PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek berencana menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Aksi Indonesia Bangkrut” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait kondisi perekonomian nasional dan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan masyarakat.
Aksi yang dimotori oleh sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia ini diperkirakan berlangsung sejak pagi mulai pukul 10.00 WIB hingga sore hari dan berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sepanjang koridor Jalan MH Thamrin–Jenderal Sudirman.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan mengatakan, BEM seluruh fakultas UI yang berjumlah 15 akan bergabung. Selain itu, ada delapan BEM kampus dan organisasi gerakan lain yang bakal berpartisipasi.
Mereka antara lain BEM Keluarga Mahasiswa IPB University, BEM Politeknik Negeri Jakarta, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, Front Mahasiswa Nasional (FMN) Pusat, FMN UI, Pembebasan, dan Serikat Mahasiswa Progresif UI (Semar UI).
Yatalathof memperkirakan ribuan mahasiswa turun ke jalan melakukan aksi.
“(jumlah mahasiswa sekitar) 1000 (mahasiswa) ke atas ya,” kata Yatalathof.
Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Anandaku Dimas Rumi memastikan seluruh BEM fakultas di kampus berjaket almamater kuning itu turun ke jalan dalam aksi demo hari ini.
“Sejauh ini aliansi yang sepakat akan turun adalah aliansi BEM se-UI, BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, FMN Pusat, FMN UI, Pembebasan, hingga Semar UI,” kata Ketua BEM FH UI Dimas kepada awak media, Kamis (11/6/2026).
Disisi lain, Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang tergabung dalam Aliansi UNJ Melawan juga akan menggelar aksi demonstrasi di lingkungan kampus pada hari ini, pukul 13.00 WIB. Adapun rute long march dimulai dari Rawamangun muka melewati lapangan golf, kemudian belok kanan ke arah Pemuda.
“Jadi kami akan lawan arah. Sampai nanti titik berhenti di UNJ pintu Pemuda,” ujar Kepala Departemen Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ, Dimas Galih, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Dimas mengatakan aksi akan diikuti sivitas akademika UNJ. Selain mahasiswa, Dosen Sosiologi UNJ Ubedilah Badrun akan menghadiri aksi tersebut.
Anggota Aliansi UNJ Melawan, Andreas, mengatakan keputusan turun aksi ini merupakan hasil konsolidasi yang dilakukan seluruh organisasi mahasiswa UNJ pada Rabu, 10 Juni 2026.
Adapun, aksi unjuk rasa mahasiswa pada Jumat hari ini membawa lima tuntutan. Berikut 5 tuntutan tersebut:
- Stop Pemborosan APBN
- Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM
- Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
- Hentikan Militerisme di Ranah Sipil
- Prabowo berhenti Mengelak dan Akui Kesalahan Pemerintah
Aparat Kerahkan 4.151 Personel Gabungan
Untuk mengamankan jalannya aksi, Polda Metro Jaya bersama unsur TNI mengerahkan total 4.151 personel gabungan. Jumlah tersebut terdiri dari 3.651 personel Polri dan 500 personel TNI.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengerahan personel dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung aman dan tertib tanpa mengganggu aktivitas publik secara berlebihan.
“Polda Metro Jaya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya,” ujar Budi.
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Bundaran HI dan ruas Jalan Sudirman–Thamrin selama aksi berlangsung. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Pengaturan lalu lintas kami siapkan secara situasional. Apabila terjadi kepadatan atau ada kebutuhan pengalihan arus di sekitar lokasi aksi, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan tetap memprioritaskan keselamatan peserta aksi dan masyarakat pengguna jalan,” kata Budi.
Ia menegaskan pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan dan Monas juga telah disiapkan secara fleksibel sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Selain itu, kepolisian juga telah memetakan berbagai potensi gangguan yang mungkin terjadi selama demo, mulai dari kemacetan lalu lintas, konvoi kendaraan, gangguan terhadap fasilitas umum, hingga potensi tindak kriminalitas.
Polda Metro Jaya turut mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.



