PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Peristiwa tragis terjadi di kawasan perairan Pulau Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang, Banten. Seorang pria bernama Yoga (37), yang bekerja sebagai pegawai koperasi di Pulau Peucang, meninggal dunia setelah diduga diterkam seekor buaya air asin saat menyelam di sekitar dermaga pulau tersebut.
Insiden nahas itu terjadi pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban diketahui tengah menyelam untuk memeriksa rumpon ikan yang berada di bawah kolong dermaga. Saat itu, korban melakukan aktivitas seorang diri sehingga tidak ada saksi yang mengetahui secara langsung detik-detik serangan predator tersebut.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi mengalami luka berat, terutama di bagian wajah dan tubuh, yang diduga akibat gigitan buaya. Upaya penyelamatan sempat dilakukan, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK), Ardi Andono, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban. Menurutnya, insiden tersebut merupakan kejadian pertama yang tercatat dalam sejarah Pulau Peucang.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban. Sepanjang catatan kami, ini merupakan kejadian pertama adanya serangan buaya terhadap manusia di kawasan Pulau Peucang,” ujarnya.
Ardi menjelaskan bahwa Pulau Peucang selama ini tidak dikenal sebagai habitat alami buaya air asin. Satwa predator tersebut umumnya ditemukan di kawasan Pulau Panaitan dan Pulau Handeuleum yang masih berada dalam wilayah Taman Nasional Ujung Kulon.
Meski demikian, pihak BTNUK menduga seekor buaya masuk ke perairan Pulau Peucang sehingga menyebabkan insiden tersebut. Saat ini petugas tengah melakukan pencarian terhadap buaya yang diduga menyerang korban.
Apabila berhasil ditemukan, satwa tersebut akan dievakuasi dan dipindahkan ke habitat alaminya guna mengurangi potensi ancaman terhadap masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Peucang.
“Kami sedang melakukan upaya pencarian. Jika buaya tersebut ditemukan, akan dipindahkan ke habitat yang sesuai agar aktivitas wisata dan masyarakat tetap aman,” kata Ardi.
BTNUK juga mengimbau wisatawan maupun masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berenang atau menyelam sendirian di kawasan perairan Pulau Peucang untuk menghindari risiko serangan satwa liar. Selama ini, setiap kunjungan wisata umumnya didampingi oleh petugas maupun pemandu wisata sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa tersebut dan masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap kejadian. Dugaan sementara mengarah pada serangan buaya air asin yang muncul di sekitar lokasi korban menyelam.
“Benar, kejadian tersebut memang terjadi. Korban merupakan pegawai koperasi TNUK,” kata Kapolsek Sumur AKP Erwin Heryadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (30/6/2026).
Peristiwa ini menjadi perhatian karena Pulau Peucang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dengan aktivitas snorkeling, menyelam, dan wisata pantai yang relatif aman.
Kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap satwa liar di kawasan konservasi, meskipun kemunculannya tergolong sangat jarang.



