{"id":5219,"date":"2026-09-02T13:59:00","date_gmt":"2026-09-02T13:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219"},"modified":"2026-09-19T14:02:04","modified_gmt":"2026-09-19T14:02:04","slug":"karhutla-2026-makin-meluas-celios-potensi-kerugian-ekonomi-dan-kesehatan-capai-rp1231-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219","title":{"rendered":"Karhutla 2026 Makin Meluas, CELIOS: Potensi Kerugian Ekonomi dan Kesehatan Capai Rp123,1 Triliun"},"content":{"rendered":"<p><strong>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA<\/strong> &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sepanjang 2026 menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Selain memperluas area terdampak dan menimbulkan kabut asap, bencana tersebut juga berpotensi memberikan tekanan besar terhadap perekonomian serta kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>Center for Economic and Law Studies (CELIOS) dalam laporan terbarunya, \u201cYang Sesak Napas dan Yang Membayar Kerugian Ekonomi Kebakaran Hutan,\u201d mengungkap, total biaya ekonomi dan biaya kesehatan akibat karhutla sepanjang Januari-Agustus 2026 berpotensi mencapai Rp 39,29 hingga Rp 123,1 triliun.<\/p>\n<p>Direktur Ekonomi CELIOS Nailul Huda mengatakan angka Rp123,1 triliun tersebut setara 49,1 persen dari proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah 2026.<\/p>\n<p>&#8220;Angka Rp123,1 triliun ini setara 49,1 persen dari proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah tahun 2026,&#8221; kata Huda dalam keterangan tertulis pada Rabu, (2\/9\/2026).<\/p>\n<p>Dalam kajian Celios, kerugian ekonomi akibat hilangnya aset fisik serta terganggunya aktivitas ekonomi mencapai Rp 29,54 triliun. Gangguan tersebut mencakup perdagangan, pertanian, akomodasi, serta sektor makanan dan minuman yang terdampak asap dan terhentinya aktivitas produksi.<\/p>\n<p>Huda menambahkan bahwa estimasi tersebut belum memasukkan risiko meluasnya karhutla hingga akhir tahun. Dengan demikian, nilai kerugian riil berpeluang lebih besar.<\/p>\n<p>\u201cDan yang perlu digarisbawahi, angka ini belum menghitung skenario meluasnya karhutla hingga akhir tahun. Artinya, potensi kerugian riil bisa jauh lebih besar dari yang kami sampaikan hari ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) yang dikutip dalam kajian CELIOS menunjukkan luas areal terbakar sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 202.010,96 hektare secara nasional.<\/p>\n<p>Sementara itu, data Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK mencatat jumlah kejadian karhutla sepanjang Januari-Juni 2026 melonjak 366 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.<\/p>\n<p>Dari sisi wilayah, Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah dengan luas areal terbakar terbesar, yakni sekitar 38.310,86 hektare, dengan dampak kerugian nominal mencapai Rp 5,7 triliun<\/p>\n<p>Wilayah berikutnya adalah Papua Selatan dengan sekitar 25.838,53 hektare, dengan dampak kerugian sebesar Rp 4,3 triliun.<\/p>\n<p>Menurut Huda, kondisi tersebut menunjukkan dampak karhutla tidak lagi hanya terkonsentrasi di Kalimantan dan Sumatra, tetapi telah meluas hingga Indonesia Timur.<\/p>\n<p>Celios juga memperkirakan karhutla berpotensi mengurangi penerimaan negara dari pajak bersih daerah sekitar Rp 269,86 miliar pada 2026.<\/p>\n<p>Dampak tersebut dapat merambat ke daerah lain melalui keterkaitan antarsektor, termasuk industri pengolahan kayu, pulp and paper, hingga furnitur.<\/p>\n<p>Selain kerugian ekonomi, karhutla memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>Celios memperkirakan sekitar 1,78 juta orang berpotensi terdampak dan terdiagnosis infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan total biaya kesehatan mencapai sekitar Rp 9,75 triliun.<\/p>\n<p>Nilai tersebut terdiri atas biaya kesehatan langsung sebesar Rp 7,13 triliun dan biaya kesehatan tidak langsung Rp 2,63 triliun.<\/p>\n<p>&#8220;Jika masyarakat yang mengalami gejala ISPA tetapi tidak sempat mendapatkan pemeriksaan turut diperhitungkan, jumlahnya berpotensi mencapai 17,4 juta jiwa, dengan total biaya kesehatan sekitar Rp 93,56 triliun, setara 67,6 persen dari total anggaran fungsi kesehatan di APBN 2026,&#8221; ujar Huda.<\/p>\n<p>Besarnya potensi kerugian tersebut menjadi alasan Celios mendorong pemerintah memperkuat strategi mitigasi karhutla.<\/p>\n<p>Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira menilai karhutla tidak dapat hanya dipandang sebagai dampak kondisi cuaca ekstrem atau fenomena iklim.<\/p>\n<p>\u200eKarhutla bukan semata anomali cuaca Super El-Nino, tapi juga ulah korporasi, rentannya lahan gambut akibat industri ekstraktif menjadi pemicu utama, sementara kekeringan panjang hanyalah pra-kondisi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Perubahan pola sebaran karhutla membutuhkan penyesuaian strategi mitigasi pemerintah. Menurutnya, kebijakan pencegahan selama ini terlalu berfokus pada kawasan gambut di Sumatra dan Kalimantan.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini strategi pencegahan karhutla terlalu terfokus pada moratorium izin di lahan gambut Sumatra-Kalimantan. Tapi data 2026 menunjukkan ancaman sudah merambat ke lahan gambut di Papua Selatan,\u201d kata Bhima.<\/p>\n<p>\u200eBhima juga menyoroti tingginya kebakaran di Papua Selatan yang disebut terjadi bersamaan dengan pembukaan lahan untuk sejumlah proyek, termasuk food estate dan bioetanol.<\/p>\n<p>\u200eAtas kondisi tersebut, CELIOS mendorong pemerintah mengambil sejumlah langkah segera untuk mengantisipasi dampak karhutla yang lebih luas.<\/p>\n<p>CELIOS mendesak pemerintah menetapkan status Bencana Nasional Karhutla 2026 serta memperkuat penanganan masyarakat terdampak, termasuk penyediaan tempat pengungsian dan evakuasi medis bagi kelompok rentan.<\/p>\n<p>CELIOS juga meminta pemerintah mengevaluasi seluruh izin usaha perkebunan sawit, termasuk yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN), serta sektor pertambangan melalui audit menyeluruh. Audit tersebut diusulkan disertai sanksi pencabutan izin dan hasilnya dibuka kepada publik.<\/p>\n<p>Selain itu, CELIOS mendorong pembentukan tim pemulihan ekosistem terpadu untuk memperkuat pemulihan pascakarhutla.<\/p>\n<p>Bhima menilai upaya pemulihan pascakarhutla perlu diperkuat setelah Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dibubarkan pada 2024.<\/p>\n<p>\u200e\u201dTim ini perlu diintegrasikan dengan proses evaluasi dan pencabutan izin usaha pihak penyebab karhutla,\u201d tegas Bhima.<\/p>\n<p>Dengan potensi kerugian yang mencapai Rp 123,1 triliun, Celios menilai mitigasi karhutla perlu dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi nasional. Penguatan pencegahan dinilai dapat menekan beban yang harus ditanggung masyarakat, dunia usaha, dan negara akibat dampak kebakaran hutan dan lahan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sepanjang 2026 menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Selain memperluas area terdampak dan menimbulkan kabut asap, bencana tersebut juga berpotensi memberikan tekanan besar terhadap perekonomian serta kesehatan masyarakat. Center for Economic and Law Studies (CELIOS) dalam laporan terbarunya, \u201cYang Sesak Napas dan Yang Membayar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5220,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,2,7],"tags":[],"class_list":["post-5219","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-ekonomi","category-headline-news","category-megapolitan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Karhutla 2026 Makin Meluas, CELIOS: Potensi Kerugian Ekonomi dan Kesehatan Capai Rp123,1 Triliun - Petisi Brawijaya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Karhutla 2026 Makin Meluas, CELIOS: Potensi Kerugian Ekonomi dan Kesehatan Capai Rp123,1 Triliun - Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sepanjang 2026 menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Selain memperluas area terdampak dan menimbulkan kabut asap, bencana tersebut juga berpotensi memberikan tekanan besar terhadap perekonomian serta kesehatan masyarakat. Center for Economic and Law Studies (CELIOS) dalam laporan terbarunya, \u201cYang Sesak Napas dan Yang Membayar [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-02T13:59:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-19T14:02:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picture7-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"247\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"330\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"petisiadm\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"petisiadm\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219\"},\"author\":{\"name\":\"petisiadm\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\"},\"headline\":\"Karhutla 2026 Makin Meluas, CELIOS: Potensi Kerugian Ekonomi dan Kesehatan Capai Rp123,1 Triliun\",\"datePublished\":\"2026-09-02T13:59:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-19T14:02:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219\"},\"wordCount\":733,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Picture7-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Ekonomi\",\"Headline News\",\"Megapolitan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219\",\"name\":\"Karhutla 2026 Makin Meluas, CELIOS: Potensi Kerugian Ekonomi dan Kesehatan Capai Rp123,1 Triliun - Petisi Brawijaya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Picture7-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-02T13:59:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-19T14:02:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Picture7-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Picture7-1.jpg\",\"width\":247,\"height\":330,\"caption\":\"ilustrasi - penampakan sebaran titik panas dari NASA di Kalimantan (foto:google)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5219#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Karhutla 2026 Makin Meluas, CELIOS: Potensi Kerugian Ekonomi dan Kesehatan Capai Rp123,1 Triliun\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"description\":\"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"width\":545,\"height\":181,\"caption\":\"Petisi Brawijaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/petisi.brawijaya\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\",\"name\":\"petisiadm\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"petisiadm\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Karhutla 2026 Makin Meluas, CELIOS: Potensi Kerugian Ekonomi dan Kesehatan Capai Rp123,1 Triliun - Petisi Brawijaya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Karhutla 2026 Makin Meluas, CELIOS: Potensi Kerugian Ekonomi dan Kesehatan Capai Rp123,1 Triliun - Petisi Brawijaya","og_description":"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sepanjang 2026 menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Selain memperluas area terdampak dan menimbulkan kabut asap, bencana tersebut juga berpotensi memberikan tekanan besar terhadap perekonomian serta kesehatan masyarakat. Center for Economic and Law Studies (CELIOS) dalam laporan terbarunya, \u201cYang Sesak Napas dan Yang Membayar [&hellip;]","og_url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219","og_site_name":"Petisi Brawijaya","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/","article_published_time":"2026-09-02T13:59:00+00:00","article_modified_time":"2026-09-19T14:02:04+00:00","og_image":[{"width":247,"height":330,"url":"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picture7-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"petisiadm","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"petisiadm","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219"},"author":{"name":"petisiadm","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b"},"headline":"Karhutla 2026 Makin Meluas, CELIOS: Potensi Kerugian Ekonomi dan Kesehatan Capai Rp123,1 Triliun","datePublished":"2026-09-02T13:59:00+00:00","dateModified":"2026-09-19T14:02:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219"},"wordCount":733,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picture7-1.jpg","articleSection":["Ekonomi","Headline News","Megapolitan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219","name":"Karhutla 2026 Makin Meluas, CELIOS: Potensi Kerugian Ekonomi dan Kesehatan Capai Rp123,1 Triliun - Petisi Brawijaya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picture7-1.jpg","datePublished":"2026-09-02T13:59:00+00:00","dateModified":"2026-09-19T14:02:04+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219#primaryimage","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picture7-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picture7-1.jpg","width":247,"height":330,"caption":"ilustrasi - penampakan sebaran titik panas dari NASA di Kalimantan (foto:google)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5219#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Karhutla 2026 Makin Meluas, CELIOS: Potensi Kerugian Ekonomi dan Kesehatan Capai Rp123,1 Triliun"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","name":"Petisi Brawijaya","description":"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi","publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization","name":"Petisi Brawijaya","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","width":545,"height":181,"caption":"Petisi Brawijaya"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b","name":"petisiadm","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","caption":"petisiadm"},"sameAs":["http:\/\/petisibrawijaya.or.id"],"url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5219","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5219"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5219\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5221,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5219\/revisions\/5221"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5220"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5219"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5219"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5219"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}