{"id":3785,"date":"2026-05-22T09:41:00","date_gmt":"2026-05-22T09:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785"},"modified":"2026-06-07T09:45:41","modified_gmt":"2026-06-07T09:45:41","slug":"bi-naikkan-suku-bunga-ke-525-cicilan-diprediksi-naik-dan-kelas-menengah-terancam-tekanan-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785","title":{"rendered":"BI Naikkan Suku Bunga ke 5,25%, Cicilan Diprediksi Naik dan Kelas Menengah Terancam Tekanan Ekonomi"},"content":{"rendered":"<p><strong>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA<\/strong> &#8211; Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 19\u201320 Mei 2026, melampaui ekspektasi yang dibangun pasar di angka 5%. Ini menjadi yang pertama dalam dua tahun terakhir setelah sebelumnya bertahan di level 4,75% sejak November 2025.<\/p>\n<p>Kebijakan tersebut diambil di tengah tekanan global yang semakin meningkat akibat konflik geopolitik internasional dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Dalam kebijakan terbaru tersebut, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,25 persen dan Lending Facility menjadi 6 persen. Artinya, biaya likuiditas di sistem keuangan nasional kini resmi bergerak naik di seluruh lini.<\/p>\n<p>&#8220;Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi agar tetap berada dalam target pemerintah sebesar 2,5\u00b11 persen pada tahun 2026 dan 2027,&#8221; kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers, Rabu (20\/05\/2026).<\/p>\n<p>Kenaikan suku bunga ini sekaligus menjadi sinyal bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat guna menjaga stabilitas rupiah serta memperkuat kredibilitas kebijakan moneter nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.<\/p>\n<p>Secara month to date (MTD), nilai tukar rupiah tercatat telah terdepresiasi sekitar 2,2 persen dan sempat mendekati level Rp 17.700 per dollar Amerika Serikat (AS).<\/p>\n<p>Kemarin, setelah BI Rate diumumkan, rupiah ditutup menguat ke posisi Rp17.605\/US$. Memang belum terlalu signifikan dan belum sampai kembali di Rp16.000-an\/US$, namun setidaknya pasar merespons dengan positif.<\/p>\n<p>Kenaikan deposit facility menjadi 4,25 persen juga berpotensi mendorong bank lebih agresif menempatkan dana di Bank Indonesia karena imbal hasil menjadi lebih menarik dan relatif bebas risiko. Di satu sisi langkah ini membantu BI menyerap kelebihan likuiditas dan menjaga stabilitas rupiah serta menjaga daya tarik aset rupiah.<\/p>\n<p>Sementara kenaikan lending facility menjadi 6% membuat biaya pinjaman jangka pendek antarbank dan akses likuiditas dari bank sentral jadi makin mahal. Konsekuensinya, bunga deposito dan bunga kredit perbankan hampir pasti akan ikut naik dalam beberapa bulan ke depan.<\/p>\n<p>Namun, kenaikan lending facility ini berpotensi mengurangi agresivitas penyaluran kredit ke sektor riil. Pada akhirnya, rumah tangga juga akan terkena imbas. Cicilan kredit kendaraan, KPR, hingga bunga kartu kredit berpotensi meningkat.<\/p>\n<p><strong>Dampak kenaikan suku bunga terhadap kelas menengah<\/strong><\/p>\n<p>Dengan kenaikan BI Rate, kredit jadi mahal, cicilan naik, dan orang-orang akan mengurangi belanja. Hal ini membuat permintaan barang turun dan harga tidak naik terlalu cepat. Hasilnya, inflasi bisa dijaga.<\/p>\n<p>Efek terakhir ini akan terasa sampai dalam rumah tangga, khususnya pada kelas menengah yang masih punya kredit KPR atau modal usaha kecil dengan bunga (floating) mengikuti kenaikan BI Rate ini.<\/p>\n<p>Ekonom dari UPN Veteran, Achmad Nur Hidayat, mengatakan kebijakan BI menaikan suku bunga acuan akan menambah daftar bagi kelas menengah lantaran kehidupan kelas menengah banyak ditopang dari kredit.<\/p>\n<p>\u201cMobilnya kredit, rumahnya kredit, handphone-nya kredit, laptopnya kredit. Jadi mereka ini sebetulnya sensitif terhadap perubahan suku bunga,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurut Achmad, kelas menengah sudah terpukul berkali-kali seperti &#8220;kecepatan inflasi jauh lebih tinggi dibandingkan kecepatan dari kenaikan pendapatan&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Ini [kenaikan suku bunga] mungkin adalah second round (ronde kedua) dari kenaikan inflasi, dan yang paling ujung mungkin third round (ronde ketiga) adalah pertumbuhan ekonomi kita akan tertekan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Achmad menggambarkan langkah BI menaikkan suku bunga acuan sebagai bentuk &#8220;cuci piring&#8221; atas persoalan kebijakan fiskal pemerintah.<\/p>\n<p>&#8220;Saya membacanya, kelemahan rupiah itu [karena] tekanan domestik, tekanan fiskal itu yang lebih berat dibandingkan aspek moneter,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Tekanan fiskal yang dimaksud adalah belanja pemerintah yang kurang produktif, pendapatan negara kecil, utang membengkak sampai intervensi negara dalam ekspor komoditas.<\/p>\n<p>Karut-marut kebijakan pemerintah dalam mengelola uang negara bisa dilihat dari analisis dan laporan lembaga-lembaga rating dunia yang menurunkan prospek Indonesia dari stabil menjadi negatif.<\/p>\n<p>Belanja negara beranggaran jumbo yang selama ini menjadi perhatian publik adalah Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih. Achmad menyerukan agar pemerintah memprioritaskan ulang anggaran belanjanya.<\/p>\n<p>&#8220;Belanja MBG, belanja Koperasi Merah Putih dengan segala komponen di dalamnya itu dirasakan tidak tepat waktunya, bukan tidak baik programnya, tetapi di saat penerimaan sedang bermasalah, kita malah ekspansi dengan mengandalkan pembiayaan eksternal. Dan ini membuat investor berfikir dan berhitung,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, kenaikan BI rate yang cukup tajam akan langsung direspons perbankan dengan menaikkan bunga kredit.<\/p>\n<p>&#8220;Biaya kredit yang lebih mahal akan menekan cicilan rutin tiap bulannya,&#8221; ujar Bhima.<\/p>\n<p>Menurutnya, transmisi kenaikan suku bunga kali ini akan berlangsung lebih cepat dibanding ketika BI rate turun yang membutuhkan waktu transmisi 3-6 bulan.<\/p>\n<p>Dia mengingatkan masyarakat terutama yang memiliki kredit pemilikan rumah (KPR) floating rate untuk bersiap menghadapi kenaikan bunga KPR.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin mengatakan, kenaikan BI Rate pada akhirnya akan diikuti kenaikan berbagai jenis suku bunga di sektor perbankan, kecuali untuk pinjaman yang menggunakan bunga tetap atau fixed.<\/p>\n<p>Karena BI Rate menjadi referensi utama perbankan, kenaikan suku bunga acuan juga berpotensi membuat bunga kredit ikut meningkat.<\/p>\n<p>Wijayanto menilai kenaikan bunga kredit akan membuat cicilan bulanan masyarakat menjadi lebih mahal, sementara daya beli masyarakat saat ini juga sedang mengalami tekanan.<\/p>\n<p>\u201cKetika bunga naik, cicilan otomatis ikut meningkat. Pada saat yang sama, daya beli masyarakat juga sedang melemah, sehingga penjualan produk-produk besar kemungkinan ikut tertekan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, tidak semua pinjaman akan langsung terdampak kenaikan bunga. Hal tersebut bergantung pada jenis skema kredit yang digunakan nasabah.<\/p>\n<p>Pinjaman dengan bunga tetap atau fixed rate tidak akan mengalami perubahan cicilan hingga masa bunga tetap berakhir.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kelas menengah punya peran krusial sebagai bantalan ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Pada 2024, nilai konsumsi pengeluaran dari kelas menengah dan calon kelas menengah mencakup 81,49% dari total konsumsi masyarakat. Ini artinya, keberadaan kelas menengah menjadi salah satu faktor penentu pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p>Survei KedaiKopi 2025 menunjukkan tiga dari 10 masyarakat kelas menengah punya utang di bank (di luar kredit rumah dan kendaraan). Hampir setengah dari kelas menengah juga menggunakan kredit online.<\/p>\n<p>Dari survei ini lebih dari 80% kelas menengah menyatakan kenaikan harga kebutuhan pokok dan cicilan makin berat menjadi salah salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku konsumsi menjadi lebih hati-hati.<\/p>\n<p>Jajak pendapat KedaiKopi menunjukkan, kelas menengah punya dunia yang dekat dengan urusan kredit atau cicilan.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, BPS melaporkan banyak kelas menengah yang turun kelas dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<p><strong>Presiden Prabowo sudah menyadari kejatuhan kelas menengah<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu isi pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR pada Rabu (20\/05), membedah pertumbuhan nilai total aktivitas ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) yang tidak sejalan dengan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam tujuh tahun, PDB Indonesia naik rata-rata 5%, hampir menyentuh angka USD 1,5 triliun. Tapi di periode yang sama jumlah orang miskin naik, dan banyak kelas menengah tumbang.<\/p>\n<p>&#8220;Ini mungkin menyakitkan bagi kita. Saya merasa setelah saya terima data-data ini, beberapa minggu setelah saya jadi presiden, saya merasa seolah saya dipukul di ulu hati saya,&#8221; kata Prabowo.<\/p>\n<p>Namun Prabowo tidak melihat akar persoalan dari kebijakan fiskal pemerintah, melainkan apa yang ia sebut &#8220;kebocoran&#8221; uang negara ke luar negeri.<\/p>\n<p>Ia mengatakan anomali data ini karena adanya &#8220;under invoicing&#8221; atau praktik merekayasa faktur penjualan komoditas ekspor di bawah harga sebenarnya. Tujuannya, agar setoran pajak ke negara bisa diperkecil.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Prabowo menerbitkan peraturan pemerintah tentang BUMN yang mengendalikan transaksi ekspor batu bara, sawit, dan paduan besi. Namun, kebijakan ini menuai kontroversi karena dianggap akan mengganggu tata kelola ekspor, sampai tuduhan pemerintah memonopoli tata kelola ekspor.<\/p>\n<p><strong>Kenaikkan suku bunga acuan oleh BI dinilai terlambat<\/strong><\/p>\n<p>Ekonom dari Bright Institute, Yanuar Rizky, menilai langkah BI menaikkan suku bunga acuan sebagai &#8220;terlambat&#8221;.<\/p>\n<p>Kata dia, BI terlambat merespons tekanan global, dan terjebak menjaga stabilitas citra dan pasar obligasi, sehingga kehilangan momentum mengendalikan rupiah dan inflasi secara efektif.<\/p>\n<p>&#8220;Bahasa sederhananya, sebetulnya, BI ini kan disuruh menjaga citra pemerintah. Bahwa ekonomi stabil, obligasi pemerintah itu stabil. Di tengah dunia tekanan gini, kita bisa stabil,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Meski BI telah menaikkan suku bunga secara agresif, menurutnya, langkah BI ini hanya menahan kejatuhan rupiah agar tidak lebih dalam, bukan memulihkan ke nilai semula.<\/p>\n<p>&#8220;Paling memungkinkan kan BI rate naik, ini hanya mencegah ke Rp18.000,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><strong>Dampak kenaikan bunga kredit di sektor usaha<\/strong><\/p>\n<p>Tidak hanya itu, kenaikan bunga kredit juga berpotensi berdampak ke sektor usaha. Pelaku usaha yang terbebani bunga pinjaman lebih tinggi berisiko melakukan efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja.<\/p>\n<p>Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani mengatakan, pelaku usaha tengah menghadapi tekanan dari berbagai sisi, mulai dari pelemahan rupiah, kenaikan biaya logistik global, harga energi, biaya impor bahan baku, biaya kepatuhan, hingga tingginya biaya pendanaan.<\/p>\n<p>\u201cKarena itu, kenaikan BI Rate ini tentu akan berdampak terhadap biaya pembiayaan usaha, khususnya bagi sektor yang sangat bergantung pada kredit perbankan,\u201d kata Shinta.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan kenaikan suku bunga acuan berpotensi diteruskan secara bertahap ke bunga kredit perbankan, baik kredit modal kerja maupun kredit investasi.<\/p>\n<p>Saat ini, bunga pinjaman dunia usaha di lapangan disebut sudah berada di kisaran 8-14 persen tergantung profil risiko, sektor usaha, dan skala perusahaan.<\/p>\n<p>\u201cDengan kenaikan BI Rate yang cukup agresif sebesar 50 bps, dunia usaha tentu berpotensi melakukan recalibration terhadap rencana ekspansi bisnis dan investasi,\u201d tutur Shinta.<\/p>\n<p>Menurutnya, perusahaan besar kemungkinan masih memiliki daya tahan yang lebih baik karena memiliki diversifikasi pendanaan dan likuiditas yang lebih kuat.<\/p>\n<p>Namun, sektor padat karya, UMKM, dan industri dengan margin tipis dinilai akan lebih rentan terdampak akibat meningkatnya cost of fund.<\/p>\n<p>Dalam situasi tersebut, dunia usaha diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi kapasitas produksi, investasi baru, pembelian mesin dan alat produksi, ekspansi properti, hingga penambahan tenaga kerja.<\/p>\n<p>\u201cSektor-sektor seperti properti dan real estate, otomotif, konstruksi, manufaktur padat modal, sektor consumer durable, serta UMKM yang bergantung pada modal kerja perbankan akan merasakan dampak yang cukup signifikan,\u201d sebut Shinta.<\/p>\n<p>Selain itu, sektor industri yang masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor disebut akan menghadapi tekanan ganda, yakni kenaikan biaya impor akibat pelemahan rupiah sekaligus kenaikan biaya pembiayaan.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut dinilai dapat mempersempit margin usaha dan menekan kemampuan perusahaan melakukan ekspansi.<\/p>\n<p>Meski demikian, Apindo memahami langkah BI dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan risiko inflasi ke depan.<\/p>\n<p>Menurut Shinta, jika stabilitas rupiah tidak dijaga, dampaknya justru bisa lebih berat bagi dunia usaha karena biaya impor, inflasi impor, biaya energi, dan biaya logistik dapat meningkat lebih tinggi.<\/p>\n<p>\u201cKarena itu, dunia usaha memandang langkah BI ini sebagai bagian dari upaya menjaga macroeconomic credibility dan market confidence Indonesia di tengah situasi global yang sangat menantang. Yang penting sekarang adalah bagaimana seluruh kebijakan ekonomi nasional dapat berjalan secara terkoordinasi,\u201d jelas Shinta.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Apindo juga meminta pemerintah secara paralel terus menurunkan berbagai komponen mulai dari biaya logistik, biaya energi, hingga biaya perizinan dan cost of compliance melalui deregulasi yang berkelanjutan.<\/p>\n<p><strong>Respon Perbankan Usai BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bank BTN<\/strong><\/p>\n<p>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyatakan perseroan pada dasarnya telah siap menghadapi berbagai skenario kebijakan moneter, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga acuan.<\/p>\n<p>Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, mengatakan masing-masing bank telah memiliki manajemen risiko yang memadai serta rutin melakukan stress test.<\/p>\n<p>\u201cMasing-masing bank telah memiliki manajemen risiko yang memadai serta melakukan stress test secara berkala dengan mempertimbangkan potensi kenaikan BI Rate yang dapat berdampak pada peningkatan biaya dana,\u201d kata Ramon melalui keterangannya, dikutip Kamis (21\/5).<\/p>\n<p>Ramon menyatakan, untuk mengurangi sensitivitas terhadap tekanan nilai tukar dan kenaikan biaya pendanaan di tengah kenaikan suku bunga, BTN terus menjaga struktur pendanaan tetap efisien melalui penguatan dana murah atau current account saving account (CASA).<\/p>\n<p>\u201cBTN terus menjaga struktur pendanaan agar tetap efisien melalui penguatan dana murah (CASA) sebagai fokus utama strategi funding Perseroan,\u201d lanjut Ramon.<\/p>\n<p><strong>Bank Mandiri<\/strong><\/p>\n<p>PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyambut positif keputusan RDG BI. Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menilai langkah tersebut mencerminkan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan memastikan inflasi tetap terkendali.<\/p>\n<p>\u201cBank Mandiri memandang kebijakan ini sebagai langkah yang tepat dan memperkuat pondasi makroekonomi nasional dalam jangka menengah,\u201d tutur Adhika melalui keterangannya.<\/p>\n<p>Adhika mengatakan, Bank Mandiri akan terus menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan menjaga keseimbangan antara kepentingan nasabah, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.<\/p>\n<p>\u201cSetiap penyesuaian suku bunga kredit maupun simpanan akan dilakukan secara terukur, sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung ekosistem penggerak ekonomi negeri,\u201d ucap Adhika.<\/p>\n<p>Ke depan, Bank Mandiri akan terus mencermati perkembangan kebijakan moneter untuk memastikan intermediasi berjalan optimal bagi nasabah dan Perekonomian nasional.<\/p>\n<p><strong>Bank BCA<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Ekonom Bank BCA, David Sumual, menilai kenaikan BI Rate merupakan langkah antisipasi yang perlu diambil untuk mencegah situasi jadi lebih buruk di tengah tekanan global.<\/p>\n<p>&#8220;Ya paling nggak bisa meredam ya, kalau nggak dilakukan kan bisa lebih parah lagi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Tapi Sumual tak menutup mata ada harga yang harus dibayar dari kebijakan ini, yaitu kenaikan cicilan utang untuk usaha atau kredit rumah.<\/p>\n<p>Kendati demikian, kata Sumual, kenaikan suku bunga acuan tidak serta merta membuat jatuh kelas menengah. Kata dia, suku bunga acuan BI tidak selalu drastis digunakan perbankan karena &#8220;bank nggak sembarangan menaikkan [bunga]&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Kelihatannya juga kan sekarang juga kompetisi di sektor perbankan itu juga ketat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 19\u201320 Mei 2026, melampaui ekspektasi yang dibangun pasar di angka 5%. Ini menjadi yang pertama dalam dua tahun terakhir setelah sebelumnya bertahan di level 4,75% sejak November 2025. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3786,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,2],"tags":[],"class_list":["post-3785","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-ekonomi","category-headline-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>BI Naikkan Suku Bunga ke 5,25%, Cicilan Diprediksi Naik dan Kelas Menengah Terancam Tekanan Ekonomi - Petisi Brawijaya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BI Naikkan Suku Bunga ke 5,25%, Cicilan Diprediksi Naik dan Kelas Menengah Terancam Tekanan Ekonomi - Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 19\u201320 Mei 2026, melampaui ekspektasi yang dibangun pasar di angka 5%. Ini menjadi yang pertama dalam dua tahun terakhir setelah sebelumnya bertahan di level 4,75% sejak November 2025. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-22T09:41:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-07T09:45:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-05-22-at-15.28.54.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"petisiadm\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"petisiadm\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785\"},\"author\":{\"name\":\"petisiadm\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\"},\"headline\":\"BI Naikkan Suku Bunga ke 5,25%, Cicilan Diprediksi Naik dan Kelas Menengah Terancam Tekanan Ekonomi\",\"datePublished\":\"2026-05-22T09:41:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-07T09:45:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785\"},\"wordCount\":2106,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-05-22-at-15.28.54.jpeg\",\"articleSection\":[\"Ekonomi\",\"Headline News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785\",\"name\":\"BI Naikkan Suku Bunga ke 5,25%, Cicilan Diprediksi Naik dan Kelas Menengah Terancam Tekanan Ekonomi - Petisi Brawijaya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-05-22-at-15.28.54.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-05-22T09:41:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-07T09:45:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-05-22-at-15.28.54.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/WhatsApp-Image-2026-05-22-at-15.28.54.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":720,\"caption\":\"Bank Indonesia. (Foto: Istimewa)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=3785#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"BI Naikkan Suku Bunga ke 5,25%, Cicilan Diprediksi Naik dan Kelas Menengah Terancam Tekanan Ekonomi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"description\":\"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"width\":545,\"height\":181,\"caption\":\"Petisi Brawijaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/petisi.brawijaya\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\",\"name\":\"petisiadm\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"petisiadm\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"BI Naikkan Suku Bunga ke 5,25%, Cicilan Diprediksi Naik dan Kelas Menengah Terancam Tekanan Ekonomi - Petisi Brawijaya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"BI Naikkan Suku Bunga ke 5,25%, Cicilan Diprediksi Naik dan Kelas Menengah Terancam Tekanan Ekonomi - Petisi Brawijaya","og_description":"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 19\u201320 Mei 2026, melampaui ekspektasi yang dibangun pasar di angka 5%. Ini menjadi yang pertama dalam dua tahun terakhir setelah sebelumnya bertahan di level 4,75% sejak November 2025. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785","og_site_name":"Petisi Brawijaya","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/","article_published_time":"2026-05-22T09:41:00+00:00","article_modified_time":"2026-06-07T09:45:41+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":720,"url":"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-05-22-at-15.28.54.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"petisiadm","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"petisiadm","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785"},"author":{"name":"petisiadm","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b"},"headline":"BI Naikkan Suku Bunga ke 5,25%, Cicilan Diprediksi Naik dan Kelas Menengah Terancam Tekanan Ekonomi","datePublished":"2026-05-22T09:41:00+00:00","dateModified":"2026-06-07T09:45:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785"},"wordCount":2106,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-05-22-at-15.28.54.jpeg","articleSection":["Ekonomi","Headline News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785","name":"BI Naikkan Suku Bunga ke 5,25%, Cicilan Diprediksi Naik dan Kelas Menengah Terancam Tekanan Ekonomi - Petisi Brawijaya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-05-22-at-15.28.54.jpeg","datePublished":"2026-05-22T09:41:00+00:00","dateModified":"2026-06-07T09:45:41+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785#primaryimage","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-05-22-at-15.28.54.jpeg","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-05-22-at-15.28.54.jpeg","width":1280,"height":720,"caption":"Bank Indonesia. (Foto: Istimewa)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=3785#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"BI Naikkan Suku Bunga ke 5,25%, Cicilan Diprediksi Naik dan Kelas Menengah Terancam Tekanan Ekonomi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","name":"Petisi Brawijaya","description":"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi","publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization","name":"Petisi Brawijaya","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","width":545,"height":181,"caption":"Petisi Brawijaya"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b","name":"petisiadm","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","caption":"petisiadm"},"sameAs":["http:\/\/petisibrawijaya.or.id"],"url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3785","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3785"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3785\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3787,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3785\/revisions\/3787"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3785"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3785"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3785"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}