PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Momen Menteri PU Dody Hanggodo menyebut anak buahnya “bego” saat kunjungan kerja melihat kondisi irigasi sawah di Desa Karangharja, Bekasi, menjadi viral di medsos.
Mengelola anggaran infrastruktur ratusan triliun, Dody – kader salah satu partai pendukung – sukses membuat DPR geleng kepala di RDP (Rapat Dengar Pendapat) saat mengaku “masih belajar” karena berlatar belakang pebisnis sawit swasta.
Kinerja Dody banyak menuai sorotan karena di beberapa kunjungan kerjanya ke daerah selalu menggunakan charter pesawat jet yang biaya sewanya mencapai US$7.000–10.000 per jam – belum termasuk biaya operasional lain seperti landing fee, ground handling, parkir pesawat, dan positioning.
Pada Juli 2026, Dody membatalkan rencana kunjungan kerja ke New York (13-19 Juli), AS, setelah bocornya dokumen rencana kunjungan tersebut yang menyertakan istri dan anaknya sebagai anggota rombongan delegasi – bertepatan dengan final piala dunia 2026 di AS (19/7/2026). Buntut dari bocornya dokumen tersebut, beberapa pegawai PU Pusat dimutasi ke daerah terpencil.
Sorotan kinerja Dody lainnya setelah beredar informasi mengenai persetujuan cuti sakit seorang pegawai yang disebut baru diterbitkan sebulan kemudian setelah pegawai tersebut meninggal dunia. Banyak yang mempertanyakan mekanisme administrasi kepegawaian di PU, mengingat cuti sakit merupakan hak dasar setiap pegawai yang seharusnya diproses secara cepat dan tepat waktu.
Kebiasaan Dody melontarkan kata-kata yang dianggap tidak pantas kepada anak buahnya, merupakan rekam jejak Dody lainnya.
Sepintar dan sekaya apa pun seseorang, namun jika ia tidak memiliki adab, gugurlah nilai semua pengetahuannya; tak dapat dijadikan rujukan, takkan pula memproduksi kebaikan-kebaikan.
Ilmu dan kekayaan yang tidak dihiasi adab (akhlak) hanya akan mendatangkan bencana dan malapetaka atas pemiliknya maupun terhadap orang lain. Ia rentan disergap kesombongan dan perilaku semena-mena.
Memperlakukan manusia dengan layak memang tidak mudah, karena itu adab ditempatkan lebih tinggi dari ilmu. Semua orang bisa punya ilmu, tapi tidak semua orang berilmu punya adab. Kalau hanya berilmu, iblis-pun lebih tinggi ilmunya daripada manusia.



