26.7 C
Jakarta
Tuesday, July 28, 2026
spot_img

BI Perluas Jangkauan QRIS Cross Border Demi Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus memperluas implementasi layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Cross Border sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem pembayaran digital nasional sekaligus mendukung konektivitas transaksi lintas negara.

Asisten Direktur sekaligus Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia Willy Togi mengatakan QRIS berkembang pesat sejak diluncurkan pada 2019 dengan berbagai inovasi yang mendukung kemudahan transaksi masyarakat.

“Perkembangannya sangat masif. Sekarang sudah ada QRIS antarnegara, kemudian yang terbaru ada QRIS Tap yang menggunakan teknologi NFC untuk pembayaran,” kata Willy dalam keterangan tertulis, Senin, 27 Juli 2026.

Melalui sistem ini, transaksi pembayaran dapat dilakukan hanya dengan memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal tanpa perlu menukar uang tunai.

Ia mengatakan, saat ini QRIS Cross Border telah diterapkan di enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, serta terus dikembangkan untuk memperkuat konektivitas pembayaran dan memudahkan UMKM menerima transaksi dari wisatawan asing.

“Dulu mungkin kita tidak membayangkan pedagang kaki lima bisa menerima pembayaran dari luar negeri. Sekarang cukup mencetak QR, wisatawan asing sudah bisa membayar secara digital,” ujar Willy.

Sementara itu, Direktur Technology Product & Operation sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Finance & Risk Management PT Finnet Indonesia Anton Daryono mengatakan perusahaan terus memperkuat perannya sebagai digital payment enabler dengan mendukung pengembangan ekosistem pembayaran digital melalui layanan sebagai issuer, acquirer, dan payment gateway.

“Kami sangat mendukung inovasi maupun kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia. Harapannya digitalisasi di Indonesia semakin inklusif, lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, serta aman dan andal,” kata Anton.

Anton menegaskan Finnet mendukung implementasi kebijakan tersebut dengan menyediakan berbagai layanan pembayaran digital yang terintegrasi di sejumlah sektor, termasuk transportasi dan layanan publik, serta terus menyesuaikan pengembangan produknya dengan kebutuhan industri dan ketentuan Bank Indonesia.

Menurutnya, Finnet terus mengembangkan produk sesuai kebutuhan industri dan ketentuan Bank Indonesia, termasuk menghadirkan layanan pembayaran digital, notifikasi transaksi, dan perangkat Soundbox bagi merchant.

Anton mengatakan penggunaan QRIS membantu pelaku UMKM mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai sekaligus meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam bertransaksi.

“Kemungkinan uang palsu tidak ada, kemungkinan dirampok juga tidak ada karena semua transaksi tercatat secara digital,” Ujarnya.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperluas kolaborasi internasional melalui pengembangan QRIS Cross Border sebagai bagian dari transformasi sistem pembayaran nasional. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembayaran digital yang semakin inklusif, efisien, dan terintegrasi dengan jaringan pembayaran global.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles