29.3 C
Jakarta
Sunday, October 11, 2026
spot_img

Diselimuti Asap Karhutla Berbulan-bulan, Kasus ISPA Palembang Capai 17 Ribu: Paru-paru Warga Jadi Taruhan

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi keluhan warga Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kondisi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, terutama karena asap disebut telah bertahan selama berbulan-bulan.

Di tengah memburuknya kualitas udara, Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 17.434 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang September 2026. Lonjakan kasus ini menambah kekhawatiran terhadap dampak paparan asap berkepanjangan bagi kesehatan masyarakat.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan peningkatan kasus pada September menjadi yang tertinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

“September ini kasus ISPA 17.434 kasus, ini menjadi yang terparah dibandingkan bulan Agustus lalu,” ujar Ratu.

Berdasarkan data tersebut, terjadi tambahan 2.414 kasus pada September. Jumlah itu membuat kasus ISPA meningkat sekitar 16,07 persen dibandingkan Agustus 2026, tercatat sebanyak 15.020 kasus.

Dalam berbagai unggahan di media sosial, warga juga mengeluhkan penanganan asap oleh pemerintah daerah yang dinilai lamban.

Pasalnya, tak sedikit pula warga yang mengungkapkan telah mengalami gangguan kesehatan karena sehari-hari menghirup asap selama berbulan-bulan.

Salah satu warga melalui akun Threads @hsbllhfrmnsyh mengunggah kondisi Palembang pada Senin, 5 Oktober 2026. Dalam unggahan tersebut, ia menyebut situasi sudah berada dalam kondisi darurat asap.

“Palembang darurat asap, tidak ada lagi udara segar yang bisa dihirup, anak-anak sudah mulai sakit. Kondisi Palembang pagi ini, Senin, 5 Oktober 2026,” tulis akun Threads @hsbllhfrmnsyh pada Senin, 5 Oktober 2026.

Ia juga memperlihatkan suasana kota yang tertutup asap. Jarak pandang yang terganggu membuat sejumlah kendaraan terlihat harus menyalakan lampu ketika melintas.

Keluhan serupa disampaikan pengguna Threads lainnya. Akun @cin********a menyebut kabut asap telah dirasakan hampir tiga bulan dan justru semakin parah.

“Belum pernah bersuara di Threads, tapi ini sudah keterlaluan sih. Hampir 3 bulan kami di kota ini hirup asap, bukan membaik tapi makin parah, gimana kabar paru-paru? Udah ke dokter, makan obat pun udah, muak banget. Masih batuk, napa sesak, kepala sakit, kalau kualitas udara masih seperti ini” ungkap akun @cin********a pada Senin, 5 Oktober 2026.

Ia kemudian membandingkan kondisi udara Palembang tahun ini dengan pengalaman tinggal di kota tersebut selama puluhan tahun.

“Puluhan tahun tinggal di sini, tahun ini the best worst ever. Ini bukan Genting, ini Palembang. Bukan dingin tapi panas, tolong bapak-bapak yang terhormat, cepat atasi kabut asap ini,” sambungnya.

Selain dampak kesehatan, warga juga mempertanyakan penanganan pemerintah daerah terhadap kabut asap yang hingga kini masih menyelimuti Palembang.

Akun @rez*******a bahkan meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kondisi tersebut tidak semakin berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Pak Herman Deru, ini asap lho pak. Tebal pak, bayangkan kalau masyarakat setiap hari menghirup asap ini tapi sampai sekarang belum ada penanganan dan upaya nyata untuk menghilangkan asap ini. Ayo disegerakan, jangan sampai paru-paru jadi taruhan,” tulis @rez*******a dalam unggahannya pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles