28.4 C
Jakarta
Sunday, June 7, 2026
spot_img

BPS Ungkap Ekonomi RI Tetap Solid, Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Jadi Penopang Utama

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan perekonomian Indonesia pada triwulan I-2026 masih berada dalam kondisi solid, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi dan percepatan belanja pemerintah.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, fundamental ekonomi nasional tetap kuat meski dunia masih menghadapi ketidakpastian global.

“Fundamental ekonomi Indonesia sepanjang triwulan I-2026 masih terlihat solid,” ujar Amalia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I 2026, didorong aktivitas konsumsi masyarakat, investasi, dan stimulus fiskal pemerintah pada awal tahun.

Amalia menjelaskan konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan karena menyumbang lebih dari separuh perekonomian nasional dari sisi pengeluaran.

“Konsumsi rumah tangga memang menopang lebih dari setengah ekonomi Indonesia yang tumbuh pada kuartal I 2026,” ujarnya.

BPS mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen dengan kontribusi 54,38 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), serta menyumbang 2,94 persen poin terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurut Amalia, daya beli masyarakat masih cukup terjaga dan didukung meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

Peningkatan mobilitas masyarakat pada periode tersebut berdampak langsung pada berbagai sektor, terutama transportasi, perdagangan, serta akomodasi dan makan minum.

Selain konsumsi rumah tangga, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 5,96 persen dengan kontribusi 28,29 persen terhadap PDB. Investasi turut menyumbang 1,79 persen poin terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya pembelian barang modal seperti mesin, kendaraan, dan perlengkapan produksi untuk mendukung aktivitas produksi dan ekspansi usaha.

“Impor barang modal tumbuh 14,27 persen. Realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) tumbuh 7,2 persen. Belanja modal pemerintah juga tumbuh 36,7 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sebesar 21,81 persen, seiring peningkatan realisasi belanja, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Amalia, percepatan belanja pemerintah pada awal tahun menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026.

“Biasanya di triwulan pertama pengeluaran pemerintah itu terbatas, tetapi khusus di triwulan I 2026 ini ada kebijakan stimulus pemerintah yang kemudian realisasi belanja anggaran pemerintah di era Bapak Presiden Prabowo ini mendorong stimulus pemerintah, sehingga di triwulan I ini pengeluaran pemerintahnya menjadi jauh lebih besar dibandingkan triwulan sebelumnya,” katanya.

Dari sisi lapangan usaha, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh tertinggi sebesar 8,04 persen, diikuti perdagangan 6,26 persen, industri pengolahan 5,04 persen, dan pertanian 4,97 persen pada kuartal I 2026.

Di sisi lain, aktivitas ekonomi berbasis digital juga menunjukkan peningkatan, tercermin dari pertumbuhan transaksi e-retail dan marketplace, serta meningkatnya nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit.

Amalia mengatakan pertumbuhan sejumlah sektor tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih bergerak positif di tengah ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi dunia.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles