29.2 C
Jakarta
Friday, July 3, 2026
spot_img

Gempa M 6,2 Guncang Pulau Doi Malut, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 6,2 mengguncang wilayah Pulau Doi, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (3/7/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan informasi awal BMKG, gempa terjadi pada pukul 09.31 WIB dengan episenter berada di laut sekitar 58 kilometer barat daya Pulau Doi, pada koordinat 1,93 Lintang Utara dan 127,39 Bujur Timur, dengan kedalaman 100 kilometer.

BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa berkedalaman menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Laut Maluku.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan oblique thrust fault atau sesar naik menggeser.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault) atau sesar naik menggeser. Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.

Adapun getaran gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Maluku Utara dengan intensitas gempar berkisar III hingga IV MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, sejumlah benda ringan bergoyang, dan sebagian warga memilih keluar bangunan sebagai langkah antisipasi.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Wijayanto memastikan hingga pukul 09.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG serta mewaspadai kemungkinan gempa susulan, meskipun belum tentu memiliki kekuatan yang signifikan.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles