PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) resmi meluncurkan rute baru Open Top Tour Jakarta Batavia, layanan wisata menggunakan bus tingkat beratap terbuka yang mengajak masyarakat menikmati perjalanan menyusuri jejak sejarah Ibu Kota dari kawasan Sarinah hingga Kota Tua Jakarta.
Peluncuran rute baru tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan wisata Transjakarta yang menggabungkan moda transportasi publik dengan pengalaman menikmati destinasi bersejarah Jakarta.
Rute ini berangkat dari kawasan Sarinah di Jalan M.H. Thamrin dan berakhir di kawasan Kota Tua Jakarta, melewati sejumlah ikon ibu kota seperti Bundaran HI, Harmoni, Glodok, hingga Museum Fatahillah.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Jakarta memiliki sejarah panjang yang membentuk identitas kota hingga saat ini. Menurutnya, Open Top Tour Jakarta Batavia menjadi cara baru untuk mengajak masyarakat maupun wisatawan mengenal kembali perjalanan Jakarta dari masa ke masa.
“Kita melintas setiap hari, tetapi jarang benar-benar melihat. Di sinilah letak arti penting rute ini. Open Top Tour of Jakarta bukan sekadar bus wisata dengan atap terbuka. Ia adalah cara kita mengajak warga dan pengunjung untuk duduk, memandang, dan mendengarkan kembali kisah kota tempat mereka tinggal,” ujar Rano pada awak media.
Ia menambahkan, melalui perjalanan dari Sarinah menuju Kota Tua, masyarakat dapat menikmati wajah Jakarta dari perspektif yang berbeda sekaligus memahami sejarah yang masih hidup di berbagai bangunan, kawasan, dan ruang kota yang dilalui.
Rute Jakarta Batavia melengkapi layanan Open Top Tour Transjakarta yang kini memiliki empat pilihan rute wisata tematik, yaitu Jakarta Skyline, Jakarta Heritage, Jakarta Seaside, dan Jakarta Batavia.
Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari komitmen Transjakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan pengalaman wisata yang memadukan transportasi publik, sejarah, budaya, dan ruang kota.
Pada kesempatan yang sama, Rano Karno juga meresmikan uji coba bus open dining Jakarta dengan rute Kali Besar Barat menuju Bundaran HI. Layanan tersebut menawarkan pengalaman bersantap di atas bus dengan konsep restoran bergerak sambil menikmati suasana jalanan Ibu Kota Jakarta.
“Melalui open top tour, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati sisi modern, sejarah, budaya, hingga perkembangan Jakarta dalam satu layanan. Bersamaan dengan peluncuran rute Jakarta Batavia, Pemprov Jakarta juga memulai uji coba open dining Jakarta Jakarta. Ini baru uji coba, programnya akan dibuka untuk umum pada Agustus 2026, sementara pemesanannya dapat dilakukan melalui aplikasi TJ,” ujar Rano.
Sementara itu, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa Bus Open Top Tour Jakarta Batavia beroperasi setiap hari dengan tiga jadwal keberangkatan, yakni pukul 16.00 WIB, 18.30 WIB, dan 20.30 WIB.
“Untuk menikmati layanan ini, peminat bisa membeli tiket seharga Rp75 ribu melalui aplikasi TJ,” ujar Welfizon.
Untuk layanan Bus Open Dining Jakarta, Transjakarta menetapkan tarif Rp500 ribu per orang dengan kapasitas maksimal 30 penumpang. Tarif tersebut sudah mencakup paket hidangan lengkap mulai dari appetizer, main course, hingga dessert, serta hiburan musik biola secara langsung selama perjalanan.
Selain menikmati sajian kuliner, penumpang juga akan memperoleh penjelasan mengenai sejarah lokasi-lokasi yang dilalui bus. Layanan ini juga dapat disewa untuk kegiatan rombongan, seperti acara ulang tahun maupun pertemuan khusus, sehingga diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda di ibu kota.
Melalui inovasi tersebut, Pemprov Jakarta berharap transportasi umum tidak lagi dipandang semata sebagai sarana mobilitas. Kehadiran open top tour Jakarta Batavia dan open dining Jakarta diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang unik sekaligus memperkenalkan sejarah, budaya, serta keberagaman Jakarta kepada masyarakat maupun wisatawan domestik dan internasional.



