PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin lalu, kembali bertambah. Hingga Rabu, (29/4/2026), total korban jiwa tercatat menjadi 16 orang setelah satu pasien yang sempat dirawat intensif di ruang ICU dinyatakan meninggal dunia hari ini. Informasi ini disampaikan pihak rumah sakit yang menangani korban.
“Hari ini pasien yang dirawat di kami ada 22 orang. Dari jumlah itu, tiga pasien dirawat di ICU dan satu pasien meninggal di ICU pascaoperasi,” ujar Dirut RSUD Bekasi Ellya Niken Prastiwi.
Dengan penambahan tersebut, jumlah korban yang meninggal di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid menjadi empat orang.
Dengan adanya penambahan ini, maka total korban meninggal dunia akibat tabrakan maut KRL vs KA Argo Bromo ini berjumlah 16 orang.
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung oleh pemerintah daerah. Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat juga menyiapkan bantuan stimulus sebesar Rp 20 miliar untuk meningkatkan fasilitas rumah sakit yang menangani korban.
“Pemprov Jabar memberikan stimulus buat rumah sakit yang merawat ini sebesar Rp 20 miliar untuk ke depan rumah sakitnya disempurnakan,” kata Dedi Mulyadi.
Tak hanya itu, Pemprov Jabar juga memberikan bantuan kepada korban yang masih menjalani perawatan. Setiap pasien menerima santunan sebesar Rp 10 juta untuk membantu kebutuhan keluarga selama tidak dapat bekerja.
“Korban yang sakit pasti ada yang sementara berhenti kerja. Saya titip ke setiap pasien masing-masing Rp 10 juta, supaya kehidupan di rumahnya tenang dan anak-anaknya bisa sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, keluarga korban meninggal dunia juga telah menerima santunan sebesar Rp 50 juta per orang.



