PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera melakukan penyesuaian tarif pada sejumlah rute Transjabodetabek. Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, yang menyebut evaluasi tarif dilakukan seiring meningkatnya biaya operasional dan besarnya subsidi yang harus ditanggung pemerintah daerah.
Pramono mengatakan, salah satu rute yang akan segera diputuskan tarif barunya adalah rute Transjabodetabek SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, yang baru beroperasi sekitar tiga bulan lalu. Namun, penyesuaian tidak hanya berlaku untuk rute tersebut, melainkan juga beberapa rute Transjabodetabek lainnya yang saat ini masih dalam tahap evaluasi.
“Bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Jumat, (5/6).
Menurut dia, penyesuaian itu perlu dilakukan karena anggaran subsidi yang digelontorkan untuk menambal tarif rute-rute ini sudah terlalu besar dan membebani APBD.
“(Alasannya) Pertama, karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan, dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya bus parkir itu nggak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung,” tutur Pramono.
Untuk itu, Pramono memutuskan segera menyesuaikan tarif Transjabodetabek di beberapa rute.
Kendati demikian, Pramono belum merinci rute mana saja yang akan dilakukan penyesuaian tarif tersebut.
Meskipun daftar rute lengkap yang terdampak belum dirinci secara detail, Pemprov DKI berencana melakukan penyesuaian untuk rute Blok M-Bandara Soetta, diperkirakan untuk rute Blok M-Bandara Soetta kenaikannya berkisar Rp10.000-Rp15.000 setelah sebelumnya dikenakan tarif Rp2.000-Rp3.500.
Sementara untuk Rute Transjabodetabek lainnya masih dalam kajiannya atau segera akan diumumkan terpisah.



