25.2 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026
spot_img

Media Asing Ramai-ramai Soroti Total Korban Tewas dan Lambatnya Distribusi Bantuan Banjir Bandang di Sumatera

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Tragedi banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya mengguncang Indonesia, tetapi juga menarik perhatian dunia. Sejumlah media internasional dari Amerika Serikat, Inggris, Timur Tengah, Singapura, hingga Prancis, ramai-ramai memberitakan tingginya jumlah korban jiwa dan kerusakan besar akibat bencana yang terjadi sejak akhir November 2025.

Sorotan Media Internasional

1. Kantor Berita Internasional Prancis, Agence France-Presse (AFP)

Kantor Berita Internasional Prancis, Agence France-Presse (AFP), melaporkan banyak warga terdampak masih membutuhkan bantuan makanan, namun akses jalan yang terputus menyebabkan beberapa daerah terisolasi.

Menurut AFP, lembaga-lembaga kemanusiaan menyebut tantangan kali ini luar biasa, bahkan bagi negara yang kerap mengalami bencana alam. Hujan monsun disertai dua sistem badai tropis langka yang di kawasan ini dikenal sebagai siklon mengakibatkan banjir besar di Sri Lanka, Sumatera, Thailand selatan, dan Malaysia utara pada pekan lalu.

Di Indonesia, korban meninggal dunia mencapai 753 orang per Rabu. Jumlah orang hilang juga meningkat menjadi 650 orang. Angka ini diperkirakan belum final karena banyak daerah terdampak masih terputus secara fisik, listrik, maupun komunikasi.

“Logistiknya sangat sulit. Tingkat kerusakan dan luas wilayah terdampak sangat besar,” ujar Ade Soekadis, Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia.

Ia menyebut pihaknya berupaya menyalurkan peralatan kebersihan dan air bersih dari Jakarta dan wilayah setempat. Namun, laporan kekurangan makanan dan air bersih terus berdatangan dan kondisinya semakin memprihatinkan.

Di pusat evakuasi Padang, Reinaro Waruwu (52) mengaku kecewa atas lambatnya bantuan pemerintah.

“Beberapa orang menunggu sehari semalam sebelum menerima bantuan. Mereka tidak sempat diselamatkan,” ujarnya kepada AFP. “Saya frustrasi.

Responsnya tidak cepat,” tambah dia. Ia menggambarkan bencana ini datang seperti gempa bumi.

“Saya pikir, ya sudahlah, kalau memang harus mati, ya sudahlah,” katanya sambil terisak.

Reinaro selamat dari banjir, tetapi beberapa tetangganya tertimbun reruntuhan. Saat tiba di pengungsian, ia bahkan tak sanggup makan. Makanan baru tersedia seadanya, meskipun sayuran yang tiba Selasa membawa sedikit harapan.

2. Media asal Singapura, Channel News Asia (CNA)

Media asal Singapura, Channel News Asia (CNA), juga menyoroti dampak bencana banjir di Sumatera. Hamida Telaumbaunua (37) mengatakan seluruh dapurnya tersapu banjir.

“Hati saya sedih. Ini pertama kalinya saya mengalami banjir seperti ini,” ujarnya.

Rumahnya hancur total, hanya menyisakan barang-barang yang sempat ia bawa saat mengungsi.

“Sulit membayangkan masa depan. Mungkin selama kita masih di sini tidak apa-apa, tapi setelahnya, saya tidak tahu,” ucap Hamida.

Sistem cuaca ekstrem yang melanda Indonesia juga menyebabkan hujan lebat di Thailand dan Malaysia. Di Sri Lanka, setidaknya 465 orang meninggal, di Thailand, ada 176 orang yang dilaporkan meninggal, sementara di Malaysia tercatat dua korban jiwa.

CNA menyebutkan bahwa tingginya korban jiwa di bencana Sumatra ini menimbulkan trauma mendalam, khususnya bagi penduduk di Aceh. Sebab, Aceh pernah mengalami bencana nasional Tsunami pada 2004.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyebut situasi ini seperti tsunami kedua. Dia masih mengingat bahwa warga Aceh pernah mengalami tsunami 2004 yang menewaskan lebih dari 170.000 orang di provinsi tersebut.

Media Singapura ini juga menyoroti dampak bencana alam yang cukup parah dan terputusnya akses vital. Kondisi ini menyebabkan terhalangnya evakuasi bagi korban.

3. Media Amerika Serikat (AS), Barron’s dan The New York Times (NYT)

Media berbasis di Amerika Serikat (AS), Barron’s, melaporkan pada Selasa (2/12/2025), bahwa total korban tewas akibat bencana alam ini telah mencapai 632 orang.

Tak ketinggalan, media asal Amerika Serikat, The New York Times (NYT) juga menurunkan laporan pada Minggu (30/11/2025) berjudul “Deadly Floods in Indonesia Leave Hundreds Missing.”

NYT menyoroti bahwa hampir 300 ribu warga telah dievakuasi, penyelamatan dilakukan menggunakan helikopter karena banyak wilayah tidak dapat diakses dan hujan diperkirakan masih akan berlanjut.

NYT juga menempatkan bencana Indonesia dalam konteks kawasan Asia Tenggara yang tengah mengalami curah hujan ekstrem.

4. Media Timur Tengah, Arab News dan Al Jazeera

Sementara itu, media Qatar, Al Jazeera, menayangkan rekaman drone yang memperlihatkan kerusakan masif di sejumlah wilayah Sumatra.

Dalam laporan video yang dirilis Minggu (1/12/2025), Al Jazeera menggambarkan area pemukiman yang luluh lantak, rumah-rumah tersapu banjir, serta ribuan warga yang masih berada di pengungsian.

Al Jazeera mencatat ratusan orang tewas dalam banjir dan longsor yang meluas di berbagai provinsi, dengan ratusan lainnya belum ditemukan. Infrastruktur vital seperti jembatan, jalan raya, dan jaringan listrik disebut runtuh atau tidak berfungsi.

Media yang berbasis di Arab Saudi, Arab News, juga menyoroti hal serupa.

5. Media Inggris, The Guardian dan The Independent

The Guardian merilis artikel berjudul satu juta orang dievakuasi di Indonesia saat korban tewas mencapai lebih dari 700 orang.

“Korban tewas imbas banjir dan longsor mencapai 631 jiwa sementara satu jiwa orang di area berisiko tinggi telah dievakuasi,” demikian paragraf pertama media Inggris itu.

Hujan monsun lebat dan siklon tropis melanda sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Malaysia dalam beberapa hari terakhir. Fenomena alam tersebut ditambah eksploitasi alam besar-besaran memicu banjir bandang di Sumatra, Indonesia dan banyak provinsi di Thailand.

Masih di laporan The Guardian, di Indonesia sebanyak 3,2 juta orang terdampak banjir, 2.600 mengalami luka-luka, dan 472 orang hilang.

Tim penyelamat dan tanggap darurat berusaha mencapai area terdampak dan area terisolir, tetapi terhambat karena akses jalan yang putus.

Di salah satu wilayah yang paling terdampak, Aceh, pasar-pasar kehabisan beras dan bahan makanan sementara harga sayur-mayur mulai naik tiga kali lipat.

“Masyarakat di seluruh Aceh berisiko tinggi mengalami kekurangan pangan dan kelaparan jika jalur pasokan tidak dipulihkan dalam tujuh hari ke depan,” demikian menurut lembaga bantuan kemanusiaan, Islamic Relief.

Islamic Relief juga telah menyalurkan bantuan makanan ke Aceh sebanyak 12 ton.

Di sisi lain, media dari Inggris, The Independent menilai bahwa akses jalan serta minimnya alat berat menyebabkan terhambatnya proses penyelamatan. Media ini menyoroti 3.200 lebih rumah terendam, sekitar 3.000 keluarga mengungsi, ribuan hektar sawah dan fasilitas publik rusak,serta akses ke 12 kota/kabupaten terputus akibat tanah longsor dan jembatan hanyut.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles