{"id":3158,"date":"2026-04-26T10:51:31","date_gmt":"2026-04-26T10:51:31","guid":{"rendered":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158"},"modified":"2026-04-26T10:57:32","modified_gmt":"2026-04-26T10:57:32","slug":"ketum-petisi-brawijaya-nasional-haposan-situmorang-kritik-laporan-polisi-terhadap-jk-jangan-sampai-picu-perpecahan-umat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158","title":{"rendered":"Ketum Petisi Brawijaya Nasional Haposan Situmorang, Kritik Laporan Polisi terhadap JK: Jangan Sampai Picu Perpecahan Umat"},"content":{"rendered":"<p><strong>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA<\/strong> &#8211; Polemik yang menyeret nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), kembali mengemuka setelah potongan ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) viral di media sosial. Kontroversi ini tidak hanya berujung pada aksi saling lapor ke polisi, tetapi juga memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik horizontal berbasis sentimen agama dan politik.<\/p>\n<p><strong>Kronologi Awal: <\/strong><\/p>\n<p>Peristiwa bermula dari pidato JK dalam sebuah forum di UGM pada bulan lalu. Dalam ceramah tersebut, JK menyinggung isu konflik berlatar agama, termasuk konsep \u201cmati syahid\u201d dalam konteks penyimpangan ajaran yang kerap dijadikan pembenaran tindakan kekerasan.<\/p>\n<p>Namun, potongan video ceramah itu kemudian beredar luas melalui kanal YouTube Cokro TV serta akun media sosial milik Permadi Arya atau Abu Janda.<\/p>\n<p>Dalam versi yang beredar, narasi JK disebut-sebut seolah menyatakan bahwa ajaran Kristen juga mengenal konsep \u201csyahid\u201d dalam bentuk membunuh, yang kemudian memicu reaksi keras dari sejumlah kelompok.<\/p>\n<p>Nama Ade Armando ikut disebut karena turut membahas potongan video tersebut dalam konten yang dinilai memperkuat framing kontroversial.<\/p>\n<p><strong>Gelombang Laporan: JK Dilaporkan, Balasan Pun Muncul<\/strong><\/p>\n<p>Kontroversi ini berujung pada pelaporan terhadap JK oleh sejumlah pihak yang mengatasnamakan kelompok keagamaan. Di antaranya adalah kelompok yang menyebut diri sebagai Advokat Kristen serta individu yang dikaitkan dengan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), yang saat ini juga terhubung dengan struktur kepengurusan di Partai Solidaritas Indonesia (PSI).<\/p>\n<p>Adapun dasar pelaporan tersebut yakni lantaran potongan video yang dianggap mengandung penistaan agama, serta narasi bahwa JK menyamakan ajaran Kristen dengan pembenaran kekerasan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, kelompok yang bersimpati kepada JK tidak tinggal diam. Mereka melaporkan balik Permadi Arya dan Ade Armando dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan tuduhan melakukan pengeditan dan penyebaran konten yang menyesatkan.<\/p>\n<p><strong>Sorotan Haposan Situmorang: Risiko Adu Domba<\/strong><\/p>\n<p>Ketua Umum (Ketum) Organisasi Masyarakat (Ormas) Petisi Brawijaya Nasional, Haposan Situmorang,S.H., M.H. turut angkat bicara terhadap polemik tersebut. Ia menilai polemik ini berpotensi memicu konflik horizontal jika tidak disikapi secara bijak.<\/p>\n<p>Menurutnya, ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman akibat potongan video yang tidak utuh. Ia menegaskan bahwa dalam ajaran Kristen tidak dikenal konsep \u201cmati syahid\u201d seperti yang dipersepsikan dalam narasi viral tersebut.<\/p>\n<p>\u201cBukan JK yang menafsirkan ajaran Kristen, tetapi bisa jadi ada pihak yang memelintir pernyataannya sehingga seolah-olah demikian,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Haposan juga menyayangkan langkah sejumlah kelompok Kristen yang melaporkan JK. Ia menilai tindakan tersebut bertentangan dengan nilai dasar kasih dalam ajaran Kristen.<\/p>\n<p>Dalam pernyataannya, Haposan mengingatkan publik pada rekam jejak JK dalam mendamaikan konflik Poso\u2014konflik berdarah antara komunitas Muslim dan Kristen pada awal 2000-an.<\/p>\n<p>Peran JK dalam rekonsiliasi konflik tersebut melalui Perjanjian Malino dinilai sebagai bukti kapasitasnya dalam meredam konflik berbasis agama, bukan sebaliknya.<\/p>\n<p>Pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut menduga bahwa polemik ini tidak berdiri sendiri. Ia menilai ada beberapa faktor yang membuat kasus ini rawan berkembang menjadi konflik horizontal.<\/p>\n<p>Haposan menyoroti framing dan disinformasi digital\u2028Potongan video yang tidak utuh berpotensi mengubah makna pernyataan, memicu emosi publik, dan mempercepat polarisasi.<\/p>\n<p>Kemudian sentimen agama yang sensitif, lantaran Isu penistaan agama di Indonesia memiliki sejarah panjang dan kerap memicu mobilisasi massa.<\/p>\n<p>Haposan menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil terhadap semua pihak. Ia merujuk pada kasus Buni Yani sebagai preseden bahwa manipulasi konten dapat berujung pidana.<\/p>\n<p>Menurutnya, jika laporan terhadap JK tidak terbukti, maka pelapor harus bertanggung jawab atas pelaporannya dan jika terbukti ada pengeditan video oleh pihak lain, maka penyebar juga harus diproses secara hukum.<\/p>\n<p>Di tengah situasi yang memanas, Haposan mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan mengedepankan klarifikasi informasi secara utuh.<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai masyarakat terpecah belah oleh narasi yang belum tentu benar. Rakyat sudah lelah dengan konflik yang tidak produktif,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Polemik ini menjadi pengingat bahwa di era digital, potongan informasi dapat dengan mudah berubah menjadi alat konflik. Tanpa kehati-hatian, perbedaan tafsir bisa berkembang menjadi perpecahan nyata di tengah masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Polemik yang menyeret nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), kembali mengemuka setelah potongan ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) viral di media sosial. Kontroversi ini tidak hanya berujung pada aksi saling lapor ke polisi, tetapi juga memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik horizontal berbasis sentimen agama dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3159,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,7],"tags":[],"class_list":{"0":"post-3158","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-headline-news","8":"category-megapolitan"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketum Petisi Brawijaya Nasional Haposan Situmorang, Kritik Laporan Polisi terhadap JK: Jangan Sampai Picu Perpecahan Umat - Petisi Brawijaya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketum Petisi Brawijaya Nasional Haposan Situmorang, Kritik Laporan Polisi terhadap JK: Jangan Sampai Picu Perpecahan Umat - Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Polemik yang menyeret nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), kembali mengemuka setelah potongan ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) viral di media sosial. Kontroversi ini tidak hanya berujung pada aksi saling lapor ke polisi, tetapi juga memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik horizontal berbasis sentimen agama dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-26T10:51:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-26T10:57:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-26-at-17.38.51.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1170\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"642\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"petisiadm\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"petisiadm\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158\"},\"author\":{\"name\":\"petisiadm\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\"},\"headline\":\"Ketum Petisi Brawijaya Nasional Haposan Situmorang, Kritik Laporan Polisi terhadap JK: Jangan Sampai Picu Perpecahan Umat\",\"datePublished\":\"2026-04-26T10:51:31+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-26T10:57:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158\"},\"wordCount\":632,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/WhatsApp-Image-2026-04-26-at-17.38.51.jpeg\",\"articleSection\":[\"Headline News\",\"Megapolitan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158\",\"name\":\"Ketum Petisi Brawijaya Nasional Haposan Situmorang, Kritik Laporan Polisi terhadap JK: Jangan Sampai Picu Perpecahan Umat - Petisi Brawijaya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/WhatsApp-Image-2026-04-26-at-17.38.51.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-04-26T10:51:31+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-26T10:57:32+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/WhatsApp-Image-2026-04-26-at-17.38.51.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/WhatsApp-Image-2026-04-26-at-17.38.51.jpeg\",\"width\":1170,\"height\":642,\"caption\":\"Ketua Umum Petisi Brawijaya Nasional, Haposan Situmorang, S.H., M.H. (Foto: Tangkapan Layar YouTube @petisibrawijaya)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3158#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketum Petisi Brawijaya Nasional Haposan Situmorang, Kritik Laporan Polisi terhadap JK: Jangan Sampai Picu Perpecahan Umat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"description\":\"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"width\":545,\"height\":181,\"caption\":\"Petisi Brawijaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/petisi.brawijaya\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\",\"name\":\"petisiadm\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"petisiadm\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketum Petisi Brawijaya Nasional Haposan Situmorang, Kritik Laporan Polisi terhadap JK: Jangan Sampai Picu Perpecahan Umat - Petisi Brawijaya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketum Petisi Brawijaya Nasional Haposan Situmorang, Kritik Laporan Polisi terhadap JK: Jangan Sampai Picu Perpecahan Umat - Petisi Brawijaya","og_description":"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Polemik yang menyeret nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), kembali mengemuka setelah potongan ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) viral di media sosial. Kontroversi ini tidak hanya berujung pada aksi saling lapor ke polisi, tetapi juga memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik horizontal berbasis sentimen agama dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158","og_site_name":"Petisi Brawijaya","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/","article_published_time":"2026-04-26T10:51:31+00:00","article_modified_time":"2026-04-26T10:57:32+00:00","og_image":[{"width":1170,"height":642,"url":"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-26-at-17.38.51.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"petisiadm","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"petisiadm","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158"},"author":{"name":"petisiadm","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b"},"headline":"Ketum Petisi Brawijaya Nasional Haposan Situmorang, Kritik Laporan Polisi terhadap JK: Jangan Sampai Picu Perpecahan Umat","datePublished":"2026-04-26T10:51:31+00:00","dateModified":"2026-04-26T10:57:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158"},"wordCount":632,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-26-at-17.38.51.jpeg","articleSection":["Headline News","Megapolitan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158","name":"Ketum Petisi Brawijaya Nasional Haposan Situmorang, Kritik Laporan Polisi terhadap JK: Jangan Sampai Picu Perpecahan Umat - Petisi Brawijaya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-26-at-17.38.51.jpeg","datePublished":"2026-04-26T10:51:31+00:00","dateModified":"2026-04-26T10:57:32+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158#primaryimage","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-26-at-17.38.51.jpeg","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-26-at-17.38.51.jpeg","width":1170,"height":642,"caption":"Ketua Umum Petisi Brawijaya Nasional, Haposan Situmorang, S.H., M.H. (Foto: Tangkapan Layar YouTube @petisibrawijaya)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3158#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketum Petisi Brawijaya Nasional Haposan Situmorang, Kritik Laporan Polisi terhadap JK: Jangan Sampai Picu Perpecahan Umat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","name":"Petisi Brawijaya","description":"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi","publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization","name":"Petisi Brawijaya","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","width":545,"height":181,"caption":"Petisi Brawijaya"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b","name":"petisiadm","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","caption":"petisiadm"},"sameAs":["http:\/\/petisibrawijaya.or.id"],"url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3158"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3163,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3158\/revisions\/3163"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}