{"id":5225,"date":"2026-09-02T14:05:06","date_gmt":"2026-09-02T14:05:06","guid":{"rendered":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225"},"modified":"2026-09-19T14:13:01","modified_gmt":"2026-09-19T14:13:01","slug":"menko-kumham-imipas-respons-8-wni-diduga-jadi-tentara-rusia-masih-diverifikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225","title":{"rendered":"Menko Kumham Imipas Respons 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Masih Diverifikasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA<\/strong> &#8211; Pemerintah Indonesia masih melakukan verifikasi terhadap informasi mengenai delapan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga direkrut untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Federasi Rusia. Pemerintah belum mengambil kesimpulan terkait status dan keterlibatan kedelapan WNI tersebut.<\/p>\n<p>Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, informasi tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh. Pemerintah akan memastikan identitas para WNI, proses perekrutan, tawaran yang diberikan, hingga apakah mereka benar-benar masuk dalam dinas militer Rusia.<\/p>\n<p>\u201cInformasi yang disampaikan pihak Ukraina tentu kita cermati. Tetapi kita tidak boleh langsung mengambil kesimpulan sebelum seluruh faktanya diverifikasi,\u201d kata Yusril dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (2\/9\/2026).<\/p>\n<p>Menurut dia, pemerintah perlu memastikan identitas para WNI, proses perekrutan, hal yang ditawarkan kepada mereka, serta kebenaran mengenai keterlibatan mereka dalam dinas militer Rusia.<\/p>\n<p>Yusril mengatakan apabila informasi tersebut terbukti, pemerintah perlu melihat persoalan itu dari dua sisi.<\/p>\n<p>Pertama, pemerintah berkepentingan memberikan perlindungan apabila kedelapan WNI itu ternyata menjadi korban penipuan atau eksploitasi. Terlebih apabila mereka direkrut dengan modus tawaran pekerjaan sipil tetapi kemudian diarahkan masuk ke dinas militer dan ditempatkan di wilayah konflik.<\/p>\n<p>\u201cKalau benar ada warga negara kita yang direkrut dengan modus tawaran pekerjaan, tetapi kemudian ternyata diarahkan untuk masuk dinas militer dan dikirim ke wilayah konflik, tentu kita harus melihat apakah yang bersangkutan merupakan korban. Pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan kepada WNI yang menjadi korban,\u201d ujar Yusril.<\/p>\n<p>Di sisi lain, pemerintah juga harus mempertimbangkan konsekuensi hukum apabila seseorang secara sadar bergabung dengan dinas militer negara asing tanpa izin yang dipersyaratkan.<\/p>\n<p>Yusril menjelaskan Indonesia memiliki ketentuan mengenai kehilangan kewarganegaraan bagi WNI yang masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.<\/p>\n<p>Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 23 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau memang terbukti memenuhi ketentuan kehilangan kewarganegaraan, tentu pemerintah akan mengambil langkah sesuai mekanisme hukum,&#8221; ujar Yusril.<\/p>\n<p>Namun, Yusril menekankan bahwa status kewarganegaraan seseorang tidak bisa dicabut hanya berdasarkan pemberitaan atau informasi sepihak.<\/p>\n<p>\u201cStatus kewarganegaraan seseorang tidak boleh kita tentukan hanya berdasarkan pemberitaan atau informasi sepihak. Harus ada penelitian dan proses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,\u201d kata Yusril.<\/p>\n<p>Karena itu, pemerintah tidak ingin langsung menyatakan kedelapan WNI tersebut telah melanggar ketentuan kewarganegaraan sebelum seluruh fakta terungkap.<\/p>\n<p><strong>Kemhan dan Kemlu Turut Verifikasi<\/strong><\/p>\n<p>Proses verifikasi tidak hanya dilakukan oleh Kemenko Kumham Imipas. Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga menyatakan telah mencermati informasi mengenai delapan WNI tersebut.<\/p>\n<p>Kepala Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan pemerintah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), perwakilan RI, serta kementerian dan lembaga terkait.<\/p>\n<p>&#8220;Atas informasi tersebut, Kemhan sudah mencermati informasi tersebut. Saat ini Pemerintah masih melakukan verifikasi dan koordinasi melalui Kemlu, Perwakilan RI, serta kementerian\/lembaga terkait untuk memastikan identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, dan bentuk keterlibatan para WNI dimaksud,&#8221; kata Rico dalam keterangan kepada awak media, Rabu (2\/9\/2026).<\/p>\n<p>Rico menegaskan pemerintah belum berani menyimpulkan apa pun soal proses perekrutan. Semua masih menunggu hasil verifikasi rampung.<\/p>\n<p>&#8220;Karena proses verifikasi masih berjalan, tentunya kita tidak ingin berspekulasi mengenai bagaimana mereka direkrut maupun bentuk penugasannya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Jika nantinya terbukti benar, Kemenhan memastikan keterlibatan WNI di militer asing itu murni tindakan pribadi, bukan sikap resmi negara.<\/p>\n<p>Terkait proses hukum, Rico mengartakan akan mengacu aturan main yang berlaku. Ia menyebut nasib para WNI itu baru diputuskan setelah fakta-fakta benar-benar terverifikasi.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, delapan WNI yang diduga menjadi tentara bayaran Rusia berasal dari laporan Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU).<\/p>\n<p>FISU mengklaim telah memperoleh sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perekrutan sedikitnya delapan WNI ke dalam barisan militer Rusia.<\/p>\n<p>Kedelapan nama yang disebut dalam laporan tersebut adalah Yuda Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Muhammad Syaripudin, M Hadi Maulana, Wahyu Oktavian Iskandar, dan Helmi Nuraha Hakim.<\/p>\n<p>Menurut laporan FISU, para WNI tersebut diduga pada awalnya direkrut melalui tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi. Mereka disebut ditawarkan pekerjaan non-tempur, tunjangan sosial, hingga kemungkinan memperoleh kewarganegaraan Rusia secara lebih cepat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Pemerintah Indonesia masih melakukan verifikasi terhadap informasi mengenai delapan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga direkrut untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Federasi Rusia. Pemerintah belum mengambil kesimpulan terkait status dan keterlibatan kedelapan WNI tersebut. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, informasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5226,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,4,7],"tags":[],"class_list":["post-5225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-headline-news","category-hukum","category-megapolitan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menko Kumham Imipas Respons 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Masih Diverifikasi - Petisi Brawijaya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menko Kumham Imipas Respons 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Masih Diverifikasi - Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Pemerintah Indonesia masih melakukan verifikasi terhadap informasi mengenai delapan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga direkrut untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Federasi Rusia. Pemerintah belum mengambil kesimpulan terkait status dan keterlibatan kedelapan WNI tersebut. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, informasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-02T14:05:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-19T14:13:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picture9-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"624\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"422\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"petisiadm\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"petisiadm\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225\"},\"author\":{\"name\":\"petisiadm\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\"},\"headline\":\"Menko Kumham Imipas Respons 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Masih Diverifikasi\",\"datePublished\":\"2026-09-02T14:05:06+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-19T14:13:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225\"},\"wordCount\":649,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Picture9-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Headline News\",\"Hukum\",\"Megapolitan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225\",\"name\":\"Menko Kumham Imipas Respons 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Masih Diverifikasi - Petisi Brawijaya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Picture9-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-02T14:05:06+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-19T14:13:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Picture9-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Picture9-1.jpg\",\"width\":624,\"height\":422,\"caption\":\"Arsip - Satriya Arta Kumbara (duduk kanan), WNI yang jadi tentara bayaran Rusia. (Foto: Republika.co.id)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5225#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menko Kumham Imipas Respons 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Masih Diverifikasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"description\":\"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"width\":545,\"height\":181,\"caption\":\"Petisi Brawijaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/petisi.brawijaya\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\",\"name\":\"petisiadm\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"petisiadm\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menko Kumham Imipas Respons 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Masih Diverifikasi - Petisi Brawijaya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menko Kumham Imipas Respons 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Masih Diverifikasi - Petisi Brawijaya","og_description":"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Pemerintah Indonesia masih melakukan verifikasi terhadap informasi mengenai delapan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga direkrut untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Federasi Rusia. Pemerintah belum mengambil kesimpulan terkait status dan keterlibatan kedelapan WNI tersebut. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, informasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225","og_site_name":"Petisi Brawijaya","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/","article_published_time":"2026-09-02T14:05:06+00:00","article_modified_time":"2026-09-19T14:13:01+00:00","og_image":[{"width":624,"height":422,"url":"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picture9-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"petisiadm","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"petisiadm","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225"},"author":{"name":"petisiadm","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b"},"headline":"Menko Kumham Imipas Respons 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Masih Diverifikasi","datePublished":"2026-09-02T14:05:06+00:00","dateModified":"2026-09-19T14:13:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225"},"wordCount":649,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picture9-1.jpg","articleSection":["Headline News","Hukum","Megapolitan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225","name":"Menko Kumham Imipas Respons 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Masih Diverifikasi - Petisi Brawijaya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picture9-1.jpg","datePublished":"2026-09-02T14:05:06+00:00","dateModified":"2026-09-19T14:13:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225#primaryimage","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picture9-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Picture9-1.jpg","width":624,"height":422,"caption":"Arsip - Satriya Arta Kumbara (duduk kanan), WNI yang jadi tentara bayaran Rusia. (Foto: Republika.co.id)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5225#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menko Kumham Imipas Respons 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Masih Diverifikasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","name":"Petisi Brawijaya","description":"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi","publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization","name":"Petisi Brawijaya","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","width":545,"height":181,"caption":"Petisi Brawijaya"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b","name":"petisiadm","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","caption":"petisiadm"},"sameAs":["http:\/\/petisibrawijaya.or.id"],"url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5225"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5225\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5227,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5225\/revisions\/5227"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}