{"id":2929,"date":"2026-04-14T11:42:15","date_gmt":"2026-04-14T11:42:15","guid":{"rendered":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929"},"modified":"2026-04-22T11:51:03","modified_gmt":"2026-04-22T11:51:03","slug":"viral-kasus-kekerasan-seksual-16-terduga-pelaku-di-fh-ui-kemendiktisaintek-diminta-turun-tangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929","title":{"rendered":"Viral Kasus Kekerasan Seksual 16 Terduga Pelaku di FH UI, Kemendiktisaintek Diminta Turun Tangan"},"content":{"rendered":"<p><strong>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA<\/strong> &#8211; Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menuai sorotan luas publik. Sejumlah pihak mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk turun tangan memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan berpihak pada korban.<\/p>\n<p><strong>Kronologi Pelecehan Seksual FH UI<\/strong><\/p>\n<p>Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UI Anandaku Dimas Rumi Chattaristo mengatakan kasus ini mencuat setelah para terduga pelaku mengirimkan permohonan maaf melalui grup angkatan.<\/p>\n<p>Dari permohonan maaf itu, terungkap adanya percakapan bernada seksual yang membahas mahasiswa lain dalam grup internal mereka.<\/p>\n<p>Isi obrolan tersebut berupa komentar vulgar sehari-hari, objektifikasi tubuh perempuan, lelucon cabul terhadap foto Instagram mahasiswi, serta penggunaan frasa seperti \u201cdiam berarti consent\u201d dan \u201casas perkosa\u201d.<\/p>\n<p>Percakapan itu kemudian beredar di media sosial X lewat unggahan akun @sampahfhui pada Sabtu, 11 April 2026. Thread itu dengan cepat menjadi viral dan ditonton jutaan kali.<\/p>\n<p>&#8220;Telah terjadi tindakan kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa FHUI sebagai pelakunya,&#8221; kata Dimas pada Senin, 13 April 2026.<\/p>\n<p>Diduga Anggota grup tersebut bukan mahasiswa biasa. Banyak di antaranya menjabat sebagai pimpinan organisasi kemahasiswaan, ketua angkatan, serta calon panitia ospek. Beberapa nama yang muncul dalam screenshot antara lain VH, IK, DY, RM, SP, dan beberapa lainnya.<\/p>\n<p>Keesokan harinya, 12 April 2026, Fakultas Hukum UI menerima laporan resmi mengenai dugaan pelanggaran kode etik mahasiswa yang juga berpotensi mengandung unsur tindak pidana terkait pelecehan seksual.<\/p>\n<p>Pada hari yang sama, Dekan FH UI Parulian Paidi Aritonang mengeluarkan pernyataan resmi. Fakultas mengecam keras konten yang merendahkan martabat manusia dan bertentangan dengan nilai etika akademik.<\/p>\n<p>Mereka menyatakan sedang melakukan penelusuran dan verifikasi secara serius serta menyeluruh, sambil meminta publik menahan diri dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.<\/p>\n<p>Berbagai organisasi internal seperti BEM FH UI dan badan semi otonom lainnya juga mengeluarkan pernyataan sikap yang mengutuk perilaku tersebut dan mendukung proses penanganan.<\/p>\n<p>Hingga 13 April 2026, kasus ini masih dalam tahap investigasi internal Fakultas Hukum UI. Belum ada pengumuman nama resmi yang terbukti terlibat maupun sanksi yang dijatuhkan. Publik terus menanti langkah konkret dari pihak kampus.<\/p>\n<p><strong>16 Terduga Pelaku Diungkap ke Publik<\/strong><\/p>\n<p>Usai tangkapan layar percakapan terduga pelaku itu tersebar di media sosial, mahasiswa dan dekanat FHUI menggelar forum sidang bagi mereka pada Senin malam. Forum itu digelar untuk mendudukkan masalah ini.<\/p>\n<p>Dalam forum sidang yang digelar di UI Senin (13\/4\/2026) malam, awalnya hanya 2 pelaku yang dihadirkan dalam persidangan. Baru jelang akhir sidang, 14 lainnya dihadirkan. Banyak dugaan mereka tidak dihadirkan sejak awal karena latar belakang keluarga.<\/p>\n<p>Forum sidang tersebut bahkan sempat disiarkan secara langsung melalui media sosial dan diwarnai luapan emosi dari mahasiswa yang hadir. Dalam forum sidang itu, para korban dan mahasiswa lain menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap tindakan para pelaku yang dinilai telah merusak rasa aman di lingkungan kampus.<\/p>\n<p>Suasana sempat memanas dengan sorakan dan kecaman terhadap para terduga pelaku, meski tetap terkendali tanpa kekerasan fisik.<\/p>\n<p>Mengutip postingan instagram @blsfhui, berikut nama singkat para pelaku:<\/p>\n<ol>\n<li>Irfan Khalis<\/li>\n<li>Nadhil Zahran<\/li>\n<li>Priya Danuputranto Priambodo<\/li>\n<li>Dipatya Saka Wisesa<\/li>\n<li>Mohammad Deyca Putratama<\/li>\n<li>Simon Patrick Pangaribuan<\/li>\n<li>Keona Ezra Pangestu<\/li>\n<li>Munif Taufik<\/li>\n<li>Muhammad Ahsan Raikel Pharrel<\/li>\n<li>Muhammad Kevin Ardiansyah<\/li>\n<li>Reyhan Fayyaz Rizal<\/li>\n<li>Muhammad Nasywan<\/li>\n<li>Rafi Muhammad<\/li>\n<li>Anargya Hay Fausta Gitaya<\/li>\n<li>Rifat Bayuadji Susilo<\/li>\n<li>Valenza Harisman<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI Yatalathof Ma\u2019shum Imawan mendesak agar kampus mengeluarkan mereka.<\/p>\n<p>\u201cMahasiswa FHUI menuntut 16 pelaku di-DO,\u201d ujar Yatalathof dalam forum yang digelar di Auditorium Djokosoetono FHUI, Senin malam.<\/p>\n<p><strong>Kampus Lakukan Investigasi Internal<\/strong><\/p>\n<p>Pihak Universitas Indonesia menyatakan tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus tersebut. Fakultas Hukum UI telah menerima laporan dugaan pelanggaran kode etik yang berpotensi mengandung unsur pidana.<\/p>\n<p>Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan secara profesional, independen, dan bebas dari intervensi maupun konflik kepentingan.<\/p>\n<p>&#8220;Perkembangan penanganan kasus ini akan disampaikan secara berkala dan transparan sesuai proses yang berjalan, dengan tetap menjaga kerahasiaan serta perlindungan bagi seluruh pihak yang terlibat,&#8221; ujar Erwin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 14 April 2026.<\/p>\n<p>Pihaknya menyediakan pendampingan komprehensif bagi pihak yang terdampak, mencakup aspek psikologis, hukum, dan akademik, guna memastikan pemulihan yang menyeluruh, serta menjamin perlindungan penuh terhadap kerahasiaan identitas korban.<\/p>\n<p>Erwin menegaskan apabila dari hasil investigasi terbukti pelanggaran, UI tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi akademik hingga pemberhentian sebagai mahasiswa.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak menutup kemungkinan koordinasi lebih lanjut dengan aparat penegak hukum jika ditemukan unsur pidana. UI memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan secara profesional, independen, dan bebas dari intervensi maupun konflik kepentingan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Selama proses penanganan ini, UI mengajak seluruh pihak untuk bersikap bijak dengan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta menghormati proses penanganan yang sedang berjalan guna menjaga integritas proses dan melindungi seluruh pihak yang terlibat.<\/p>\n<p><strong>Desakan Libatkan Pemerintah<\/strong><\/p>\n<p>Di tengah proses investigasi internal, sejumlah pihak menilai penanganan kasus tidak cukup hanya dilakukan di tingkat kampus. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) didorong untuk turun tangan guna memastikan adanya pengawasan independen serta penegakan aturan yang lebih tegas.<\/p>\n<p>Desakan tersebut disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidik Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji. Ia menilai kasus ini mencerminkan persoalan serius terkait budaya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya yang terjadi secara verbal dan digital.<\/p>\n<p>Ada lima desakan yang disampaikan JPPI, pertama, meminta segera menetapkan status darurat kekerasan di dunia pendidikan dan menjadikan prioritas nasional.<\/p>\n<p>Kedua, memperkuat mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan, termasuk implementasi kebijakan yang tegas dan berpihak pada korban.<\/p>\n<p>Ketiga, melakukan audit menyeluruh terhadap sistem perlindungan peserta didik dan mahasiswa di semua jenjang pendidikan.<\/p>\n<p>Keempat, menindak tegas para pelaku tanpa kompromi, baik berasal dari tenaga pendidik, kependidikan, ataupun sesama pelajar ataupun pihak luar kampus atau sekolah.<\/p>\n<p>Kelima, membangun budaya aman dan inklusif di seluruh lembaga pendidikan, bukan sekadar formalitas, atau peraturan di atas kertas.<\/p>\n<p>Desakan ini juga disampaikan Ubaid untuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan Kementerian Agama (Kemenag) yang membawahi pendidikan di jenjang sekolah dasar hingga menengah atas.<\/p>\n<p>Desakan tersebut bukan tanpa alasan, JPPI menyebut pada Januari-Maret 2026 sudah ada 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.<\/p>\n<p>Sebab itu, Ubaid menyebut tanpa langkah serius dan sistemik, kekerasan akan terus berulang dan merusak masa depan generasi bangsa.<\/p>\n<p>&#8220;Pendidikan tidak boleh menjadi ruang yang menakutkan. Ia harus kembali menjadi tempat paling aman untuk tumbuh, belajar, dan bermartabat,\u201d pungkas Ubaid.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menuai sorotan luas publik. Sejumlah pihak mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk turun tangan memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan berpihak pada korban. Kronologi Pelecehan Seksual FH UI Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2930,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,7],"tags":[],"class_list":{"0":"post-2929","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-headline-news","8":"category-megapolitan"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Viral Kasus Kekerasan Seksual 16 Terduga Pelaku di FH UI, Kemendiktisaintek Diminta Turun Tangan - Petisi Brawijaya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Viral Kasus Kekerasan Seksual 16 Terduga Pelaku di FH UI, Kemendiktisaintek Diminta Turun Tangan - Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menuai sorotan luas publik. Sejumlah pihak mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk turun tangan memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan berpihak pada korban. Kronologi Pelecehan Seksual FH UI Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-14T11:42:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-22T11:51:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture8-5.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"624\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"351\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"petisiadm\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"petisiadm\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929\"},\"author\":{\"name\":\"petisiadm\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\"},\"headline\":\"Viral Kasus Kekerasan Seksual 16 Terduga Pelaku di FH UI, Kemendiktisaintek Diminta Turun Tangan\",\"datePublished\":\"2026-04-14T11:42:15+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-22T11:51:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929\"},\"wordCount\":1000,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/Picture8-5.jpg\",\"articleSection\":[\"Headline News\",\"Megapolitan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929\",\"name\":\"Viral Kasus Kekerasan Seksual 16 Terduga Pelaku di FH UI, Kemendiktisaintek Diminta Turun Tangan - Petisi Brawijaya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/Picture8-5.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-14T11:42:15+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-22T11:51:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/Picture8-5.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/Picture8-5.jpg\",\"width\":624,\"height\":351,\"caption\":\"Beredar di media sosial X foto-foto terduga pelaku pelecehan seksual yang merupakan mahasiswa FH UI.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=2929#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Viral Kasus Kekerasan Seksual 16 Terduga Pelaku di FH UI, Kemendiktisaintek Diminta Turun Tangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"description\":\"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"width\":545,\"height\":181,\"caption\":\"Petisi Brawijaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/petisi.brawijaya\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\",\"name\":\"petisiadm\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"petisiadm\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Viral Kasus Kekerasan Seksual 16 Terduga Pelaku di FH UI, Kemendiktisaintek Diminta Turun Tangan - Petisi Brawijaya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Viral Kasus Kekerasan Seksual 16 Terduga Pelaku di FH UI, Kemendiktisaintek Diminta Turun Tangan - Petisi Brawijaya","og_description":"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menuai sorotan luas publik. Sejumlah pihak mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk turun tangan memastikan penanganan kasus berjalan transparan dan berpihak pada korban. Kronologi Pelecehan Seksual FH UI Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas [&hellip;]","og_url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929","og_site_name":"Petisi Brawijaya","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/","article_published_time":"2026-04-14T11:42:15+00:00","article_modified_time":"2026-04-22T11:51:03+00:00","og_image":[{"width":624,"height":351,"url":"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture8-5.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"petisiadm","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"petisiadm","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929"},"author":{"name":"petisiadm","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b"},"headline":"Viral Kasus Kekerasan Seksual 16 Terduga Pelaku di FH UI, Kemendiktisaintek Diminta Turun Tangan","datePublished":"2026-04-14T11:42:15+00:00","dateModified":"2026-04-22T11:51:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929"},"wordCount":1000,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture8-5.jpg","articleSection":["Headline News","Megapolitan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929","name":"Viral Kasus Kekerasan Seksual 16 Terduga Pelaku di FH UI, Kemendiktisaintek Diminta Turun Tangan - Petisi Brawijaya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture8-5.jpg","datePublished":"2026-04-14T11:42:15+00:00","dateModified":"2026-04-22T11:51:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929#primaryimage","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture8-5.jpg","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture8-5.jpg","width":624,"height":351,"caption":"Beredar di media sosial X foto-foto terduga pelaku pelecehan seksual yang merupakan mahasiswa FH UI."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=2929#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Viral Kasus Kekerasan Seksual 16 Terduga Pelaku di FH UI, Kemendiktisaintek Diminta Turun Tangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","name":"Petisi Brawijaya","description":"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi","publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization","name":"Petisi Brawijaya","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","width":545,"height":181,"caption":"Petisi Brawijaya"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b","name":"petisiadm","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","caption":"petisiadm"},"sameAs":["http:\/\/petisibrawijaya.or.id"],"url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2929"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2929\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2931,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2929\/revisions\/2931"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}