{"id":5622,"date":"2026-10-22T16:56:31","date_gmt":"2026-10-22T16:56:31","guid":{"rendered":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622"},"modified":"2026-10-22T16:56:31","modified_gmt":"2026-10-22T16:56:31","slug":"11-poin-pidato-prabowo-di-sidang-kabinet-paripurna-dua-tahun-pemerintahan-singgung-koalisi-gemuk-hingga-geram-ke-msci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622","title":{"rendered":"11 Poin Pidato Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan: Singgung Koalisi Gemuk hingga Geram ke MSCI"},"content":{"rendered":"<p><strong>PETISI BRAWIAYA MEDIA, JAKARTA<\/strong> &#8211; Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pesan strategis saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna untuk memperingati dua tahun pemerintahan pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam forum tersebut, Prabowo menyoroti kinerja Kabinet Merah Putih, tantangan geopolitik, besarnya koalisi pemerintah, ketahanan pangan dan energi, hingga dinamika pasar modal yang melibatkan Morgan Stanley Capital International (MSCI).<\/p>\n<p>Dalam arahannya, Prabowo mengapresiasi kerja keras jajaran kabinet selama dua tahun menjalankan pemerintahan.<\/p>\n<p>Ia mengatakan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinannya telah bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi rakyat Indonesia.<\/p>\n<p>Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia masih besar dan ekspektasi masyarakat terhadap pemerintah terus meningkat.<\/p>\n<p>Prabowo juga turut menyoroti capaian swasembada pangan serta rencana pengembangan bahan bakar nabati untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, hingga membela pilihan membentuk koalisi besar yang kerap disebut gemuk.<\/p>\n<p>Berikut sepuluh poin utama dari arahan Presiden dalam sidang kabinet tersebut.<\/p>\n<p><strong>1. Apresiasi terhadap kinerja Kabinet Merah Putih<\/strong><\/p>\n<p>Prabowo membuka arahannya dengan menyampaikan penghargaan kepada seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang telah bekerja selama dua tahun pemerintahan.<\/p>\n<p>Ia menilai para menteri, kepala badan, dan pejabat terkait telah memberikan kontribusi dalam menjalankan mandat rakyat. Menurutnya, kerja keras dan semangat kolektif menjadi modal penting untuk melanjutkan program pembangunan nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sebagai pemimpin saudara-saudara, saya sebagai yang diberi mandat oleh rakyat, saya merasa bahwa saudara-saudara sebagai pembantu-pembantu inti saya jalankan tugas untuk bangsa dan rakyat. Saya merasa bahwa saudara-saudara telah bekerja dengan sangat keras,&#8221; kata Prabowo.<\/p>\n<p>Meski demikian, apresiasi tersebut tidak berarti pemerintah boleh berpuas diri. Prabowo menegaskan masih banyak persoalan yang harus diselesaikan dan masyarakat mengharapkan hasil yang lebih besar dari pemerintah.<\/p>\n<p><strong>2. Membela koalisi besar dan kabinet yang dinilai gemuk<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah penjelasan Prabowo mengenai besarnya koalisi politik yang menopang pemerintahannya.<\/p>\n<p>Prabowo mengakui koalisi pemerintah memang besar. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan pilihan politik untuk menyatukan sebanyak mungkin kekuatan demi memperbaiki kehidupan rakyat.<\/p>\n<p>\u201cKoalisi kita besar, benar, karena saya ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat kita,\u201d ujar Prabowo.<\/p>\n<p>Ia juga menanggapi kritik yang menyebut kabinetnya terlalu besar dan tidak efisien. Prabowo membandingkan luas wilayah dan jumlah penduduk Indonesia dengan Eropa, yang terdiri atas banyak negara dengan pemerintahan masing-masing.<\/p>\n<p>Menurut Prabowo, Indonesia memiliki penduduk hampir 300 juta jiwa dan wilayah yang sangat luas, tetapi tetap dikelola melalui satu pemerintahan nasional. Karena itu, ia mempertanyakan anggapan bahwa besarnya kabinet otomatis membuat pemerintahan tidak efisien.<\/p>\n<p>&#8220;Dituduh kabinet gemuk ya kan, tidak efisien, tapi saudara-saudara saya ingatkan negara kita hampir 300 juta, negara kita fisiknya sebesar Eropa,&#8221; ucap dia.<\/p>\n<p>Prabowo menyebut bahwa perbedaan dan kompetisi dalam demokrasi memang dibutuhkan, namun ia menyebut bahwa persatuan nasional tetap dibutuhkan.<\/p>\n<p>Ia pun menyinggung demokrasi di negara-negara Barat yang justru melahirkan kondisi chaos sebagaimana yang tengah berkecamuk di Eropa belakangan ini.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau kita ikut demokrasi ala barat, sekarang lihatlah televisi, berita, setiap hari apa yang terjadi di Prancis, Italia, di Eropa, tempat lahir demokrasi yang mengajarkan kita HAM, kita lihat,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><strong>3. Mengingatkan ancaman geopolitik dan persaingan global<\/strong><\/p>\n<p>Prabowo menyoroti situasi dunia yang diwarnai konflik, perang, persaingan kekuatan besar, serta ketegangan ekonomi antarnegara.<\/p>\n<p>Menurutnya, persaingan internasional tidak hanya berlangsung melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui perdagangan, tarif, mata uang, dan akses terhadap sumber daya strategis.<\/p>\n<p>\u201cPerang fisik, perang terbuka, tapi lebih dari itu terjadi juga perang dagang, perang ekonomi, perang tarif,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&#8220;Sekarang mata uang jadi senjata. Sekarang ekspor impor jadi senjata, sekarang pangan jadi senjata, beras jadi senjata. Jadi bisnis tidak bisa kita pandang murni bisnis,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p><strong>4. Politik Luar Negeri Bebas Aktif dan Penolakan Terhadap Blok Kekuatan<\/strong><\/p>\n<p>Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan mempertahankan hubungan baik dengan berbagai negara tanpa mengikatkan diri pada blok kekuatan tertentu.<\/p>\n<p>Dia merumuskan pendekatannya melalui ungkapan \u201cseribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak\u201d. Presiden menyebut keinginannya menjalankan kebijakan bertetangga baik atau good neighbor policy, sekaligus menegaskan sikap antikolonialisme dan antiimperialisme. Prabowo juga menghubungkan kebijakan luar negeri dengan kepentingan ekonomi.<\/p>\n<p>Menurutnya, politik, perdagangan, pangan, dan pertahanan tidak dapat dipisahkan menjadi sektor-sektor yang berdiri sendiri.<\/p>\n<p>Dia menilai transaksi ekonomi dapat menjadi instrumen tekanan dalam persaingan internasional.<\/p>\n<p>Karena itu, Indonesia perlu memahami hubungan antara keputusan perdagangan dan kepentingan strategis negara.<\/p>\n<p><strong>5. Menegaskan pentingnya persatuan nasional<\/strong><\/p>\n<p>Prabowo juga menempatkan persatuan sebagai salah satu modal utama Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan.<\/p>\n<p>Dengan jumlah penduduk besar dan latar belakang masyarakat yang beragam, Indonesia membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas kelompok agar pembangunan berjalan konsisten.<\/p>\n<p>\u201cKita berbeda agama, mari kita jaga semua agama kita. Berbeda suku. Mari kita menjaga semua suku. Kita hormati semua suku. Berbeda bahasa daerah kita jaga semua adat, semua budaya daerah. Perbedaan adalah kekayaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Semangat persatuan tersebut juga tercermin dalam pembelaannya terhadap koalisi besar. Namun, dalam praktik demokrasi, persatuan politik tetap perlu berjalan beriringan dengan pengawasan publik, kritik yang konstruktif, serta akuntabilitas pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cSaudara-saudara sekalian, kita sebagai wujud nyata dari demokrasi Indonesia yang telah kita jalankan beberapa dekade ya. Kita berasal dari latar belakang yang berbeda, dari partai-partai politik yang berbeda, dari ormas-ormas yang berbeda. Mereka yang tidak dari partai politik juga berasal dari sektor-sektor yang berbeda, ada yang dari dunia akademisi, profesi yang berbeda-beda,\u201d ujar Prabowo.<\/p>\n<p>Pemerintah, menurut arahannya, perlu menggabungkan berbagai kekuatan untuk menjalankan agenda pembangunan.<\/p>\n<p>Politik saya adalah politik persatuan nasional. Saya ingin merangkul semua kekuatan. Marilah kita tanamkan perbedaan-perbedaan kita. Marilah kita bersatu untuk kepentingan yang besar. Kepentingan rakyat Indonesia hidup Sejahtera,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>6. Memperkuat ketahanan pangan dan energi<\/strong><\/p>\n<p>Ketahanan pangan dan energi menjadi bagian penting dari arah pembangunan yang disoroti Prabowo. Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri dan memperkuat kemampuan produksi dalam negeri.<\/p>\n<p>Dalam konteks pangan, swasembada dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan melindungi masyarakat dari gejolak harga global.<\/p>\n<p>\u201cPangan itu menentukan karena sekarang pangan bisa menjadi senjata,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Presiden menyinggung tantangan kekeringan pada 2025\u20132026 dan menyatakan pemerintah mampu menjaga swasembada pangan dalam kondisi cuaca yang sulit.<\/p>\n<p>Dia juga menyebut pemerintah telah menyiapkan langkah kontingensi untuk menghadapi perubahan kondisi iklim.<\/p>\n<p>Sementara itu, di sektor energi, pengembangan biodiesel B50 dan rencana peningkatan pemanfaatan etanol menjadi bagian dari agenda untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak.<\/p>\n<p>Prabowo menilai kenaikan harga minyak dunia akan menjadi tantangan bagi Indonesia, sehingga sumber energi alternatif dan bahan bakar nabati perlu dimaksimalkan.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah mencapai B50 dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi E-50,\u201d kata Prabowo.<\/p>\n<p>Presiden memperkirakan Indonesia baru dapat mencapai E10 pada 2026, kemudian E20 sekitar dua tahun berikutnya, sebelum menargetkan E50 dua tahun setelah itu.<\/p>\n<p>Dengan tahapan tersebut, E50 diproyeksikan menuju 2030 apabila jadwal yang disampaikan berjalan sesuai rencana. Prabowo berharap kombinasi B50 dan E50 membuat Indonesia tidak perlu lagi mengimpor BBM dari luar negeri<\/p>\n<p><strong>7. Mengingatkan ancaman bencana dan perubahan cuaca<\/strong><\/p>\n<p>Prabowo menyinggung tantangan bencana alam yang harus dihadapi Indonesia. Letak geografis Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik membuat negara ini rentan terhadap gempa bumi, aktivitas gunung api, dan berbagai bencana hidrometeorologi.<\/p>\n<p>\u201cKita juga tidak bisa lepas bahwa kenyataannya kita berada dalam apa yang disebut the ring of fire. Kita menempati gugusan kepulauan. yang merupakan bagian dari lingkaran api terdiri dari gunung-gunung berapi, lempengan-lempengan kontinental yang secara teratur akan bergerak yang mengakibatkan berbagai fenomena dan terus terang saja memberi tantangan kepada kita menghadapi bencana alam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam pidatonya, ia turut menyinggung penanganan bencana di wilayah Sumatra bagian utara serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>\n<p>Prabowo menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga ketika bencana terjadi. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait perlu bekerja bersama agar penanganan berlangsung cepat dan efektif.<\/p>\n<p>Di sisi lain, penanganan bencana juga membutuhkan langkah pencegahan, kesiapsiagaan, sistem peringatan dini, dan penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.<\/p>\n<p>8. Memerintahkan penyelidikan kebakaran hutan dan lahan<\/p>\n<p>Salah satu arahan yang menonjol berkaitan dengan dugaan keterlibatan manusia dalam kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.<\/p>\n<p>Prabowo menyatakan bahwa kebakaran tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam. Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam arahannya, terdapat dugaan campur tangan manusia dan keterlibatan sejumlah korporasi yang perlu diselidiki.<\/p>\n<p>Ia meminta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI, dan unsur intelijen bekerja sama untuk mengusut penyebab kebakaran serta pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Prabowo juga menggunakan istilah \u201cterorisme lingkungan\u201d untuk menggambarkan tindakan pembakaran yang membahayakan masyarakat luas.<\/p>\n<p>&#8220;Kita anggap ini terorisme lingkungan, kejahatan terhadap kemanusiaan. Karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita,&#8221; ucap dia.<\/p>\n<p>Prabowo pun memerintahkan jajarannya untuk mencabut semua izin perusahaan yang terbukti melanggar dan ikut terlibat.<\/p>\n<p>&#8220;Kita tidak boleh menganggap ini remeh, kita akan sekarang masif menangani itu, tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas dan kali ini maaf kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja, kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan melanggar,&#8221; ucap Prabowo.<\/p>\n<p><strong>9. Menegaskan sikap tegas terhadap MSCI<\/strong><\/p>\n<p>Isu yang paling menyita perhatian pasar keuangan adalah tanggapan Prabowo terhadap MSCI, penyedia indeks pasar global yang menjadi salah satu acuan investor internasional.<\/p>\n<p>Dalam sidang kabinet, Prabowo merespons kekhawatiran mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori emerging market atau pasar berkembang menjadi standalone market atau pasar mandiri.<\/p>\n<p>\u201cKita terus dihadang. Ada apa itu, macam-macam lah, MSCI, macam-macam,\u201d ujar Prabowo dalam arahannya.<\/p>\n<p>Ia kemudian menyampaikan pesan tegas bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar,\u201d kata Prabowo.<\/p>\n<p>Prabowo menyampaikan ini di tengah pengumuman MSCI pada 16 Oktober 2026 lalu terkait usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar negara berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.<\/p>\n<p>MSCI menyebut usulan tersebut didasari kekhawatiran pelaku pasar mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.<\/p>\n<p>Kemudian, MSCI menilai reformasi yang diumumkan otoritas Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang konsisten dan berdampak signifikan.<\/p>\n<p><strong>10. Membuka kemungkinan penghematan anggaran lebih besar<\/strong><\/p>\n<p>Dalam menghadapi berbagai tantangan, Prabowo juga menyatakan bahwa pemerintah dapat melakukan penghematan lebih besar apabila diperlukan.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki kekuatan dan keberanian untuk menghadapi situasi sulit, termasuk dengan kesediaan berkorban.<\/p>\n<p>Prabowo mengatakan pemerintah telah bekerja keras, tetapi tantangan masih besar dan masyarakat mengharapkan hasil yang lebih banyak.<\/p>\n<p>\u201cKita telah bekerja dengan baik tapi kita tahu tantangan masih sangat besar. Rakyat kita berharap lebih banyak,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>11. Mengakui masih banyak pekerjaan rumah pemerintah<\/strong><\/p>\n<p>Di balik apresiasi terhadap kabinet dan penegasan sikap terhadap tantangan eksternal, Prabowo mengakui bahwa pekerjaan pemerintah belum selesai.<\/p>\n<p>Ia menilai masyarakat masih menghadapi berbagai kesulitan dan mengharapkan hasil pembangunan yang lebih besar. Tantangan yang tersisa mencakup persoalan ekonomi, penanganan bencana, ketahanan pangan dan energi, hingga penguatan tata kelola.<\/p>\n<p>Di sela-sela pesan strategis tersebut, Prabowo menggunakan analogi pertandingan sepak bola untuk menggambarkan perjalanan kabinet selama lima tahun. Menurutnya, dua tahun pertama belum mencapai jeda babak pertama karena masa pemerintahan baru akan memasuki paruh waktu pada sekitar dua setengah tahun.<\/p>\n<p>Dia juga mengingatkan para menteri dan pejabat yang belum memperoleh peran lebih besar agar tidak frustrasi, seraya menyebut pada waktunya mereka akan mendapat kesempatan.<\/p>\n<p>&#8220;Ibarat ini pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya belum sampai ke half-time. Apa itu half-time? Ya, kita belum selesai satu babak kan. Kita ini lima tahun, jadi dua setengah tahun baru, ya babak pertama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di saat yang sama, Prabowo meminta perhatian terhadap kesehatan para menteri, wakil menteri, dan kepala badan, dengan nada berseloroh mengenai perlunya pemeriksaan kesehatan yang lebih teliti.<\/p>\n<p>\u201cKita belum selesai satu babak kan. Kita ini lima tahun, jadi dua setengah tahun baru, ya babak pertama. Saya minta Menteri Kesehatan ya coba menteri-menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan mungkin diundang check up yang lebih teliti lagi ya, cari vitamin-vitamin yang bagus ya. Kalau Menteri Kesehatan tidak tahu, nanti dari saya daftar vitaminnya,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PETISI BRAWIAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pesan strategis saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna untuk memperingati dua tahun pemerintahan pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam forum tersebut, Prabowo menyoroti kinerja Kabinet Merah Putih, tantangan geopolitik, besarnya koalisi pemerintah, ketahanan pangan dan energi, hingga dinamika pasar modal yang melibatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5623,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[],"class_list":["post-5622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-headline-news","category-politik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>11 Poin Pidato Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan: Singgung Koalisi Gemuk hingga Geram ke MSCI - Petisi Brawijaya<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"11 Poin Pidato Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan: Singgung Koalisi Gemuk hingga Geram ke MSCI - Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"PETISI BRAWIAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pesan strategis saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna untuk memperingati dua tahun pemerintahan pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam forum tersebut, Prabowo menyoroti kinerja Kabinet Merah Putih, tantangan geopolitik, besarnya koalisi pemerintah, ketahanan pangan dan energi, hingga dinamika pasar modal yang melibatkan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Petisi Brawijaya\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-22T16:56:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-22-at-15.11.08.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1112\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"petisiadm\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"petisiadm\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622\"},\"author\":{\"name\":\"petisiadm\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\"},\"headline\":\"11 Poin Pidato Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan: Singgung Koalisi Gemuk hingga Geram ke MSCI\",\"datePublished\":\"2026-10-22T16:56:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622\"},\"wordCount\":1893,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/WhatsApp-Image-2026-10-22-at-15.11.08.jpeg\",\"articleSection\":[\"Headline News\",\"Politik\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622\",\"name\":\"11 Poin Pidato Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan: Singgung Koalisi Gemuk hingga Geram ke MSCI - Petisi Brawijaya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/WhatsApp-Image-2026-10-22-at-15.11.08.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-10-22T16:56:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/WhatsApp-Image-2026-10-22-at-15.11.08.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/WhatsApp-Image-2026-10-22-at-15.11.08.jpeg\",\"width\":1112,\"height\":800,\"caption\":\"Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres\\\/Muchlis Jr)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?p=5622#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"11 Poin Pidato Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan: Singgung Koalisi Gemuk hingga Geram ke MSCI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"description\":\"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#organization\",\"name\":\"Petisi Brawijaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/petisi-logo.png\",\"width\":545,\"height\":181,\"caption\":\"Petisi Brawijaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/petisi.brawijaya\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b\",\"name\":\"petisiadm\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"petisiadm\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/petisibrawijaya.or.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"11 Poin Pidato Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan: Singgung Koalisi Gemuk hingga Geram ke MSCI - Petisi Brawijaya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"11 Poin Pidato Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan: Singgung Koalisi Gemuk hingga Geram ke MSCI - Petisi Brawijaya","og_description":"PETISI BRAWIAYA MEDIA, JAKARTA &#8211; Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pesan strategis saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna untuk memperingati dua tahun pemerintahan pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam forum tersebut, Prabowo menyoroti kinerja Kabinet Merah Putih, tantangan geopolitik, besarnya koalisi pemerintah, ketahanan pangan dan energi, hingga dinamika pasar modal yang melibatkan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622","og_site_name":"Petisi Brawijaya","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/","article_published_time":"2026-10-22T16:56:31+00:00","og_image":[{"width":1112,"height":800,"url":"http:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-22-at-15.11.08.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"petisiadm","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"petisiadm","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622"},"author":{"name":"petisiadm","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b"},"headline":"11 Poin Pidato Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan: Singgung Koalisi Gemuk hingga Geram ke MSCI","datePublished":"2026-10-22T16:56:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622"},"wordCount":1893,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-22-at-15.11.08.jpeg","articleSection":["Headline News","Politik"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622","name":"11 Poin Pidato Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan: Singgung Koalisi Gemuk hingga Geram ke MSCI - Petisi Brawijaya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-22-at-15.11.08.jpeg","datePublished":"2026-10-22T16:56:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622#primaryimage","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-22-at-15.11.08.jpeg","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-10-22-at-15.11.08.jpeg","width":1112,"height":800,"caption":"Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres\/Muchlis Jr)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?p=5622#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"11 Poin Pidato Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan: Singgung Koalisi Gemuk hingga Geram ke MSCI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#website","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","name":"Petisi Brawijaya","description":"Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi","publisher":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#organization","name":"Petisi Brawijaya","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","contentUrl":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/petisi-logo.png","width":545,"height":181,"caption":"Petisi Brawijaya"},"image":{"@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/petisi.brawijaya\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/#\/schema\/person\/af5f32ff6cc0ae2da590caf92129b28b","name":"petisiadm","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ef5cf825eeadba46b8473399d34d5fa31f9a38bb4a94abe4b3dda776bb5cede2?s=96&d=blank&r=g","caption":"petisiadm"},"sameAs":["http:\/\/petisibrawijaya.or.id"],"url":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5622"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5622\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5624,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5622\/revisions\/5624"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/petisibrawijaya.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}