PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kecelakaan tragis antara KRL Commuter Line dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya. Seluruh korban meninggal diketahui merupakan perempuan yang berada di gerbong khusus wanita saat tabrakan terjadi.
Insiden yang terjadi pada Senin malam (27/4) sekitar pukul 20.52 WIB itu melibatkan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Peristiwa itu diduga dipicu insiden awal saat KRL menabrak sebuah taksi di perlintasan yang tengah berhenti dijalur, sebelum akhirnya terjadi tabrakan dengan kereta jarak jauh. Akibatnya benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada gerbong terakhir KRL.
Selain korban tewas, jumlah korban luka tercatat mencapai lebih dari 80 orang, sebagian besar mengalami luka akibat benturan dan pecahan kaca, dan telah dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan Jakarta.
15 jenazah korban kecelakaan KA Agro Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur telah teridentifikasi di sejumlah rumah sakit (RS) Bekasi dan Jakarta. Sebanyak 10 jenazah korban teridentifikasi di RS Polri, Kramat Jati.
“Pada pukul 14.00 WIB, telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban, dan memutuskan 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi,” kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru Yulihartono dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Selasa (28/4/2026).
Proses identifikasi korban dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan menjelaskan, identifikasi dilakukan menggunakan data primer berupa sidik jari serta data sekunder seperti tanda medis dan barang milik korban.
“Teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder yaitu tanda medis dan properti atau benda kepemilikan,” ujar Nyoman.
Korban Tewas
Berikut daftar nama korban tewas:
RS Polri Kramat Jati:
1. Tutik Anitasari (P/31)
2. Harum Anjasari (P/27)
3. Nur Alimantun Citra Lestari (P/19)
4. Farida Utami (P/52)
5. Vica Acnia Fratiwi (P/23)
6. Ida Nuraida (P/48)
7. Gita Septia Wardany (P/20)
8. Fatmawati Rahmayani (P/29)
9. Arinjani Novita Sari (P/25)
10. Nur Ainia Eka Rahmadhyna (P/32)
RSUD Bekasi:
1. Nuryati (P/41)
2. Nur Laela (P/39)
3. Engar Retno Krisjayanti (P/35)
RS Mitra Bekasi:
1. Adelia Rifani
RS Bella Bekasi:
1. Ristuti Kustirahayu
Korban Luka
Berikut adalah rincian lengkap data identitas korban luka :
RSUD Kota Bekasi
1. Desvita, perempuan, 56 tahun
2. Ahmad Nur Syahril, laki-laki, 28 tahun
3. Subur Sagita, laki-laki, 51 tahun
4. Shofi Salsabila, perempuan, 24 tahun
5. Siti Maryam, perempuan, 37 tahun
6. Rifan Mandhara, laki-laki, 32 tahun
7. Anggita R. Utami, perempuan, 36 tahun
8. Hari Septiansah, laki-laki, 27 tahun
9. Dwi Apriliana, perempuan, 30 tahun
10. Ratri Intan A, perempuan, 26 tahun
11. Andi Saputra, laki-laki, 30 tahun (sudah pulang)
12. Sansan Sarifah, perempuan, 29 tahun
13. Dinasti Kusuma W, perempuan, 24 tahun
14. Yuliana, perempuan, 30 tahun
15. Ira Indira Putri, perempuan, 28 tahun
16. Hari Septiyansyah, laki-laki, 30 tahun
17. R. Rustiati, perempuan, 55 tahun
18. Amalia Khazanah Ulfa, perempuan, 31 tahun
19. Vira Oktaviani Putri, perempuan, 27 tahun (dirujuk ke RS Mitra Plumbon)
20. Yuliana Nur Pratama, perempuan, 24 tahun (dirujuk ke RS Siloam)
21. Nuryati, perempuan, 63 tahun
22. Nuriyah Indah Rahmati, perempuan, 21 tahun
23. Fitria Husni, perempuan, 26 tahun
24. Anggita, perempuan, 36 tahun
25. Leni Julianti, perempuan, 33 tahun
26. Purwanti, perempuan, 54 tahun
27. Yunita Endang, perempuan, 41 tahun
28. A. Regita, perempuan, 29 tahun
29. Subandi, laki-laki, 42 tahun
30. Muchlis, laki-laki, 30 tahun
31. Riki, laki-laki, 25 tahun
32. Alivia, perempuan, 25 tahun
33. Dewi Sagita, perempuan, 29 tahun
34. Stefani Sofia, perempuan, 22 tahun
35. Eri Rustiati, perempuan, 55 tahun
36. Ester Rajagukguk, perempuan, 27 tahun
37. M. Anwar, laki-laki, 30 tahun
38. Laily, perempuan, 26 tahun
39. Endang Kuswati, perempuan, 41 tahun
40. Ayunda R, perempuan, 24 tahun
41. Mustika Ayu Pujiana, perempuan, 43 tahun
42. Suryati, perempuan, 51 tahun
43. Evi, perempuan, 52 tahun
44. Nurul, perempuan, 26 tahun
45. Iis Suendi, laki-laki, 42 tahun
46. Dewi Suryani, perempuan, 35 tahun
47. Despita, perempuan, 48 tahun
48. Choirunnisa R, perempuan, 25 tahun
49. Rista Triana, perempuan, 35 tahun (sudah pulang)
50. Pamilang Rani Situmorang, perempuan, 32 tahun.
RS Bella Bekasi
1. Michelle Chan
2. Suwanto
3. Ratna Purnama Sari
4. Ayu P
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur
1. Safira Anastasya (Pulang)
2. Ermi (Pulang)
3. Jayanti Puji Lestari
4. Sonia Armela Pratiwi
5. Hendro Efendi
6. Syifa
RS Primaya Bekasi Timur
1. Ny. Qonita
2. Ny. Allana
3. Tn. Vebrian (Pulang)
4. Nn. Dinda Aulia
5. Nn. Sabrina
6. Nn. A. Siska Nur (Pulang)
7. Tn. Risky Mardiyanto (Pulang)
8. Nn. Adhe Jesica
9. Bayu Kurniawan (Pulang)
10. Elizabeth Adeli Afta
RS Mitra Plumbon Cibitung
1. Joko Herwanto
2. Rini Hutami
3. Safia Mutiara
4. Jaenudin (Pulang)
RS Hermina Bekasi (Marga Jaya)
1. Alvala
2. Linda Poppy
RS Mitra Barat
1. Nadindravela Azzahra (Pulang)
2. M. Naufal Akbar Ramadhan (Pulang)
Siloam Bekasi Timur 2
1. Imam Bukhori
2. Heni Fitriani
RS Bhakti Kartini
1. Nasyfa Juliani
RSUD Kabupaten Bekasi
1. Siti Fatonah
RS Siloam Cikarang
1. Ira Indira Putri (P)
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa pihaknya monitoring terhadap perkembangan kondisi korban sekaligus memastikan proses administrasi santunan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Keluarga korban meninggal dunia akan santunan dasar yang diserahkan sebesar Rp50 juta sesuai ketentuan.
Selain itu, melalui anak perusahaan Jasaraharja Putera yang bekerja sama dengan PT KAI, akan diberikan santunan tambahan sebesar Rp40 juta.
Sementara itu, untuk korban luka-luka, Jasa Raharja menjamin biaya perawatan di rumah sakit hingga maksimal Rp20 juta sesuai ketentuan, dengan tambahan jaminan dari Jasaraharja Putera hingga Rp30 juta.



