28.4 C
Jakarta
Sunday, June 7, 2026
spot_img

Sah! Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Berstatus BUMN Ekspor SDA

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai badan usaha yang akan mengelola tata niaga ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) strategis nasional. Kehadiran perusahaan ini disebut menjadi langkah penting dalam memperkuat transparansi dan pengawasan devisa hasil ekspor Indonesia.

Adapun PT DSI sebelumnya didirikan pada 18 Mei 2026 dengan status awal sebagai perusahaan swasta nasional.

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan proses perubahan status PT DSI menjadi BUMN telah rampung pada hari ini, Senin (25/5/2026).

“Hari ini sudah menjadi BUMN ya. Itu sudah selesai tadi pagi kita sudah tanda tangan,” ungkapnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, (25/5/2026).

Dengan status tersebut, negara melalui BP BUMN kini mengantongi 1 persen saham Seri A Dwiwarna di PT DSI.

“Karena kan prosesnya harus ada 1% saham milik negara kan dengan kuasa khusus. Hari ini sudah menjadi BUMN ya,” ujar Dony.

Dony mengatakan, skema ekspor yang akan dijalankan DSI masih dalam tahap finalisasi. Ia memastikan detail mekanisme kerja DSI akan disampaikan setelah seluruh proses penyusunan rampung.

“Yang pasti sudah menjadi BUMN, kemudian nanti detailnya akan disampaikan,” jelasnya.

Sebelumnya Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa Luke Thomas Mahony ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Rosan melihat pengalaman Thomas di PT Vale Indonesia Tbk dan sudah lama di dunia perdagangan. Sehingga dinilai mumpuni untuk memimpin PT DSI.

Dia juga melihat Thomas juga lama tinggal di Indonesia. “Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih menjadi track record-nya juga dan dia kan sangat memahami juga, pengalaman sebelumnya baik di perusahaan multinasional di Vale dan dia pun bisa Bahasa Indonesia juga, memang istrinya orang Indonesia,” kata Rosan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (22/5/2026).

“Tapi yang paling penting justru kita lihat pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral, jadi dan networking-nya juga baik dan yang paling penting kita lihat selama ini juga di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, PT DSI dibentuk sebagai upaya pemerintah melakukan ekspor satu pintu untuk komoditas batu bara, minyak kelapa sawit dan juga paduan besi atau ferro aloys.

Pembentukan DSI dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk menekan praktik under invoicing dan potensi kebocoran devisa dari ekspor komoditas unggulan Indonesia.

Pembentukannya menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Lewat kebijakan ini, ekspor komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga fero alloy wajib dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah.

Penerapan ekspor satu pintu ini akan dimulai pada 1 Juni 2026 sebagai tahap awal, hingga akhirnya diimplementasikan penuh pada 1 Januari 2027.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles