg","articleSection":["Headline News","Megapolitan","Politik"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300","name":"Menteri Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru: Tegaskan Narasi Baru Soal Penjajahan - Petisi Brawijaya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/052a66df-d559-45cb-9500-afb036521b6b.jpeg","datePublished":"2025-12-16T10:47:31+00:00","dateModified":"2025-12-26T10:52:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300#primaryimage","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/052a66df-d559-45cb-9500-afb036521b6b.jpeg","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/052a66df-d559-45cb-9500-afb036521b6b.jpeg","width":1280,"height":725},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=1300#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menteri Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia Terbaru: Tegaskan Narasi Baru Soal Penjajahan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","name":"Petisi Brawijaya","description":"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi","publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization","name":"Petisi Brawijaya","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","width":545,"height":181,"caption":"Petisi Brawijaya"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b","name":"petisiadm","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","caption":"petisiadm"},"sameAs":["http:\/\/petisibrawijaya.or.id"],"url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1300"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1300\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1304,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1300\/revisions\/1304"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}