33.8 C
Jakarta
Monday, November 2, 2026
spot_img

Truk Molen Tabrak Kerumunan Warga di Bekasi, 6 Orang Tewas dan 6 Luka-Luka, 5 Korban Merupakan Anak-Anak, Ini Daftar Namanya

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk molen terjadi di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (1/11/2026) sore. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Insiden tragis tersebut mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan enam orang lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Joko Sembodo, kecelakaan bermula ketika truk molen melaju dari arah Universitas Islam 45 (UNISMA) menuju Rawapanjang.

Saat melintasi Jalan Cut Mutia, kendaraan diduga mengalami kerusakan pada sistem pengereman.

“Setiba di lokasi kejadian kendaraan truk B-9548-MV mengalami rem blong (jember rem pecah),” jelas Joko dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Akibatnya, pengemudi kehilangan kendali hingga kendaraan berat itu oleng ke sisi kiri jalan dan menghantam sejumlah warga yang sedang berkumpul di dekat halte bus, tepatnya di depan Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), Kelurahan Sepanjang Jaya, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Truk juga menabrak bagian bangunan hingga akhirnya berhenti setelah mengalami kecelakaan. Kecelakaan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah korban dilaporkan tergeletak di lokasi kejadian sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan dan dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu, sopir truk diamankan polisi untuk dimintai keterangan. Selain mengamankan pengemudi, petugas juga menyita kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.

Enam Orang Meninggal Dunia, Dua di Antaranya Anak-Anak

Berdasarkan informasi kepolisian, terdapat 12 orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Enam orang dinyatakan meninggal dunia, dua korban meninggal dunia merupakan anak-anak, sedangkan enam lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

Para korban yang meninggal dunia dievakuasi ke beberapa rumah sakit, di antaranya RSUD Kota Bekasi dan RS Siloam Sepanjang Jaya.

Sementara itu, enam korban lainnya yang mengalami luka-luka mendapatkan penanganan medis di RS Siloam Sepanjang Jaya serta RS Juwita.

Berikut daftar nama korban:

1. Adisa (anak-anak) – di RS Siloam Sepanjang Jaya (meninggal dunia)
2. Sodik (anak-anak) – di RS Siloam Sepanjang Jaya (luka-luka)
3. Dian – di RS Siloam Sepanjang Jaya (luka-luka)
4. Muhammad Maulana – di RS Juwita (luka-luka)
5. Nur Jamilah – di RS Juwita (luka-luka)
6. Raihan (anak-anak) – di RA Juwita (luka-luka)
7. Fatuh (anak-anak) – di RS Juwita (luka-luka)
8. Siti Habiah – di RSUD Kota Bekasi (meninggal dunia)
9. Adiaha Raiqa Syafia (anak-anak) – di RSUD Kota Bekasi (meninggal dunia)
10. Siti Nur Latifah – di RSUD Kota Bekasi (meninggal dunia)
11. Muhamad Ferdiansa – di RSUD Kota Bekasi (meninggal dunia)
12. Soemiyati – di RSUD KOTA BEKASI (meninggal dunia)

Tim TAA Polda Metro Turun Tangan

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mengusut tuntas peristiwa tersebut secara transparan.

Penyelidikan akan dilakukan menggunakan pendekatan scientific crime investigation untuk memastikan penyebab kecelakaan berdasarkan bukti dan fakta di lapangan.

Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Metro Jaya juga dijadwalkan melakukan analisis dan rekonstruksi pada Senin, (2/11/2026) guna mengetahui secara lebih terperinci bagaimana kecelakaan tersebut terjadi.

“Musibah ini akan kami usut tuntas dan transparan melalui pendekatan scientific crime investigation. Setiap keputusan berpijak pada fakta yang terungkap, sebagai wujud tanggung jawab kami kepada keluarga korban dan masyarakat,” kata Putu Kholis.

Polisi Minta Masyarakat Tidak Menyebarkan Foto Korban

Di tengah penanganan kecelakaan maut tersebut, pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto maupun video korban.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarga yang sedang berduka dan untuk menjaga privasi para korban.

Masyarakat juga diminta tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan kepolisian.

Peristiwa di Jalan Cut Mutia ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan, terutama kendaraan berat yang beroperasi di jalan raya.

Pemeriksaan sistem pengereman, kondisi ban, serta komponen keselamatan kendaraan perlu dilakukan secara berkala untuk meminimalkan risiko kecelakaan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Hingga Senin (2/11/2026), kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan truk molen yang menewaskan enam orang tersebut.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles