26.2 C
Jakarta
Thursday, April 9, 2026
spot_img

Indonesia Bangun Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar di KEK Gresik, Investasi Rp10,23 Triliun

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Indonesia resmi memulai pembangunan pabrik melamin pertama dan terbesar di dalam negeri yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur. Proyek strategis ini menelan investasi sebesar 600 juta dolar AS atau setara dengan Rp10,23 triliun, dan menjadi tonggak penting dalam penguatan industri kimia nasional berbasis hilirisasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto mengatakan, proyek ini menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan industri di KEK Gresik serta memperkuat daya saing industri nasional.

“Proyek ini merupakan bagian dari rencana pengembangan yang lebih besar di KEK Gresik dengan total nilai investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar USD 600 juta. Hal ini mencerminkan komitmen kuat kita dalam mempercepat hilirisasi industri dan menciptakan industri bernilai tambah tinggi di dalam negeri,” ujar Airlangga dalam sambutannya secara daring, dikutip Kamis (9/4/2026).

Pabrik melamin ini dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology dan menjadi bagian dari rantai industri petrokimia terintegrasi. Dalam prosesnya, gas alam akan diolah menjadi amonia cair, yang kemudian diproduksi lebih lanjut menjadi urea, dan dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi seperti melamin dan amonium nitrat.

Produk-produk tersebut memiliki nilai strategis karena digunakan secara luas di berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri kimia, hingga manufaktur. Dengan adanya pabrik ini, Indonesia diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat daya saing di pasar global.

Pada fase awal pembangunan, proyek ini akan difokuskan pada pengembangan unit produksi utama dengan kapasitas 800 ton per hari (TPD) amonia, 1.500 TPD urea, dan 200 TPD melamin. Tahapan konstruksi selanjutnya akan diarahkan pada penguatan infrastruktur pendukung serta optimalisasi rantai produksi.

Pengembangan proyek ini disebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menempatkan hilirisasi industri dan penguatan KEK sebagai prioritas utama. Adapun KEK Gresik ditetapkan sebagai salah satu KEK prioritas nasional yang berperan strategis dalam mendorong industrialisasi, peningkatan ekspor, dan pemerataan pembangunan wilayah.

Kinerja KEK secara nasional terus menunjukkan tren positif. Hingga tahun 2025, realisasi investasi kumulatif tercatat mencapai Rp336 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 249 ribu orang.

Sepanjang tahun 2025, KEK Gresik membukukan investasi sebesar Rp105,4 triliun atau sekitar 31% dari total investasi KEK nasional, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 46 ribu orang. Kinerja ini menegaskan peran KEK Gresik sebagai salah satu motor utama pengembangan KEK di Indonesia.

Dampak pengembangan kawasan juga terlihat pada perekonomian daerah. Di Jawa Timur, sektor manufaktur berkontribusi sekitar 31,32% terhadap perekonomian regional, sekaligus mendorong penurunan tingkat pengangguran di Kabupaten Gresik dari 8,00% menjadi 5,47% dalam lima tahun terakhir.

Airlangga menambahkan, sektor manufaktur tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pada tahun 2025, sektor manufaktur berkontribusi sebesar 19,07% terhadap PDB Indonesia dan menjadi penggerak utama pertumbuhan di berbagai kawasan industri,” tutur Airlangga.

Masuknya investasi baru pada proyek industri melamin ini semakin memperkuat momentum pertumbuhan KEK Gresik, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap ekosistem industri dan iklim investasi di Indonesia.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles