30.5 C
Jakarta
Sunday, October 11, 2026
spot_img

Survei BI: Indeks Keyakinan Konsumen September 2026 Turun ke 118,1

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat tingkat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional mengalamai penurunan pada September 2026. Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang turun menjadi 118,1, dari 118,5 pada Agustus 2026.

Dibandingkan posisi awal tahun atau Januari 2026 di level 127, IKK pada bulan kesembilan tahun ini tercatat sudah mengalami penurunan sebesar 7,1 poin.

Meski mengalami penurunan, IKK September masih berada di atas level 100. Posisi tersebut menunjukkan bahwa keyakinan konsumen tetap berada dalam zona optimistis.

Hasil tersebut disampaikan BI melalui Survei Konsumen September 2026 yang dirilis pada 8 Oktober 2026. BI menyebut keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada September masih tetap terjaga.

“Survei Konsumen Bank Indonesia pada September 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Kamis, (8/10/2026).

Lebih lanjut, Denny menjelaskan bahwa perkembangan keyakinan konsumen dipengaruhi oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE).

Untuk IEK bulan September di level 128,7. Indeksnya meningkat dibandingkan bulan Agustus yang sebesar 127,6.

Komponen pembentuk IKE seperti Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) berada di level 114,6.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini tetap kuat pada mayoritas kelompok pengeluaran, kecuali kelompok Rp1-2 juta yang berada pada level pesimis.

Indeks tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran >Rp5 juta, yaitu sebesar 121,4. Berdasarkan kelompok usia, indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun, yaitu sebesar 128,2.

Selanjutnya, berdasarkan tingkat pendidikan, persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini berada pada level optimis untuk responden yang berpendidikan akademi/diploma, sarjana, dan pascasarjana.

Sementara responden berpendidikan SMA berada pada level pesimis dan mengalami penurunan indeks menjadi sebesar 96,9. Berdasarkan kelompok usia, indeks ketersediaan lapangan kerja berada di level optimis pada kelompok usia 20-30 tahun, sedangkan kelompok usia lainnya berada pada level pesimis.

Komponen lainnya, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) di level 101,1 dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama di level 106,7.

Sementara itu, dari sisi ekspektasi konsumen (IEK), indeksnya meningkat ditopang peningkatan Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) di level 136,9.

Indeks Ekspektasi Penghasilan pada bulan sebelumnya atau bulan Agustus lebih rendah di level 134.9. Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) bulan Seprtember di level 127,7, naik dari 125,7 di bulan Agustus.

Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) di bulan September tercatat di level optimis sebesar 121,5. Indeksnya menurun dibandingkan bulan Agustus yang berada di level 122,1.

Persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan berada pada level optimis pada seluruh kelompok pengeluaran. Peningkatan indeks terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran, kecuali kelompok Rp3,1-4 juta yang mengalami penurunan menjadi sebesar 131,4.

Berdasarkan kelompok usia, indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun, diikuti kelompok usia 31-40 tahun, masing-masing sebesar 144,9 dan 139,6

Selanjutnya, prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang berada pada level optimis di seluruh tingkat pendidikan.

“Peningkatan indeks terjadi pada seluruh tingkat pendidikan, kecuali akademi/diploma yang mengalami penurunan indeks menjadi 127,5,” ungkap BI.

Berdasarkan kelompok usia, peningkatan indeks terjadi pada sebagian besar kelompok usia dengan indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun sebesar 136,8

Ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan berada pada level optimis pada seluruh kelompok pengeluaran. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok pengeluaran Rp 4,1-5 juta sebesar 127,5.

Berdasarkan kelompok usia, peningkatan indeks terjadi pada kelompok usia 20-40 tahun, sedangkan kelompok usia lainnya mengalami penurunan indeks.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles