{"id":4958,"date":"2026-08-11T15:29:53","date_gmt":"2026-08-11T15:29:53","guid":{"rendered":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958"},"modified":"2026-08-11T15:29:53","modified_gmt":"2026-08-11T15:29:53","slug":"pier-proyeksi-ekonomi-indonesia-melambat-di-semester-ii-2026-tumbuh-sekitar-526-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958","title":{"rendered":"PIER Proyeksi Ekonomi Indonesia Melambat di Semester II 2026, Tumbuh Sekitar 5,26 Persen"},"content":{"rendered":"<p><strong>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA<\/strong> &#8211; Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap berada di kisaran 5 persen pada semester II 2026, namun lajunya diperkirakan mulai melandai pada kuartal III dan kuartal IV. Meski demikian, momentum pertumbuhan ini dibayangi oleh sejumlah tekanan signifikan, baik dari kondisi global maupun domestik.<\/p>\n<p>Permata Institute for Economic Research (PIER) memperkirakan ekonomi nasional secara keseluruhan pada 2026 tumbuh sebesar 5,26 persen. Proyeksi tersebut disampaikan dalam kajian 2026 Indonesia Economic Outlook bertajuk Resilience Under Pressure.<\/p>\n<p>Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan proyeksi tersebut mencerminkan pandangan yang relatif konservatif terhadap kondisi perekonomian nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan sejumlah tekanan dari dalam negeri.<\/p>\n<p>\u201cPertumbuhan ekonomi kami masih melihatnya cukup objektif dan konservatif. Artinya, di kuartal III dan kuartal IV akan melandai sehingga full year-nya di 5,26 persen,\u201d ujar Josua dalam PIER Economic Review Kuartal II 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (10\/8\/2026).<\/p>\n<p>Meski mengalami perlambatan pada paruh kedua tahun, Josua menilai ketahanan ekonomi Indonesia masih cukup baik. Fundamental ekonomi domestik dinilai masih mampu menjaga pertumbuhan tetap berada di sekitar level 5 persen.<\/p>\n<p>\u201cKalau kita bicara tentang forecast, forecast dari kami saat ini, itu kemungkinan di kuartal 3 dan kuartal 4 pertumbuhan ekonomi itu akan terus melambat. Tapi memang masih akan terus di atas 5 persen,\u201d ujar Josua.<\/p>\n<p><strong>Empat Risiko Ekonomi dari Global<\/strong><\/p>\n<p>PIER mencatat sedikitnya empat risiko utama yang berpotensi memengaruhi perekonomian Indonesia pada semester II 2026.<\/p>\n<p>Risiko pertama berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah. Konflik geopolitik berpotensi mendorong kenaikan harga energi dunia yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan inflasi di dalam negeri.<\/p>\n<p>Kenaikan harga energi menjadi perhatian karena dapat memengaruhi biaya produksi dan distribusi barang. Jika berlangsung dalam waktu panjang, kondisi tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan biaya operasional dunia usaha.<\/p>\n<p>Risiko kedua adalah ketidakpastian perang dagang. PIER menilai perkembangan kebijakan perdagangan global dapat menekan ekspor Indonesia sekaligus meningkatkan kebutuhan impor.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan dan memberikan tekanan tambahan terhadap neraca pembayaran Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cPerang dagang\u201d juga menjadi perhatian karena Indonesia merupakan bagian dari rantai pasok perdagangan global. Perubahan kebijakan tarif dan hambatan perdagangan di negara-negara besar dapat memengaruhi permintaan terhadap komoditas maupun produk manufaktur Indonesia.<\/p>\n<p>Risiko ketiga berkaitan dengan perbedaan arah kebijakan bank sentral global. Perbedaan respons terhadap perlambatan ekonomi dan tekanan inflasi dapat meningkatkan volatilitas pasar keuangan.<\/p>\n<p>Situasi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta pasar obligasi domestik, terutama ketika investor global kembali melakukan penyesuaian portofolio.<\/p>\n<p>Sementara itu, risiko keempat berasal dari perlambatan pemulihan ekonomi China. Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, kondisi ekonomi China memiliki pengaruh besar terhadap perdagangan dan permintaan komoditas Indonesia.<\/p>\n<p>PIER menilai perlambatan ekonomi China, terutama sektor properti, dapat menekan perdagangan global dan permintaan terhadap komoditas Indonesia.<\/p>\n<p><strong>Pertumbuhan Tetap Ditopang Fundamental Domestik<\/strong><\/p>\n<p>Di tengah berbagai risiko tersebut, PIER masih melihat prospek ekonomi Indonesia relatif terjaga. PIER menilai fundamental ekonomi domestik Indonesia masih cukup kuat meski menghadapi berbagai tekanan eksternal.<\/p>\n<p>Salah satu faktor yang membuat pertumbuhan melambat adalah normalisasi konsumsi rumah tangga setelah peningkatan aktivitas selama Ramadan dan Idulfitri.<\/p>\n<p>Pada kuartal II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year\/yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan 5,61 persen yoy pada kuartal I.<\/p>\n<p>Konsumsi rumah tangga menjadi perhatian karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Josua menyebut kontribusinya berada di sekitar 55 persen terhadap PDB.<\/p>\n<p>Karena itu, menjaga daya beli masyarakat menjadi penting untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.<\/p>\n<p>Di sisi lain, sektor eksternal masih menjadi salah satu tantangan. PIER mencatat ekspor masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global dan lemahnya permintaan eksternal.<\/p>\n<p>Sementara itu, impor relatif lebih kuat seiring dengan permintaan domestik yang masih terjaga. Kondisi tersebut membuat ekspor neto masih menjadi pemberat pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p>Meski konsumsi rumah tangga mengalami moderasi, investasi justru menunjukkan penguatan. PIER mencatat investasi tetap atau Gross Fixed Capital Formation (GFCF) tumbuh lebih kuat, terutama didorong peningkatan investasi kendaraan yang berkaitan dengan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).<\/p>\n<p><strong>Pemerintah Jadi Penopang Pertumbuhan<\/strong><\/p>\n<p>Menurut Josua, ketahanan ekonomi Indonesia saat ini juga tidak terlepas dari dukungan kebijakan pemerintah, terutama kebijakan fiskal yang bersifat pro-pertumbuhan.<\/p>\n<p>\u201cMemang masih cukup resilient, tetapi memang resiliensi itu sangat ditopang oleh kebijakan pemerintah, terutama program-program pro-growth yang ditopang oleh fiscal driven,\u201d kata Josua.<\/p>\n<p>Salah satu kebijakan tersebut adalah paket stimulus fiskal senilai Rp26,34 triliun yang disiapkan pemerintah pada semester II 2026.<\/p>\n<p>Sekitar 70 persen stimulus tersebut diarahkan untuk kebutuhan pangan dan biaya hidup masyarakat. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga daya beli rumah tangga di tengah potensi perlambatan ekonomi.<\/p>\n<p>Josua menilai dampak langsung stimulus tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi relatif terbatas karena nilai stimulus tidak terlalu besar. Namun, kebijakan tersebut tetap penting untuk menjaga momentum pertumbuhan.<\/p>\n<p>\u201cJadi kebijakan stimulus package pada semester dua tahun ini itu lebih untuk menjaga momentum pertumbuhan agar tetap tumbuh di atas 5 persen, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>PIER memperkirakan paket stimulus tersebut hanya memberikan tambahan sekitar 0,05-0,15 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi 2026, bergantung pada efektivitas implementasi dan multiplier fiskalnya. Dengan demikian, stimulus lebih berfungsi sebagai penyangga pertumbuhan dibandingkan sebagai akselerator ekonomi.<\/p>\n<p><strong>Inflasi dan Kebijakan Moneter<\/strong><\/p>\n<p>Dari sisi domestik, tekanan inflasi diperkirakan meningkat pada akhir 2026 akibat faktor cuaca ekstrem seperti El Nino. Namun, kondisi ini diprediksi bersifat temporer dan akan melandai pada tahun berikutnya seiring normalisasi cuaca.<\/p>\n<p>Di sektor moneter, PIER memprediksi suku bunga diperkirakan masih bertahan di level 5,75 persen dalam dua tahun ke depan sebelum mulai memasuki fase pelonggaran pada 2028.<\/p>\n<p>&#8220;Di tahun depan akan ada efek kelambatan akibat kenaikan suku bunga tahun ini, namun pada 2028 kondisi akan membaik ke level 5,33 persen,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Adapun nilai tukar rupiah diproyeksikan masih menghadapi tekanan. Ia memperkirakan nilai tukar pada akhir 2026 berada di sekitar Rp17.900 per dolar AS dan sekitar Rp17.500 per dolar AS dalam dua tahun mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap berada di kisaran 5 persen pada semester II 2026, namun lajunya diperkirakan mulai melandai pada kuartal III dan kuartal IV. Meski demikian, momentum pertumbuhan ini dibayangi oleh sejumlah tekanan signifikan, baik dari kondisi global maupun domestik. Permata Institute for Economic Research (PIER) memperkirakan ekonomi nasional [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4959,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,2],"tags":[],"class_list":["post-4958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-ekonomi","category-headline-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>PIER Proyeksi Ekonomi Indonesia Melambat di Semester II 2026, Tumbuh Sekitar 5,26 Persen - Petisi Brawijaya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PIER Proyeksi Ekonomi Indonesia Melambat di Semester II 2026, Tumbuh Sekitar 5,26 Persen - Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap berada di kisaran 5 persen pada semester II 2026, namun lajunya diperkirakan mulai melandai pada kuartal III dan kuartal IV. Meski demikian, momentum pertumbuhan ini dibayangi oleh sejumlah tekanan signifikan, baik dari kondisi global maupun domestik. Permata Institute for Economic Research (PIER) memperkirakan ekonomi nasional [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-11T15:29:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-11-at-10.06.46.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"466\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"petisiadm\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"petisiadm\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958\"},\"author\":{\"name\":\"petisiadm\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\"},\"headline\":\"PIER Proyeksi Ekonomi Indonesia Melambat di Semester II 2026, Tumbuh Sekitar 5,26 Persen\",\"datePublished\":\"2026-08-11T15:29:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958\"},\"wordCount\":934,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2026-08-11-at-10.06.46.jpeg\",\"articleSection\":[\"Ekonomi\",\"Headline News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958\",\"name\":\"PIER Proyeksi Ekonomi Indonesia Melambat di Semester II 2026, Tumbuh Sekitar 5,26 Persen - Petisi Brawijaya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2026-08-11-at-10.06.46.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-08-11T15:29:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2026-08-11-at-10.06.46.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2026-08-11-at-10.06.46.jpeg\",\"width\":700,\"height\":466,\"caption\":\"Ilustrasi- Rupiah (Foto: PIXABAY\\\/IQBAL NURIL ANWAR)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=4958#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PIER Proyeksi Ekonomi Indonesia Melambat di Semester II 2026, Tumbuh Sekitar 5,26 Persen\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"description\":\"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"width\":545,\"height\":181,\"caption\":\"Petisi Brawijaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/petisi.brawijaya\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\",\"name\":\"petisiadm\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"petisiadm\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PIER Proyeksi Ekonomi Indonesia Melambat di Semester II 2026, Tumbuh Sekitar 5,26 Persen - Petisi Brawijaya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"PIER Proyeksi Ekonomi Indonesia Melambat di Semester II 2026, Tumbuh Sekitar 5,26 Persen - Petisi Brawijaya","og_description":"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap berada di kisaran 5 persen pada semester II 2026, namun lajunya diperkirakan mulai melandai pada kuartal III dan kuartal IV. Meski demikian, momentum pertumbuhan ini dibayangi oleh sejumlah tekanan signifikan, baik dari kondisi global maupun domestik. Permata Institute for Economic Research (PIER) memperkirakan ekonomi nasional [&hellip;]","og_url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958","og_site_name":"Petisi Brawijaya","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/","article_published_time":"2026-08-11T15:29:53+00:00","og_image":[{"width":700,"height":466,"url":"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-11-at-10.06.46.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"petisiadm","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"petisiadm","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958"},"author":{"name":"petisiadm","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b"},"headline":"PIER Proyeksi Ekonomi Indonesia Melambat di Semester II 2026, Tumbuh Sekitar 5,26 Persen","datePublished":"2026-08-11T15:29:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958"},"wordCount":934,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-11-at-10.06.46.jpeg","articleSection":["Ekonomi","Headline News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958","name":"PIER Proyeksi Ekonomi Indonesia Melambat di Semester II 2026, Tumbuh Sekitar 5,26 Persen - Petisi Brawijaya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-11-at-10.06.46.jpeg","datePublished":"2026-08-11T15:29:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958#primaryimage","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-11-at-10.06.46.jpeg","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-11-at-10.06.46.jpeg","width":700,"height":466,"caption":"Ilustrasi- Rupiah (Foto: PIXABAY\/IQBAL NURIL ANWAR)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=4958#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PIER Proyeksi Ekonomi Indonesia Melambat di Semester II 2026, Tumbuh Sekitar 5,26 Persen"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","name":"Petisi Brawijaya","description":"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi","publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization","name":"Petisi Brawijaya","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","width":545,"height":181,"caption":"Petisi Brawijaya"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b","name":"petisiadm","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","caption":"petisiadm"},"sameAs":["http:\/\/petisibrawijaya.or.id"],"url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4958"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4958\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4960,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4958\/revisions\/4960"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}