24.4 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026
spot_img

Tidak Ada Pesta Kembang Api di Jakarta Saat Tahun Baru 2026, Pramono: Kita Rayakan dengan Cara yang Lebih Sederhana

MEDIA PETISI BRAWIJAYA, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan tidak akan ada pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026 di Ibu Kota. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera yang tengah mengalami bencana banjir dan tanah longsor.

Dalam pernyataannya di Jakarta Utara pada Jumat, 19 Desember 2025, Pramono menyampaikan bahwa Jakarta sebagai Ibu Kota Negara harus tetap menyelenggarakan perayaan tahun baru, namun dengan cara yang lebih sederhana dan penuh empati.

“Saya segera memutuskan, kembang api menurut saya juga tidak perlu ada. Jadi pakai atraksi drone saja sudah cukup,” ujar Pramono kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).

Ia menambahkan bahwa kemeriahan yang berlebihan, apalagi yang bersifat mewah, tidak sesuai dengan suasana duka yang tengah dirasakan masyarakat di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara akibat bencana alam.

Sebagai pengganti pesta kembang api, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar acara doa bersama dan kontemplasi di beberapa titik strategis di kota. Acara ini bertujuan untuk mengajak masyarakat merenungkan dan bersyukur atas tahun yang telah dilalui, sekaligus menunjukkan solidaritas terhadap korban bencana.

“Pasti nanti akan ada tempat khusus untuk kita merenung, berdoa, kontemplasi, terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Sumatera,” tambah Pramono.

Meski begitu, Pramono tidak melarang masyarakat untuk merayakan malam tahun baru secara pribadi. Ia hanya mengimbau agar perayaan dilakukan dengan cara yang bijak dan tidak berlebihan, serta tetap menjaga keamanan dan keamanan.

Pramono juga menekankan bahwa meskipun dirayakan secara sederhana, Jakarta tetap harus menunjukkan semangat menyambut tahun baru sebagai kota global dan pusat pemerintahan nasional. Oleh karena itu, Pemprov DKI akan tetap menggelar acara resmi, namun dengan pendekatan yang lebih reflektif dan efisien.

“Jakarta akan tetap merayakan tahun baru, tapi dengan cara yang lebih bermakna dan tidak menampilkan kemewahan yang tidak perlu. Jadi sekali lagi, besok hari Senin (22/12/2025) ini saya akan memutuskan apakah bentuk apa menyambut tahun baru itu bagaimana” tegasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles