PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah merampungkan kunjungan kerja dari Korea Selatan, dan tiba di tanah air, pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 23.55 WIB. Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea Selatan juga membuahkan hasil signifikan di sektor ekonomi. Dalam agenda bilateral tersebut, Indonesia berhasil mengamankan komitmen investasi senilai US$10,2 miliar atau sekitar Rp173 triliun.
Capaian tersebut diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menghadiri forum “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth” di Seoul, Rabu (1/4/2026).
Dalam forum itu, Airlangga hadir mewakili Presiden bersama Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani.
“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar USD atau sekitar Rp173 triliun,” ujar Airlangga, Kamis (2/4/2026).
Airlangga menjelaskan, kerja sama investasi kedua negara mencakup berbagai sektor strategis, antara lain energi dan transisi hijau seperti pengembangan tenaga surya, teknologi carbon capture and storage (CCS), serta proyek energi terbarukan lainnya. Selain itu, kerja sama juga meliputi sektor industri dan manufaktur, termasuk baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan.
“Investasi tersebut juga mencakup sektor digital dan kecerdasan buatan (AI), serta properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai. Selain itu, terdapat kerja sama antara Kadin dan KCCI untuk mendorong komitmen bisnis kedua negara,” papar Airlangga yang hadir bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mewakili Presiden Prabowo.
Di samping itu, Airlangga menyebut bahwa sejumlah perusahaan besar Korea turut memperkuat komitmen investasinya di Indonesia, termasuk pengembangan industri baja oleh POSCO serta minat investasi dari Lotte yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi.
Lebih lanjut, Menko Perekonomian menekankan bahwa hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Korea Selatan melengkapi capaian investasi dari kunjungan sebelumnya ke Jepang, yang menghasilkan komitmen investasi sebesar USD 23,6 miliar atau sekitar Rp401 triliun.
“Artinya kunjungan Bapak Presiden ke dua negara ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun,” kata Airlangga.
Angka tersebut menjadi bukti konkret bahwa Indonesia tetap menjadi primadona investasi global, bahkan saat dunia dilanda ketidakpastian akibat konflik geopolitik.
“Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik bagi para investor baik dari Jepang maupun Korea,” tambahnya.
Airlangga juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki iklim investasi melalui langkah debottlenecking, yakni penyelesaian berbagai hambatan investasi yang dihadapi pelaku usaha.
“Kami menyiapkan mekanisme debottlenecking agar seluruh persoalan yang dihadapi dunia usaha dapat diselesaikan dengan cepat,” pungkasnya.
Berikut 17 MoU tersebut :
- MoU PLN IP dan LXI, Joint Study on the Development Potential of New and Renewable Energy Power Projects in Indonesia : US$ 80 Juta
- MoU Pertamina Hulu Energi (PHE) dan POSCO Second Amendment untuk Joint Study Energi baru dan terbarukan USD US$ 30 Juta
- Announcement LS MnM, Expansion of Battery Material Value Chain via Strategic Majority Acquisition of PT Teluk Metal Industry US$ 400 Juta
- MoU Sinarmas Land (PT Bumi Serpong Damai) dan Daewoo, Partnership on Residential and Commercial Land Development in BSD City US$ 867 Juta
- MoU PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan ExxonMobil, on Cross-Border Carbon Capture and Storage (CCS) Cooperation : US$ 3 Miliar
- MoU PT Fortuna Integritas Mandiri & Dunamu, Advancing Indonesia’s Digital Asset Ecosystem : Not Announced
- MoU Danantara dan Korea Eximbank, Strategic Investment Cooperation In Indonesia : Not Announced
- MoU Danantara dan Korea Overseas Infrastructure & Urban
- MoU KADIN dan Korea Chamber of Commerce and Industry (KCCI), Strategic Cross-Chamber Cooperation : Not Announce
- MoU KADIN Jakarta dan KCCI Incheon : Not Announce
- LoI Ecopro, Investment in the Integrated Secondary Battery Material Value Chain : Not Announced
- Announcement Sambu, Backpack Manufacturing Plant Investment : US$ 7,35 juta
- Announcement Dorco, Razor Manufacturing Plant Investment US$ 54 juta
- Announcement E3 Mobility, Eco-Friendly Transportation US$ 20 juta
- LoI (Letter of Intent) POSCO, Phase 2 Expansion of the PT Krakatau POSCO : US$ 4 miliar
- MoU PT Pertamina dan POSCO, Low Carbon Technology US$ 1,01 miliar
- LoI KCC Glass Copper Cathode Procurement : US$ 800 juta
10 MoU Antar Lembaga Pemerintah
Tidak hanya itu, saat pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Republik Korea Selatan Lee Jae Myung juga menyaksikan pertukaran nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) usai pertemuan bilateral di Blue House, Seoul, Rabu (1/3/2026).
Penukaran nota kesepahaman itu dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani.
Berikut daftarnya :
- MOU on Establishing the Special Comprehensive Strategic
- MOU on Economic Cooperation 2.0
- MOU on Cooperation in Critical Mineral Partnership
- MOU on Cooperation in Digital Development
- MOU on Cooperation on AI for Basic Health and Human Development
- MOU on Strengthening Cooperation in the Field of Clean Energy
- MOU on Cooperation in the Field of Carbon Capture and Storage (CCS)
- MOU on Cooperation in the Field of the Offshore Plant Service Industry
- MOU on Intellectual Property Protection and Enforcement Cooperation
- MoU on Financial Cooperation (Danantara-Exim Bank of Korea)



