30.5 C
Jakarta
Sunday, October 11, 2026
spot_img

Kemenkes Pantau Insiden di Lab Rusia, Pengawasan Pintu Masuk RI Diperketat

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia meningkatkan kesiapsiagaan dan pengawasan kesehatan di sejumlah pintu masuk negara menyusul laporan meninggalnya seorang pekerja laboratorium di Rusia yang mengalami pneumonia berat dengan penyebab yang masih dalam penyelidikan.

Pemantauan dilakukan setelah muncul laporan mengenai insiden di sebuah institut penelitian antipes di wilayah Irkutsk, Siberia, Rusia. Peristiwa tersebut memicu perhatian karena pekerja yang meninggal diketahui bekerja di lembaga yang melakukan penelitian terkait penyakit pes.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pemerintah terus mengikuti perkembangan situasi dan penanganan kasus tersebut.

Namun, hingga 5 Oktober 2026, Kemenkes menyatakan belum menerima notifikasi melalui International Health Regulations National Focal Point (IHR NFP) maupun informasi dalam Event Information Site (EIS) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang meminta kewaspadaan khusus terkait kejadian tersebut.

“Sampai saat ini (5/10) belum ada notifikasi melalui IHR NFP maupun informasi dalam Event Information Site (EIS) WHO untuk kewaspadaan khusus pada kejadian tersebut,” kata Aji.

IHR NFP atau International Health Regulations National Focal Point merupakan titik kontak nasional untuk komunikasi terkait pelaksanaan International Health Regulations (IHR).

Meski belum terdapat notifikasi kewaspadaan khusus dari WHO, Kemenkes mengambil langkah antisipatif dengan meningkatkan pengawasan di pintu masuk internasional Indonesia.

Pengawasan lebih ketat diterapkan antara lain di bandara dan pelabuhan internasional di Bali. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan luar negeri melalui sejumlah mekanisme deteksi dini.

Langkah tersebut meliputi pemeriksaan deklarasi kesehatan melalui sistem All Indonesia-SATUSEHAT Health Pass (SSHP), pengamatan tanda dan gejala penyakit, serta risk based assessment atau penilaian berbasis risiko terhadap alat angkut yang masuk ke Indonesia.

“Petugas karantina kesehatan melakukan analisis dan tindak lanjut terhadap status deklarasi kesehatan pelaku perjalanan tersebut, termasuk apakah PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri) berasal dari negara terjangkit,” jelas Aji.

⁠Deteksi awal dilakukan melalui analisis deklarasi kesehatan pada All Indonesia – SSHP; dan pengamatan tanda dan gejala (seperti demam, batuk, sesak nafas, dan gejala lainnya).

Apabila petugas menemukan PPLN bergejala dan mengarah ke plague (pes) maka petugas kesehatan di bandara akan merujuk kasus ke RS Rujukan Penyakit Infeksi untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

“⁠Kemenkes mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kasus global dan nasional melalui media resmi pemerintah. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menjaga imunitas tubuh dan mencegah dari paparan penyakit menular,” katanya.

Sebelumnya, seorang staf laboratorium di Institut Penelitian Anti-Wabah Irkutsk, Siberia, meninggal dunia. Perempuan bernama Darya Shipilova, 28 tahun, meninggal pada 2 Oktober 2026 setelah mengalami pneumonia parah.

Kabar tersebut memicu perhatian karena Shipilova bekerja di lembaga yang melakukan penelitian terhadap patogen berbahaya, dikutip Euronews pada Senin, 5 Oktober 2026.

Menurut laporan yang beredar, Shipilova mengalami insiden pecahnya tabung reaksi yang diduga berisi bakteri penyebab pes, Yersinia pestis, ketika bekerja dengan bahan biologis hidup di laboratorium pada 25 September.

Dua hari kemudian, kondisi kesehatannya memburuk dengan cepat. Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit distrik Shelekhov dan sempat menggunakan ventilator sebelum akhirnya meninggal dunia.

Badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan Shipilova didiagnosis mengalami pneumonia dengan penyebab yang tidak diketahui.

Belum ada konfirmasi dari otoritas terkait tentang penyebab pasti kematian perempuan tersebut.

Sekitar 200 orang yang berkontak dengan perempuan tersebut diobservasi medis setelah kejadian itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles