25.8 C
Jakarta
Saturday, April 11, 2026
spot_img

Pramono Tak Menyangka, Jakarta Dapat Peringkat Kedua Kota Teraman se-ASEAN setelah Singapura

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku terkejut atas capaian Ibu Kota yang berhasil menempati posisi kedua sebagai kota teraman di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono menanggapi hasil survei Global Residence Index 2026, yang menempatkan Jakarta tepat di bawah Singapura dalam daftar kota teraman di kawasan tersebut.

“Saya sebenarnya juga surprise. Jakarta yang selama ini selalu di bawah Bangkok, Manila dan Kuala Lumpur, sekarang Jakarta posisi kedua setelah Singapura,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tidak menyangka dan terkejut dengan hasil tersebut karena Jakarta mampu menyalip kota besar lain seperti Bangkok dan Kuala Lumpur.

“Itu saya sebenarnya juga surprise. Jakarta yang selama ini selalu di bawah Bangkok, Manila dan Kuala Lumpur, sekarang Jakarta posisi kedua, setelah Singapura,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip pada Jumat, (10/4/2026).

Dalam laporan tersebut, Jakarta memperoleh skor 0,72 dan berada di bawah Singapura yang menempati posisi pertama dengan skor 0,90. Sementara itu, Bangkok berada di peringkat ketiga dengan skor 0,65, disusul Vientiane (0,61), Hanoi (0,60), dan Kuala Lumpur (0,57).

Menurutnya, salah satu kebijakan Pemprov DKI yang mendukung capaian tersebut yakni pembukaan lapangan Monumen Nasional (Monas) untuk berbagai kegiatan masyarakat serta penyelenggaraan hari besar keagamaan mulai dari Natal, Imlek, Nyepi, hingga Idulfitri.

“Alhamdulillah menunjukkan kuatnya keberagaman yang ada di Jakarta. Itu juga menjadi etalase atau simbol tentang Jakarta sendiri,” ujar Pramono.

Penyelenggaraan berbagai acara keagamaan ini menunjukan kuatnya toleransi dan keberagaman di ruang publik, sekaligus sebagai simbol kekuatan Jakarta.

“Bahkan salah satu menteri yang kebetulan teman saya di Singapura menyampaikan kepada saya, ‘Kok bisa Jakarta menyambut Imlek ngalahin Singapura?’,” kata dia.

Dengan demikian, ia meyakini masyarakat turut memiliki rasa saling memiliki Jakarta.

Meski begitu, Pramono menegaskan, capaian ini bukan semata hasil kerja pemerintah daerah, melainkan juga kontribusi seluruh warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Karena itu, Gubernur Pramono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terlena dengan capaian tersebut, melainkan menjadikannya sebagai momentum bersama untuk terus menjaga keamanan dan keharmonisan Ibu Kota.

Ia menegaskan, Jakarta yang aman dan nyaman hanya dapat terwujud melalui kolaborasi semua pihak dalam merawat kondusivitas serta memperkuat nilai toleransi, baik bagi warga maupun para pengunjung.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles