26.6 C
Jakarta
Friday, April 10, 2026
spot_img

Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur Kembali Meletus, Semburkan Abu Setinggi 500 Meter

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Gunung Lewotobi Laki-laki kembali meletus pada Jumat (10/4/2026) pagi, dengan kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak sekitar 2.084 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, letusan terjadi pada pukul 07.24 Wita. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang terpantau condong ke arah timur laut.

Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa aktivitas erupsi tersebut terekam di seismogram Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) dengan amplitudo maksimum 7,4 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 47 detik.

Meski terjadi erupsi, status gunung saat ini masih berada pada Level II atau waspada. Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, warga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

Masyarakat yang terdampak hujan abu diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan.

Ia juga mengingatkan agar warga mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Terutama warga yang berada di Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru dan Nawakote.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan agar tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat gunung.

Secara geologis, Lewotobi merupakan gunung api kembar di Pulau Flores, dengan dua puncak utama yaitu Lewotobi Laki-laki dan Lewotobi Perempuan, di mana puncak “laki-laki” dikenal lebih aktif dalam aktivitas erupsi.

Gunung Lewotobi Laki-laki dikenal memiliki karakter erupsi eksplosif yang dapat menghasilkan lontaran material pijar, abu vulkanik, aliran lava, hingga awan panas. Periode erupsinya pun bervariasi, mulai dari satu hingga 29 tahun.

Data pemantauan satelit terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Api juga menunjukkan pola deflasi atau pengempisan tubuh gunung, yang mengindikasikan tidak adanya suplai magma besar dari dalam.

Erupsi terbaru ini menambah rangkaian aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang sebelumnya juga mengalami letusan pada Maret 2026.

Sebelumnya, erupsi besar gunung ini terjadi pada November 2024 serta periode Maret hingga Oktober 2025. Pada Maret 2025, letusan bahkan menghasilkan kolom abu setinggi 8 hingga 10 kilometer dan diikuti puluhan erupsi dalam sepekan hingga Oktober.

Dampak dari aktivitas tersebut cukup signifikan, dengan lebih dari 500 kepala keluarga harus mengungsi dan direlokasi berdasarkan kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Badan Geologi, karena permukiman mereka rusak berat dan berada di kawasan rawan bencana.

Pemerintah daerah bersama otoritas terkait terus memantau perkembangan aktivitas gunung dan menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi peningkatan aktivitas.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles