{"id":5537,"date":"2026-10-19T15:40:51","date_gmt":"2026-10-19T15:40:51","guid":{"rendered":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537"},"modified":"2026-10-22T15:43:09","modified_gmt":"2026-10-22T15:43:09","slug":"breaking-hsg-anjlok-515-ke-level-4-917-kembali-ke-level-10-tahun-lalu-ini-respons-pemerintah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537","title":{"rendered":"BREAKING! HSG Anjlok 5,15% ke Level 4.917, Kembali ke Level 10 Tahun Lalu, Ini Respons Pemerintah"},"content":{"rendered":"<p><strong>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA<\/strong> &#8211; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin (19\/10\/2026). Indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut terkoreksi 223,23 poin atau 4,31 persen ke level 4.961,88. Sepuluh menit berselang, IHSG kehilangan lebih dari 267 poin atau setara 5,15% ke level 4.917,83, memperpanjang tekanan hebat yang melanda pasar modal dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n<p>Level IHSG hari ini sama seperti sekitar 10 tahun lalu, tepatnya pada mulai April 2016 ketika IHSG mulai memasuki kisaran 4.900.<\/p>\n<p>Adapun total volume perdagangan sejak pembukaan pagi ini tercatat Rp4,81 triliun usai 4,64 miliar saham ditransaksikan.<\/p>\n<p>Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 275.200 kali.<\/p>\n<p>Hanya ada 43 saham yang naik, sedangkan 751 saham turun. Sementara, 169 saham tidak bergerak.<\/p>\n<p><strong>Dampak Evaluasi MSCI Jadi Sorotan<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah perkembangan evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap klasifikasi pasar modal Indonesia.<\/p>\n<p>MSCI merupakan penyedia indeks saham global yang digunakan banyak manajer investasi dan investor institusional sebagai acuan dalam menentukan alokasi portofolio. Perubahan klasifikasi suatu negara dalam indeks MSCI berpotensi memengaruhi keputusan investasi, termasuk aliran dana asing ke pasar saham negara tersebut.<\/p>\n<p>MSCI sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan Indonesia dari kelompok emerging markets atau pasar negara berkembang dan memindahkannya ke kategori standalone market.<\/p>\n<p>Ancaman tersebut menimbulkan kekhawatiran karena status pasar saham Indonesia dapat memengaruhi keputusan investasi pengelola dana global.<\/p>\n<p>Perubahan klasifikasi berpotensi mengurangi daya tarik saham domestik bagi investor internasional yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan pengelolaan portofolio.<\/p>\n<p>Apabila perubahan itu benar-benar diterapkan, Indonesia berisiko kehilangan sebagian akses terhadap aliran modal yang selama ini masuk melalui instrumen investasi berbasis indeks global.<\/p>\n<p>Persoalan yang disoroti MSCI berkaitan dengan transparansi kepemilikan saham dan pola perdagangan di pasar modal Indonesia.<\/p>\n<p>Pada Januari 2026, lembaga penyedia indeks tersebut sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan penurunan status Indonesia ke frontier market.<\/p>\n<p>Namun, dalam perkembangan terbaru, MSCI menilai kemajuan pembenahan yang dilakukan belum cukup untuk mengatasi persoalan mendasar di pasar saham. Bahkan, klasifikasi frontier market dinilai belum tentu menggambarkan tingkat permasalahan yang dihadapi.<\/p>\n<p><strong>Ancaman Dana Keluar Rp100 Triliun<\/strong><\/p>\n<p>Risiko terbesar dari perubahan klasifikasi MSCI tidak hanya berasal dari penurunan harga saham, tetapi juga potensi keluarnya dana investasi asing dalam jumlah besar.<\/p>\n<p>Dalam risetnya, ahli strategi Goldman Sachs memperkirakan, jika Indonesia benar-benar dikeluarkan dari indeks MSCI, dana pasif yang berpotensi keluar dapat mencapai US$5,6 miliar atau sekitar Rp100,8 triliun.<\/p>\n<p>Sementara itu, investor aktif yang menjadikan indeks MSCI sebagai salah satu acuan memiliki aset terkait Indonesia lebih dari US$8 miliar atau sekitar Rp144 triliun. Berbeda dengan dana pasif, keputusan menjual aset oleh investor aktif bergantung pada pertimbangan masing-masing pengelola investasi.<\/p>\n<p>Potensi arus keluar tersebut muncul ketika investor asing telah mencatatkan penjualan bersih saham Indonesia senilai US$4,88 miliar atau sekitar Rp87,84 triliun sepanjang 2026.<\/p>\n<p>Angka itu berpotensi menjadi arus keluar tahunan terbesar dalam setidaknya 16 tahun terakhir. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan terhadap pasar modal Indonesia telah berlangsung sebelum munculnya ancaman perubahan status dari MSCI.<\/p>\n<p>Goldman Sachs menekankan perlunya bukti nyata atas reformasi pasar modal Indonesia. Mereka menyatakan bahwa perubahan yang dijanjikan harus dijalankan secara konsisten dan mampu memperbaiki fungsi pasar secara signifikan agar reklasifikasi dapat dihindari.<\/p>\n<p><strong>Rupiah Mendekati Rekor Terlemah<\/strong><\/p>\n<p>Tekanan pasar turut menjalar ke nilai tukar rupiah dan instrumen obligasi pemerintah. Rupiah bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS, mendekati rekor pelemahan di Rp18.190 per dolar AS yang tercatat pada Juni lalu.<\/p>\n<p>Kondisi ini menambah tantangan bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, Moody\u2019s dan Fitch telah menurunkan prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif pada awal tahun.<\/p>\n<p>Kekhawatiran investor kini tidak lagi terbatas pada pasar saham yang memiliki nilai sekitar US$500 miliar atau setara Rp9.000 triliun.<\/p>\n<p>Pelemahan rupiah dan potensi kenaikan imbal hasil obligasi juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi biaya pendanaan dan stabilitas keuangan.<\/p>\n<p>Manajer portofolio Allspring Global Investments di Singapura, Gary Tan, menilai risiko yang perlu diwaspadai bukan hanya penjualan saham akibat perubahan indeks, tetapi juga dampaknya terhadap rupiah dan imbal hasil obligasi domestik.<\/p>\n<p>Menurut dia, gangguan pasar yang berlangsung berkepanjangan dapat memperketat kondisi keuangan dan menekan aktivitas ekonomi riil.<\/p>\n<p>Dengan demikian, arah IHSG selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan MSCI, efektivitas reformasi pasar modal, serta kemampuan otoritas menjaga kepercayaan investor.<\/p>\n<p>Jika ketidakpastian berlanjut, tekanan berpotensi meluas dari pasar saham ke nilai tukar dan pembiayaan ekonomi domestik.<\/p>\n<p><strong>BEI Turunkan Batas ARB<\/strong><\/p>\n<p>Untuk merespons gejolak yang semakin besar, Bursa Efek Indonesia (BEI) memangkas batas auto rejection bawah (ARB) menjadi 7 persen pada Senin, 19 Oktober 2026, dari sebelumnya 15 persen.<\/p>\n<p>ARB merupakan mekanisme yang membatasi penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Dengan batas baru tersebut, ruang penurunan harga saham menjadi lebih sempit dibandingkan ketentuan sebelumnya.<\/p>\n<p>BEI menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan memberikan waktu kepada investor untuk mengevaluasi informasi yang berkembang sebelum mengambil keputusan investasi.<\/p>\n<p>Langkah tersebut juga diharapkan mendorong pelaku pasar mempertimbangkan fundamental ekonomi Indonesia, bukan semata-mata bereaksi terhadap gejolak jangka pendek.<\/p>\n<p><strong>Pemerintah RI Buka Suara<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah turut menanggapi pelemahan IHSG yang kembali terjadi pada awal perdagangan hari ini, Senin (19\/10\/2026).<\/p>\n<p>Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan respons terhadap anjloknya indeks saham domestik.<\/p>\n<p>Menurut Airlangga, pemerintah hanya bisa memantau kondisi pasar saham pada hari ini dan ke depan.<\/p>\n<p>&#8220;Nanti kita lihat saja,&#8221; kata Airlangga saat ditemui di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin. &#8220;Ya, kita lihat saja,&#8221; tegasnya lagi saat dimintai penegasan respons pemerintah.<\/p>\n<p>Airlangga mengatakan, pemerintah akan mengadakan rapat khusus dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk merespons kondisi pasar saham itu. Menurutnya, permasalahan masih disebabkan efek sentimen MSCI.<\/p>\n<p>&#8220;Nanti kita lihat minggu ini ya, segera,&#8221; tegas Airlangga.<\/p>\n<p>Ia menilai, penilaian MSCI terhadap pasar saham Indonesia saat ini berseberangan dengan kondisi fundamentalnya.<\/p>\n<p>&#8220;Salah satu yang paling penting kan sebetulnya evidence-based reform yang sudah dilakukan. Itu yang menjadi kunci. Dan antara MSCI dan dasar ekonomi kita yang solid itu dalam tanda petik tidak berhubungan,&#8221; jelas Airlangga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin (19\/10\/2026). Indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut terkoreksi 223,23 poin atau 4,31 persen ke level 4.961,88. Sepuluh menit berselang, IHSG kehilangan lebih dari 267 poin atau setara 5,15% ke level 4.917,83, memperpanjang tekanan hebat yang melanda pasar modal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5538,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,2],"tags":[],"class_list":["post-5537","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-ekonomi","category-headline-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>BREAKING! HSG Anjlok 5,15% ke Level 4.917, Kembali ke Level 10 Tahun Lalu, Ini Respons Pemerintah - Petisi Brawijaya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BREAKING! HSG Anjlok 5,15% ke Level 4.917, Kembali ke Level 10 Tahun Lalu, Ini Respons Pemerintah - Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin (19\/10\/2026). Indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut terkoreksi 223,23 poin atau 4,31 persen ke level 4.961,88. Sepuluh menit berselang, IHSG kehilangan lebih dari 267 poin atau setara 5,15% ke level 4.917,83, memperpanjang tekanan hebat yang melanda pasar modal [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-19T15:40:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-22T15:43:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-19-at-11.23.42.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"petisiadm\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"petisiadm\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537\"},\"author\":{\"name\":\"petisiadm\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\"},\"headline\":\"BREAKING! HSG Anjlok 5,15% ke Level 4.917, Kembali ke Level 10 Tahun Lalu, Ini Respons Pemerintah\",\"datePublished\":\"2026-10-19T15:40:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-22T15:43:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537\"},\"wordCount\":930,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/WhatsApp-Image-2026-10-19-at-11.23.42.jpeg\",\"articleSection\":[\"Ekonomi\",\"Headline News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537\",\"name\":\"BREAKING! HSG Anjlok 5,15% ke Level 4.917, Kembali ke Level 10 Tahun Lalu, Ini Respons Pemerintah - Petisi Brawijaya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/WhatsApp-Image-2026-10-19-at-11.23.42.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-10-19T15:40:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-22T15:43:09+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/WhatsApp-Image-2026-10-19-at-11.23.42.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/WhatsApp-Image-2026-10-19-at-11.23.42.jpeg\",\"width\":960,\"height\":640,\"caption\":\"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hingga kembali ke level 4.000-an pada pembukaan perdagangan Senin (19\\\/10\\\/2026) pagi. (Sumber Foto: Katadata)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5537#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"BREAKING! HSG Anjlok 5,15% ke Level 4.917, Kembali ke Level 10 Tahun Lalu, Ini Respons Pemerintah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"description\":\"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"width\":545,\"height\":181,\"caption\":\"Petisi Brawijaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/petisi.brawijaya\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\",\"name\":\"petisiadm\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"petisiadm\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"BREAKING! HSG Anjlok 5,15% ke Level 4.917, Kembali ke Level 10 Tahun Lalu, Ini Respons Pemerintah - Petisi Brawijaya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"BREAKING! HSG Anjlok 5,15% ke Level 4.917, Kembali ke Level 10 Tahun Lalu, Ini Respons Pemerintah - Petisi Brawijaya","og_description":"PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin (19\/10\/2026). Indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut terkoreksi 223,23 poin atau 4,31 persen ke level 4.961,88. Sepuluh menit berselang, IHSG kehilangan lebih dari 267 poin atau setara 5,15% ke level 4.917,83, memperpanjang tekanan hebat yang melanda pasar modal [&hellip;]","og_url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537","og_site_name":"Petisi Brawijaya","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/","article_published_time":"2026-10-19T15:40:51+00:00","article_modified_time":"2026-10-22T15:43:09+00:00","og_image":[{"width":960,"height":640,"url":"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-19-at-11.23.42.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"petisiadm","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"petisiadm","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537"},"author":{"name":"petisiadm","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b"},"headline":"BREAKING! HSG Anjlok 5,15% ke Level 4.917, Kembali ke Level 10 Tahun Lalu, Ini Respons Pemerintah","datePublished":"2026-10-19T15:40:51+00:00","dateModified":"2026-10-22T15:43:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537"},"wordCount":930,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-19-at-11.23.42.jpeg","articleSection":["Ekonomi","Headline News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537","name":"BREAKING! HSG Anjlok 5,15% ke Level 4.917, Kembali ke Level 10 Tahun Lalu, Ini Respons Pemerintah - Petisi Brawijaya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-19-at-11.23.42.jpeg","datePublished":"2026-10-19T15:40:51+00:00","dateModified":"2026-10-22T15:43:09+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537#primaryimage","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-19-at-11.23.42.jpeg","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-19-at-11.23.42.jpeg","width":960,"height":640,"caption":"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hingga kembali ke level 4.000-an pada pembukaan perdagangan Senin (19\/10\/2026) pagi. (Sumber Foto: Katadata)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5537#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"BREAKING! HSG Anjlok 5,15% ke Level 4.917, Kembali ke Level 10 Tahun Lalu, Ini Respons Pemerintah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","name":"Petisi Brawijaya","description":"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi","publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization","name":"Petisi Brawijaya","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","width":545,"height":181,"caption":"Petisi Brawijaya"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b","name":"petisiadm","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","caption":"petisiadm"},"sameAs":["http:\/\/petisibrawijaya.or.id"],"url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5537"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5537\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5539,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5537\/revisions\/5539"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5538"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}