28 C
Jakarta
Wednesday, August 5, 2026
spot_img

STY Akui Arti Penting Kehadiran Penonton Usai Persija Tersingkir dari Piala Presiden 2026

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pelatih kepala Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), menyoroti absennya penonton dalam laga semifinal Piala Presiden 2026 melawan Persib Bandung. Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, kehadiran suporter memiliki peran besar dalam membangkitkan semangat dan energi para pemain di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan STY seusai Persija harus mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor 1-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026). Kekalahan itu sekaligus menghentikan langkah Macan Kemayoran di turnamen pramusim tersebut.

“Ada satu hal yang sangat disayangkan adalah tidak ada penonton,” ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers usai pertandingan.

Menurut STY, atmosfer pertandingan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kualitas permainan kedua tim, tetapi juga oleh dukungan langsung para suporter dari tribun. Menurutnya, atmosfer pertandingan sepak bola akan jauh lebih hidup apabila dihadiri langsung oleh para suporter.

Kehadiran penonton dinilai mampu memberikan suntikan motivasi tambahan, terutama pada laga besar yang mempertemukan dua tim dengan rivalitas tinggi seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Meski menyesalkan pertandingan berlangsung tanpa penonton, STY tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan utama atas kekalahan Persija.

Pelatih yang baru menukangi Macan Kemayoran itu menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa anak asuhnya.

Baginya, kekalahan dari Persib menjadi pelajaran penting untuk membangun kekuatan Persija menghadapi kompetisi resmi musim 2026/2027.

Turnamen Piala Presiden 2026 juga menjadi pengalaman perdana bagi Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala Persija Jakarta.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek permainan yang harus diperbaiki, baik dari sisi organisasi permainan, komunikasi antarpemain, maupun efektivitas penyelesaian akhir.

Persija sebenarnya mampu tampil lebih baik pada babak kedua setelah tertinggal dua gol lebih dulu. Namun kebangkitan tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan.

Senada dengan pelatihnya, bek kiri Persija, Pratama Arhan, mengakui timnya belum mampu menampilkan permainan terbaik, terutama pada babak pertama. Menurut pemain Timnas Indonesia itu, adaptasi masih menjadi tantangan bagi skuad Macan Kemayoran.

Arhan menjelaskan, komposisi tim Persija musim ini mengalami banyak perubahan dengan hadirnya sejumlah pemain baru. Kondisi tersebut membuat proses penyesuaian terhadap filosofi permainan yang diterapkan Shin Tae-yong masih terus berlangsung.

“Jadi menurut saya, butuh waktu saja menyesuaikan taktik pelatih,” ujar Pratama Arhan.

Ia optimistis performa Persija akan semakin meningkat seiring bertambahnya waktu latihan dan pemahaman para pemain terhadap strategi yang diterapkan tim pelatih.

Sebelumnya, Ketua Organizing Committee Piala Presiden 2026 Tsamara Amany menjelaskan alasan keamanan menjadi faktor terkuat pertandingan semifinal tanpa penonton.

Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan karena empat tim yang lolos ke semifinal memiliki rivalitas tinggi, yaitu Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya melawan Arema FC.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles