{"id":520,"date":"2025-10-13T04:46:03","date_gmt":"2025-10-13T04:46:03","guid":{"rendered":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520"},"modified":"2025-10-13T04:46:03","modified_gmt":"2025-10-13T04:46:03","slug":"menkeu-purbaya-tolak-bayar-utang-kereta-cepat-rp116-triliun-pakai-apbn-danantara-punya-dividen-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520","title":{"rendered":"Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Rp116 Triliun Pakai APBN: \u201cDanantara Punya Dividen Sendiri\u201d"},"content":{"rendered":"<p><strong>Petisi Brawijaya Media<\/strong> &#8211; Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang mencapai Rp116 triliun.<\/p>\n<p>Purbaya menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin seluruh beban proyek infrastruktur ditanggung oleh APBN.<\/p>\n<p>Menurutnya, tanggung jawab pembiayaan proyek tersebut berada di bawah pengelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang memiliki sumber pendanaan mandiri melalui dividen investasi.<\/p>\n<p>\u201cKCIC itu kan di bawah Danantara, kalau di bawah Danantara buat Danantara kan mestinya mereka sudah punya manajemen sendiri, sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp80 triliun atau lebih,&#8221; kata Purbaya dalam acara Media Gathering Kemenkeu 2025 di Bogor, Jumat, (10\/10\/2025).<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa pemisahan antara pembiayaan swasta dan pemerintah menjadi penting agar APBN tidak terus-menerus menjadi sumber talangan proyek strategis.<\/p>\n<p>\u201cKalau tidak dipisahkan, semuanya kita lagi yang tanggung, termasuk dividennya. Jadi ini kan mau dipisahin swasta sama government,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, mengatakan utang kereta cepat merupakan B2B atau business to business. Itu artinya tidak ada utang pemerintah.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada utang pemerintah, karena dilakukan oleh badan usaha, konsorsium badan usaha Indonesia dan China, di mana konsorsiumnya dipimpin oleh PT KAI,&#8221; jelas Suminto.<\/p>\n<p>Danantara, yang sejak Maret 2025 telah mengambil alih pengelolaan dividen dari sejumlah BUMN, dinilai memiliki kapasitas finansial untuk menangani pembiayaan proyek tanpa intervensi APBN.<\/p>\n<p>Bola panas utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh kembali bergulir usai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengajukan sejumlah skema penyelesaian utang proyek kereta cepat.<\/p>\n<p>Dony menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua skema penyelesaian utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebesar Rp116 triliun. Dua skema itu di antaranya dengan menyuntikkan dana kepada PT Kereta Api Indonesia atau menyerahkan infrastruktur kereta cepat kepada pemerintah.<\/p>\n<p>Yang artinya PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), sebagai pengelola operasional, akan mengubah model bisnisnya menjadi operator tanpa kepemilikan infrastruktur.<\/p>\n<p>Usulan itu, klaim Dony Oskaria, telah disampaikan kepada pemerintah pusat, melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kementerian Perhubungan. Sehingga tinggal menunggu keputusan final.<\/p>\n<p>&#8220;Nah ini apakah [pemerintah] menambah equity [modal] sehingga kemudian perusahaan ini menjadi self sustain [mandiri] karena secara operasional mereka kan sudah sudah cukup,&#8221; ujarnya kepada wartawan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (9\/10\/2025).<\/p>\n<p>&#8220;Kemudian kita serahkan infrastrukturnya sebagaimana industri kereta api lain, infrastrukturnya [menjadi] milik pemerintah. Ini dua opsi yang kita coba tawarkan,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Sementara, Menteri Investasi dan Hilirisasi\/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan, proses negosiasi untuk restrukturisasi utang proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sedang berlangsung.<\/p>\n<p>Negosiasi dilakukan dengan pemerintah dan perusahaan mitra dari China guna menyepakati struktur pembiayaan baru yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<p>&#8220;Iya, sedang berjalan (restrukturisasi) dengan pihak China, baik dengan pemerintah China (negosiasi) sedang berjalan,&#8221; kata Rosan, Rabu (8\/10).<\/p>\n<p>Dia menerangkan, restrukturisasi utang proyek KCIC tidak sekadar perbaikan jangka pendek, melainkan mencakup reformasi menyeluruh terhadap struktur pembiayaan agar risiko serupa tidak terulang pada masa mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petisi Brawijaya Media &#8211; Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang mencapai Rp116 triliun. Purbaya menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin seluruh beban proyek infrastruktur ditanggung oleh APBN. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":521,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,2],"tags":[201,166,147,111,51,246,208],"class_list":{"0":"post-520","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-ekonomi","8":"category-headline-news","9":"tag-apbn","10":"tag-jokowi","11":"tag-kementerian-keuangan","12":"tag-menkeu-purbaya","13":"tag-purbaya-yudhi-sadewa","14":"tag-utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-rp-116-triliun","15":"tag-utang-whoosh"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Rp116 Triliun Pakai APBN: \u201cDanantara Punya Dividen Sendiri\u201d - Petisi Brawijaya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Rp116 Triliun Pakai APBN: \u201cDanantara Punya Dividen Sendiri\u201d - Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Petisi Brawijaya Media &#8211; Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang mencapai Rp116 triliun. Purbaya menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin seluruh beban proyek infrastruktur ditanggung oleh APBN. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-13T04:46:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Utang-woosh.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"petisiadm\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"petisiadm\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520\"},\"author\":{\"name\":\"petisiadm\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\"},\"headline\":\"Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Rp116 Triliun Pakai APBN: \u201cDanantara Punya Dividen Sendiri\u201d\",\"datePublished\":\"2025-10-13T04:46:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520\"},\"wordCount\":502,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Utang-woosh.jpeg\",\"keywords\":[\"APBN\",\"Jokowi\",\"Kementerian Keuangan\",\"Menkeu Purbaya\",\"Purbaya Yudhi Sadewa\",\"Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp 116 Triliun\",\"Utang Whoosh\"],\"articleSection\":[\"Ekonomi\",\"Headline News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520\",\"name\":\"Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Rp116 Triliun Pakai APBN: \u201cDanantara Punya Dividen Sendiri\u201d - Petisi Brawijaya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Utang-woosh.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-10-13T04:46:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Utang-woosh.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Utang-woosh.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1200,\"caption\":\"Kolase Istimewa\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=520#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Rp116 Triliun Pakai APBN: \u201cDanantara Punya Dividen Sendiri\u201d\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"description\":\"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"width\":545,\"height\":181,\"caption\":\"Petisi Brawijaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/petisi.brawijaya\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\",\"name\":\"petisiadm\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"petisiadm\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Rp116 Triliun Pakai APBN: \u201cDanantara Punya Dividen Sendiri\u201d - Petisi Brawijaya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Rp116 Triliun Pakai APBN: \u201cDanantara Punya Dividen Sendiri\u201d - Petisi Brawijaya","og_description":"Petisi Brawijaya Media &#8211; Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang mencapai Rp116 triliun. Purbaya menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin seluruh beban proyek infrastruktur ditanggung oleh APBN. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520","og_site_name":"Petisi Brawijaya","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/","article_published_time":"2025-10-13T04:46:03+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1200,"url":"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Utang-woosh.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"petisiadm","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"petisiadm","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520"},"author":{"name":"petisiadm","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b"},"headline":"Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Rp116 Triliun Pakai APBN: \u201cDanantara Punya Dividen Sendiri\u201d","datePublished":"2025-10-13T04:46:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520"},"wordCount":502,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Utang-woosh.jpeg","keywords":["APBN","Jokowi","Kementerian Keuangan","Menkeu Purbaya","Purbaya Yudhi Sadewa","Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp 116 Triliun","Utang Whoosh"],"articleSection":["Ekonomi","Headline News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520","name":"Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Rp116 Triliun Pakai APBN: \u201cDanantara Punya Dividen Sendiri\u201d - Petisi Brawijaya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Utang-woosh.jpeg","datePublished":"2025-10-13T04:46:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520#primaryimage","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Utang-woosh.jpeg","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Utang-woosh.jpeg","width":1600,"height":1200,"caption":"Kolase Istimewa"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=520#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menkeu Purbaya Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Rp116 Triliun Pakai APBN: \u201cDanantara Punya Dividen Sendiri\u201d"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","name":"Petisi Brawijaya","description":"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi","publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization","name":"Petisi Brawijaya","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","width":545,"height":181,"caption":"Petisi Brawijaya"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b","name":"petisiadm","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","caption":"petisiadm"},"sameAs":["http:\/\/petisibrawijaya.or.id"],"url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=520"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/520\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":522,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/520\/revisions\/522"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/521"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}