30.3 C
Jakarta
Sunday, June 14, 2026
spot_img

Kakorlantas Tunda Operasi Patuh Jaya 2026, Ini Alasannya!

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menunda pelaksanaan Operasi Patuh 2026 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada 8–21 Juni 2026.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengatakan pelaksanaan operasi ditunda saat ini Polri tengah fokus menyambut Hari Bhayangkara.

Sebagai informasi, Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) Polri diperingati setiap tanggal 1 Juli.

“Kita tunda, Polri konsen Hari Bhayangkara,” kata Agus saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).

Menurut Agus, pelaksanaan Operasi Patuh masih dalam tahap evaluasi dan belum akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Operasi Patuh sementara kita tunda karena memang agenda besar Operasi Cipta Kondisi, Operasi Nataru itu masih jauh. Sehingga ini kita tunda,” ujarnya.

Agus menerangkan, terdapat lima agenda besar operasi kepolisian di bidang lalu lintas yakni Operasi Keselamatan menjadi agenda awal yang mendahului Operasi Ketupat, kemudian dilanjutkan dengan Operasi Patuh dan Operasi Zebra yang merupakan bagian dari Operasi Cipta Kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Jadi jaraknya masih jauh, sehingga Operasi Patuh hasil analisis dan evaluasi mungkin nanti setelah mendekati kegiatan Nataru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan penentuan jadwal pelaksanaan Operasi Patuh, termasuk Operasi Zebra akan menunggu hasil evaluasi lanjutan serta arahan dari pimpinan Polri.

Kata Agus, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Asisten Operasi (Astamaops) Polri untuk menentukan waktu yang paling tepat dalam pelaksanaannya.

“Tentunya nanti kami akan evaluasi dan minta petunjuk pimpinan, dalam hal ini Astamaops. Nanti tepatnya kapan, apakah setelah HUT Bhayangkara atau mungkin satu bulan setelah HUT Bhayangkara, yang mana operasi tersebut adalah cipta kondisi mendekati Operasi Natal dan Tahun Baru. Baik itu Patuh dan Operasi Zebra,” tutur dia.

Sebelumnya, Operasi Patuh 2026 direncanakan berlangsung sampai 21 Juni 2026 dengan fokus erhadap berbagai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Operasi tersebut juga dirancang mengoptimalkan penggunaan teknologi ETLE, baik melalui kamera ETLE statis, ETLE handheld, ETLE mobile, hingga ETLE drone.

Meski jadwal pelaksanaannya ditunda, sasaran pelanggaran dalam Operasi Patuh 2026 diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan.

Sejumlah pelanggaran yang selama ini jadi fokus pengawasan antara lain pengendara lawan arus, main HP saat berkendara, tidak pakai helm berstandar SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, hingga pengendara di bawah umur.

Selain itu, kendaraan tidak memenuhi persyaratan teknis juga berpotensi jadi sasaran penindakan. Begitu pula, kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) karena dinilai berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.

Dalam skema yang sudah disiapkan sebelumnya, penindakan selama Operasi Patuh 2026 akan didominasi tilang elektronik. Korlantas Polri menyebut sekitar 60 persen penindakan dilakukan melalui ETLE, 30 persen melalui tilang manual secara selektif, dan 10 persen melalui pendekatan simpatik berupa edukasi serta teguran kepada masyarakat.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles