31.9 C
Jakarta
Sunday, June 14, 2026
spot_img

Rupiah Melemah, Wamenpar Sebut Jadi Daya Tarik Datangkan Lebih Banyak Wisman ke Indonesia

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) justru dapat menjadi peluang sekaligus daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Kondisi tersebut dinilai membuat biaya berwisata di Indonesia menjadi lebih kompetitif dan terjangkau di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Iya kami melihat ini menjadi satu peluang bagi Indonesia bahwa ini akan membuat Indonesia memiliki daya tarik yang lebih bagi wisatawan,” kata Ni Luh dalam pameran Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, dikutip Minggu (31/5).

Ia menyebut situasi nilai tukar saat ini dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata nasional apabila dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku industri.

Menurut dia, kurs rupiah saat ini dapat mendorong wisatawan asing memilih Indonesia sebagai destinasi liburan, bahkan berpotensi memperpanjang lama tinggal mereka.

Kementerian Pariwisata, lanjutnya, saat ini tengah mengintensifkan berbagai strategi promosi, termasuk misi penjualan dan partisipasi dalam pameran internasional, untuk memaksimalkan momentum tersebut. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Selain promosi, Kemenpar juga mendorong pelaku industri pariwisata untuk mulai mengubah pasar, dari yang sebelumnya mentargetkan negara jarak jauh, kini memperkuat kunjungan dari negara-negara tetangga.

“Perkuat bagaimana agar short-haul dan medium-haul ini bisa mengalami peningkatan, tentu ini menjadi substitusi dari pasar Eropa maupun pasar Amerika dan Timur Tengah yang mengalami penurunan akibat situasi geopolitik,” ujarnya.

“Tapi kalau kami lihat dari angka triwulan pertama, memang terlihat bahwa wisatawan dari yang medium-haul dan short-haul ini mengalami peningkatan, tapi beberapa Timur Tengah ini mengalami penurunan,” sambung Ni Luh Puspa.

Untuk itu Wamenpar mengajak pelaku pariwisata tidak pesimistis melainkan terus berkolaborasi dan optimistis meraih pencapaian dari peluang-peluang di setiap situasi.

Wamenpar juga menyinggung bahwa pelemahan rupiah tidak terlepas dari faktor global, termasuk dinamika geopolitik internasional. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kinerja sektor pariwisata Indonesia masih menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026 dibandingkan periode sebelumnya.

Pemerintah berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut hingga kuartal berikutnya, seiring dengan meningkatnya mobilitas wisatawan internasional dan penguatan promosi destinasi unggulan Indonesia.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles