26.6 C
Jakarta
Friday, April 10, 2026
spot_img

Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Hingga 2,5 Km, Status Siaga Ditetapkan

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut meluncurkan awan panas guguran sejauh 2,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan, Kamis (9/4/2026) petang.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, erupsi terjadi pada pukul 17.35 WIB. Erupsi juga disertai dengan letusan asap setinggi 2.500 meter di atas puncak kawah Gunung Semeru.

Sepanjang hari Kamis, Gunung Semeru tercatat sangat aktif dengan total 11 kali kejadian erupsi.
Rangkaian letusan dimulai sejak dini hari pukul 00.21 WIB dengan ketinggian abu 900 meter, dan terus berlanjut hingga letusan ke-11 pada pukul 21.12 WIB yang juga menyemburkan abu setinggi 900 meter.

Secara kegempaan, erupsi terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dengan durasi sekitar 17 detik, menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih cukup signifikan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyebutkan bahwa fenomena tersebut merupakan bagian dari aktivitas erupsi yang masih berlangsung hingga laporan dibuat.

“Terjadi awan panas dengan jarak luncur 2.500 meter ke arah Besuk Kobokan,” ujarnya dalam laporan tertulis, pada Kamis (9/4/2026) malam.

Dalam catatan petugas, Gunung Semeru mengalami serangkaian erupsi dalam satu hari. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah tenggara.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih bertahan pada Status Level III (Siaga).

Menanggapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk keselamatan masyarakat.

Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga tidak diperbolehkan berada dalam radius 5 kilometer dari kawah karena berpotensi terkena lontaran material pijar.

Selain awan panas guguran, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepian sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya risiko bahaya lanjutan berupa guguran lava dan banjir lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer dari puncak gunung, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

Kondisi cuaca, khususnya hujan di kawasan lereng, dapat memperbesar risiko terjadinya lahar yang membawa material vulkanik ke permukiman warga.

“Saat ini di Gunung Semeru kerap terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kalau kita lengah, bahaya dari banjir lahar bisa membahayakan warga di sekitar aliran sungai yang berhulu ke Gunung Semeru,” ujarnya.

Kini, BPBD juga menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) untuk bersiap mengamankan warga apabila luncuran awan panas kembali terjadi dan mendekati kawasan permukiman di radius 8 kilometer dari puncak kawah

Masyarakat di sekitar di sekitar lereng Semeru, diimbau untuk tetap tenang dan menjaga kewaspadaannya sambil memantau perkembangan informasi dari petugas pos pantau Gunung Semeru.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles