PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatangan 11 nota kesepahaman (MoU) kerja sama ekonomi dan investasi senilai total sekitar 38,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 650,02 triliun, dalam ajang Indonesia-US Business Summit yang digelar U.S. Chamber of Commerce di Washington D.C. Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026), malam waktu setempat.
Turut hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Ketua DPN APINDO Shinta Kamdani, Chairman Freeport McMoran Richard Adkerson, CEO S&P Global Martina Cheung, dan President Exxon Mobil Indonesia Wade Floyd.
Acara yang diinisiasi oleh US-ASEAN Business Council (USABC) bekerja sama dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-Indonesia Society (USINDO), serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini menjadi puncak dari kunjungan kenegaraan Prabowo di tengah upaya memperkuat hubungan dagang dan investasi antara kedua negara menjelang penandatanganan perjanjian tarif dagang resiprokal (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Kamis (19/2/2025), penandatanganan 11 MoU tersebut dilakukan saat Gala Iftar usai buka puasa bersama dan merupakan kolaborasi sektor pemerintah serta swasta kedua negara di berbagai bidang.
Berikut daftar nota kesepahaman yang berhasil ditandatangani:
- Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral, ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dan President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas;
- MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Haliburton, ditandatangani oleh CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Haliburton Ankush Balla;
- MoU di bidang Agrikultur (Jagung) antara PT. Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan dan Cargill Inc, ditandatangani oleh Managing Director Amcham mewakili Fanny Hosea PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Indonesia) Donna Priadi dan Director International Government Relations (China & APAC) at Cargill Elizabeth Struse;
- MoU tentang Cotton antara Busana Apparel Group dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh Chief Marketing Officer Busana Apparell Manish Virmani serta Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;
- MoU tentang Cotton antara Daehan Global dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh CEO of Daehan Global Boo Hyung Lee dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;
- MoU tentang Shredded Worn Clothing antara Asosiasi Garment dan Textile Indonesia, PT Pan Brothers dan Ravel, ditandatangani oleh CEO PT PAN Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb;
- MoU tentang Furnitur antara ASMINDO (Indonesian Furniture Industry & Handicraft Association) dan Bingaman and Son Lumber, Inc, ditandatangani oleh CEO Vivere Group (ASMINDO) Dedy Rochimat dan Director of Exports Jeremy Roupp;
- MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Essence, ditandatangani oleh President Director Ahmad Maaruf Maulana dan President Director Chester Coleman;
- MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri (GBI) dan Tynergy Technology Group, ditandatangani oleh Director GBI Kadafi Yahya Muhamad dan President Direkturr Yan Purba;
- Transnational Free Trade Zone Friendship antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC, ditandatangani oleh Director Tjaw Hioeng dan Presiden Solana Gorup David Fordon;
- MoU tentang Furnitur/Wood Product antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) dan American Hardwood Export Council, ditandatangani oleh Head of Promotion and Marketring for Americas Rudy Hartono dan American Hardwood Export Council Michael Snow.
Tim Media Presiden menyatakan bahwa kerja sama tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan dunia usaha internasional terhadap prospek ekonomi nasional.
“Selain itu, kesepakatan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik,” demikian petikan keterangan Tim Media Presiden di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Pemerintah menegaskan akan mengawal implementasi seluruh komitmen agar memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan penguatan industri nasional.
Selain itu juga dibahas rencana implementasi hasil negosiasi perjanjian perdagangan resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat. Supaya kedua negara dapat menikmati relaksasi kebijakan yang telah dibuat untuk memperkuat kerja sama investasi.




