30.5 C
Jakarta
Sunday, October 11, 2026
spot_img

Rupiah Ditutup Naik Tipis 0,09% ke Level Rp17.899 per Dolar AS pada Jumat (9/10)

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengakhiri perdagangan Jumat (9/10/2026) dengan penguatan tipis. Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip sejumlah media, rupiah ditutup pada level Rp17.899 per dolar AS, menguat 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp17.915 per dolar AS.

Penguatan tersebut menjadi sinyal positif bagi mata uang Garuda di tengah dinamika pasar keuangan global dan ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Meski demikian, kenaikan yang terbatas menunjukkan bahwa pelaku pasar masih mencermati berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.

Hampir seluruh mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pada hari ini. Hanya yen Jepang yang melemah paling dalam sebesar 0,29, diikuti won Korea Selatan yang melemah sebesar 0,14%.

Sementara itu, Baht Thailand menguat paling tajam, yakni 0,36%. Yuan China menguat 0,16%. Ringgit Malaysia menguat 0,15%.

PEso Filipina menguat 0,11%. Won Korea menguat 0,08%. Dolar Singapura menguat 0,07%. Rupee India menguat 0,05%.

Dolar Taiwan menguat 0,04%. Dolar Hong Kong menguat 0,01%.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan bahwa pergerakan rupiah pada akhir pekan ini turut dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik, mulai dari dinamika dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS hingga perkembangan indikator ekonomi Indonesia.

Dalam perdagangan valuta asing, pergerakan nilai tukar dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran mata uang, arus modal, ekspektasi suku bunga, serta persepsi investor terhadap risiko ekonomi dan politik.

Karena itu, penguatan rupiah dalam satu sesi perdagangan belum tentu berlanjut pada perdagangan berikutnya. Pelaku pasar umumnya tetap mempertimbangkan perkembangan ekonomi global dan kondisi fundamental domestik sebelum menentukan arah investasi.

Di sisi lain, perkembangan kondisi fiskal turut menjadi perhatian pasar. Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2026 mencapai Rp319 triliun atau setara 1,24% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pendapatan negara mencatatkan kenaikan 25% dan belanja negara naik 19%, tercatat senilai Rp2.341,5 triliun per September 2026, realisasinya 74,2% dari target pendapatan negara tahun ini senilai Rp3.153,6 triliun.

Pendapatan negara juga tercatat naik 25,5% (YoY) dan belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun per September 2026, realisasinya 69,2% dari target belanja negara tahun ini sebesar Rp3.842,7 triliun.

Belanja negara tercatat naik 19,0% (YoY). Belanja negara yang lebih banyak dari pendapatan negara menyebabkan defisit APBN mencapai Rp319 triliun atau setara 1,24% dari PDB. Defisit di bulan lalu, (Agustus 2026) 0,9%. Hari ini, per akhir September 1,2%.

Sedangkan target defisit di akhir tahun 2,8%.  Beban APBN bertambah Rp6 Triliun setiap harga minyak naik US$1 per barel keseimbangan primer tercatat mencapai Rp125,5 triliun.

Sementara itu, target keseimbangan primer sepanjang tahun didesain defisit sebesar Rp89,7 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu maka tampak penurunan cukup tajam defisit APBN.

Pada akhir Agustus 2026, defisit APBN mencapai Rp321,6 triliun atau setara 1,35 persen dari PDB. Artinya, defisit APBN September 2026 yang sebesar Rp319 triliun turun 14,13 persen dibandingkan realisasi APBN September 2025 (Rp371,5 triliun).

Sebagai informasi, pemerintah mendesain defisit APBN 2026 setahun penuh sebesar Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen terhadap PDB.

Melihat berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan Senin minggu depan akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah.

“Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.890 per USD hingga Rp17.950 per USD. Sedangkan perdagangan dalam minggu depan di rentang Rp17.780 per USD sampai Rp18.060 per USD,” jelas Ibrahim.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles