25.2 C
Jakarta
Thursday, April 2, 2026
spot_img

Ketua DPR Desak Tanggung Jawab Internasional, Minta Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Diminta Diberi Penghargaan oleh Negara

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan pentingnya tanggung jawab komunitas internasional atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.

Pernyataan tersebut disampaikan Puan menyusul tewasnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), akibat eskalasi konflik bersenjata di wilayah tersebut. UNIFIL diketahui merupakan misi penjaga perdamaian di bawah mandat PBB.

“Atas nama DPR RI, kami menyampaikan duka cita mendalam. Negara berhak meminta pertanggungjawaban komunitas internasional sebagai bentuk perlindungan bagi setiap tumpah darah Indonesia,” ujar Puan dalam keterangannya, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

Menurut Puan, gugurnya prajurit Indonesia di Lebanon menunjukkan bahwa keterlibatan Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia bukan sekadar simbol diplomasi, melainkan juga mengandung risiko nyata di lapangan.

“Ketika prajurit Indonesia gugur dalam misi perdamaian, itu menunjukkan bahwa komitmen Indonesia terhadap perdamaian internasional selalu dibayar dengan tanggung jawab yang tidak ringan,” imbuh Puan.

Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius bagi dunia internasional, terutama dalam menjamin keamanan pasukan penjaga perdamaian.

Dia menyebut keberanian pasukan Indonesia di medan konflik harus selalu diikuti dengan kesiapan negara memastikan bahwa setiap perkembangan ancaman dipetakan secara lebih adaptif.

Lebih lanjut, Puan menekankan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada prajurit yang gugur.

Ia meminta pemerintah dan TNI memastikan seluruh hak para prajurit, termasuk pengakuan sebagai pahlawan kemanusiaan, dapat terpenuhi.

Ia menilai penghormatan terhadap prajurit yang gugur juga harus diwujudkan melalui upaya nyata dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

“Ketiga putra terbaik Indonesia tersebut gugur saat menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia. Sudah selayaknya negara memberikan penghargaan sebaik-baiknya atas pengorbanan mereka,” tegasnya.

Selain itu, Puan juga mendorong langkah konkret dari komunitas internasional, khususnya PBB, untuk mengusut insiden tersebut dan mengambil tindakan tegas guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) ini juga berharap kejadian itu dapat semakin meningkatkan kesadaran bagi semua pihak soal betapa pentingnya langkah dan upaya menciptakan perdamaian. Terutama, bagi pihak-pihak yang masih berseteru dan berada dalam konflik geopolitik berkepanjangan.

“Perang harus segera dihentikan. Sudah berapa banyak korban berjatuhan demi kekuasaan pihak-pihak tertentu. Perserikatan Bangsa-Bangsa harus berani bertindak tegas,” katanya.

Sebagai informasi, Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL, gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu, 29 Maret 2026.

Sementara itu, tiga personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan terluka akibat serangan tersebut.

Berselang sehari, PBB melaporkan dua anggota pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia gugur dan dua prajurit lainnya terluka dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan pada Senin, 30 Maret 2026.

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan dua prajurit yang gugur itu adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sementara itu, dua prajurit yang terluka adalah Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles