28.4 C
Jakarta
Sunday, June 7, 2026
spot_img

Menaker Tanggapi Isu PHK Massal di Tengah Tekanan Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli merespons kekhawatiran terkait potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pelemahan rupiah dinilai memberi tekanan tambahan bagi dunia usaha, terutama industri yang bergantung pada bahan baku impor.

Pada perdagangan Selasa pagi, nilai tukar rupiah tercatat melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.749 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.744 per dolar AS.

Menanggapi kondisi tersebut, Yassierli mengatakan pemerintah saat ini aktif melakukan koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian guna mencari langkah antisipatif terhadap potensi gejolak di sektor ketenagakerjaan.

“Kita terus dalam koordinasi Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian (Airlangga Hartarto). Jadi kalau teman-teman lihat sudah banyak langkah-langkah yang dilakukan, ya,” kata Yassierli dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Yassierli menyatakan pemerintah saat ini terus memantau perkembangan ekonomi global dan kondisi industri nasional.

Menurut Yassierli, pemerintah saat ini bekerja secara terpadu antar-kementerian untuk memastikan stabilitas industri dan menjaga keberlangsungan lapangan kerja di tengah tekanan ekonomi global yang belum mereda.

“Jadi kita lintas kementerian, kita satu tim. Kita satu tim kita terus monitor,” ujar Yassierli.

Menurut dia, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menjaga stabilitas usaha dan ketenagakerjaan.

“Pemerintah lintas kementerian terus memonitor situasi dan mencari solusi terbaik agar potensi PHK bisa dicegah,” ujar Yassierli.

Terkait peluncuran Satuan Tugas atau Satgas PHK, Yassierli belum memberikan penjelasan lebih jauh. Ia hanya menyebut pemerintah masih menunggu momen peluncuran satgas tersebut.

“Satgas PHK, kita tunggu momen launching-nya. Ini lagi menunggu momen launching-nya,” kata dia.

Di sisi lain, Yassierli juga menanggapi kabar PHK yang terjadi di PT Xacti Indonesia, Depok, Jawa Barat. Perusahaan tersebut disebut melakukan PHK terhadap sekitar 350 pekerja akibat tekanan ekonomi dan penurunan pasar global.

Namun, Menaker mengaku belum menerima laporan lengkap terkait kasus tersebut karena masih ditindaklanjuti Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor.

“Belum, ini (laporan) kan masih diterima oleh Pak Wamen, nanti saya belum dapat update laporannya seperti apa, nanti kita tunggu,” kata Yassierli.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI membenarkan adanya PHK terhadap sekitar 350 karyawan PT Xacti Indonesia.

Perusahaan yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, itu juga dinyatakan tutup karena tidak mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi dan lesunya pasar global.

“KSPI menegaskan bahwa penyebab utama PHK dan penutupan perusahaan tersebut adalah tekanan ekonomi global akibat perang yang berkepanjangan, yang menyebabkan harga bahan baku industri melambung tinggi dan ongkos produksi meningkat tajam,” kata Presiden KSPI Said Iqbal.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles