34.5 C
Jakarta
Friday, November 6, 2026
spot_img

Helikopter TNI AD Jatuh di Kalteng saat Padamkan Karhutla: Tiga Prajurit Gugur, Lima Selamat

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kecelakaan tragis menimpa helikopter Mi-17V5 milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

Helikopter yang dioperasikan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) tersebut jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, ketika sedang melaksanakan operasi water bombing atau pemadaman api menggunakan air dari udara.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, peristiwa nahas tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI AD meninggal dunia, sementara lima personel lainnya berhasil selamat. Para korban selamat telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Kuala Pembuang.

“Krunya ada delapan orang, lima orang sudah dirawat di sini, dua orang bisa dipastikan meninggal dunia dan satu masih tahap pencarian,” kata Zainul dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Adapun tiga prajurit yang meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter tersebut yakni:

1. Letkol Cpn (Anm.) Dudi Firmansyah

2. Kapten Cpn (Anm.) Nurhafiz Akbar R. H., S.H., M.H.

3. Sertu (Anm.) Heri Prasetyo yang saat ini masih dalam pencarian.

Salah satu korban yang gugur dalam kecelakaan tersebut yakni Letkol Cpn (Anm.) Dudi Firmansyah, merupakan penerbang yang bertugas di Skadron 31/Amur Yudha Cakti (AYC) Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad). Dudi dikenal memiliki rekam jejak penerbangan yang mengesankan dengan pengalaman terbang mencapai 3.816,15 menit.

Sementara itu, lima korban selamat dari kecelakaan tersebut saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang.

Pangdam bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan turut mendatangi Kabupaten Seruyan untuk meninjau lokasi kecelakaan. Mereka juga mengecek kondisi korban selamat di RSUD Kuala Pembuang.

Sabran menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya para prajurit TNI AD dalam insiden tersebut.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah menegaskan akan terus melakukan evakuasi maupun pertolongan kepada korban.

Disisi lain, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui akun Threads resminya turut menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengabdian para korban yang gugur ketika menjalankan tugas pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah.

“Kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara. Pengabdian dan jasa pahlawan yang gugur bertugas akan senantiasa dikenang,” demikian pernyataan Kemenhut, Kamis (5/11/2026).

Kronologi Helikopter MI-17V5 Jatuh Saat Padamkan Karhutla

Berdasarkan keterangan resmi TNI AD, helikopter Mi-17V5 tersebut berangkat dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB dengan rute penerbangan Kuala Pembuang–Telaga Pulang–Kuala Pembuang.

Penerbangan dilakukan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah.

Dalam menjalankan tugasnya, helikopter melaksanakan metode water bombing, yakni mengambil air dari sumber perairan kemudian menjatuhkannya dari udara ke titik-titik kebakaran.

Namun, sekitar pukul 11.18 WIB, ketika melakukan pengambilan air di perairan Desa Sungai Perlu, helikopter mengalami gangguan saat terbang. Kondisi tersebut kemudian berujung pada kecelakaan hingga helikopter jatuh ke sungai.

Helikopter yang mengalami kecelakaan diketahui merupakan Mi-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa insiden tersebut terjadi ketika helikopter sedang menjalankan tugas operasi pemadaman karhutla.

Saat kecelakaan terjadi, terdapat delapan personel yang berada di dalam helikopter tersebut.
Adapun delapan personel yang berada di dalam helikopter tersebut adalah Mayor Cpn Dudi, Kapten Cpn Febri, Lettu Cpn Hafiz, Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Pratu Gilang, Serda Sardi, dan Serka Kadiya.

Setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut, TNI AD segera mengerahkan personel untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR). Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan unsur terkait melalui jalur udara dan perairan.

Dalam laporan awal yang disampaikan TNI AD pada Rabu sore, satu personel ditemukan meninggal dunia dan jenazahnya telah dibawa ke RS Kuala Pembuang.

Sementara lima personel lainnya berhasil diselamatkan dan mendapatkan penanganan medis.

Adapun dua kru lainnya saat itu masih dalam proses pencarian dan evakuasi.

Perkembangan berikutnya disampaikan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin yang menyebutkan dua kru telah dipastikan meninggal dunia, sehingga jumlah korban meninggal bertambah menjadi tiga orang.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum diketahui penyebab dari kecelakaan jatuhnya helikopter tersebut. Pihak TNI AD memastikan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles