PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 maupun persiapan APBN 2027 tidak mencatat penerimaan dari dividen Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas nasib rencana setoran dividen Danantara sebesar Rp120 triliun yang sebelumnya disampaikan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai potensi penerimaan negara pada 2026.
Sebagai informasi, pada Jumat (28/8/2026), Purbaya menyatakan bahwa Danantara direncanakan menyetorkan sebagian keuntungan sebesar Rp120 triliun kepada negara pada tahun anggaran 2026.
Purbaya bahkan menyebut nominal tersebut merupakan keputusan Presiden Prabowo Subianto dan akan masuk ke dalam pos Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya.
Namun, berdasarkan penjelasan terbaru Suahasil, dividen Danantara belum diperhitungkan dalam APBN 2026 maupun dalam penyusunan APBN 2027.
Suahasil mengatakan pemerintah saat ini bekerja dengan APBN 2026 yang tidak memasukkan dividen Danantara sebagai penerimaan negara. Hal serupa juga berlaku dalam penyusunan APBN 2027.
“Saat ini saya bekerja dengan APBN 2026 yang tidak ada dividen Danantara. Saat ini saya juga bekerja mempersiapkan APBN 2027 yang tidak ada dividen Danantara di situ, tidak tercatat,” ujar Suahasil kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Dengan pernyataan tersebut, rencana memasukkan Rp120 triliun dari keuntungan Danantara ke kas negara dapat dikatakan tidak menjadi bagian dari postur APBN 2026 maupun rancangan APBN 2027.
Menurut Menkeu Suahasil, kontribusi atau dividen yang paling penting dari Danantara adalah pekerjaan dan berbagai agenda yang akan dijalankan melalui aset yang dikelola dan berdampak bagi masyarakat luas.
“Tetapi dividen yang paling penting dari Danantara bukan hanya soal uang. Yang paling penting adalah pekerjaan danantara, apa saja agenda kerja, apa saja proyek yang mau dilakukan, apa saja aktivitas yang didesain dan akan dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat Indonesia,” kata dia.
Suahasil mengatakan agenda Danantara nantinya mencakup berbagai proyek dan aktivitas yang dirancang dan dilaksanakan di tengah masyarakat Indonesia.
Dia menyebut aktivitas tersebut diharapkan dapat menyerap tenaga kerja, membangun produksi barang dan jasa, serta menghubungkan investasi dengan pihak swasta.
Menurut dia, kinerja Danantara nantinya akan terlihat dari bagaimana lembaga tersebut bekerja dengan aset yang dimiliki untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Bagaimana Danantara yang bekerja lebih keras, Danantara yang bekerja dengan aset yang sedemikian besar kemudian membantu menyelesaikan masalah-masalah di tengah masyarakat, menyerap tenaga kerja, membangun produksi barang dan jasa, mengkonekan dengan investasi dari pihak swasta dan kemudian menyejahterakan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.



