31.6 C
Jakarta
Wednesday, April 22, 2026
spot_img

Seskab Ungkap Hasil Pertemuan 5 Jam Prabowo–Putin: Sepakat Kerja Sama Minyak, Akui Rusia Kekuatan Besar Dunia

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan intensif selama lima jam dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, terutama di sektor energi dan sumber daya mineral.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, pertemuan berlangsung dalam dua sesi, yakni pembicaraan bilateral selama dua jam, dilanjutkan pertemuan empat mata selama sekitar tiga jam. Dalam diskusi tersebut, kedua kepala negara sepakat memperkuat kerja sama jangka panjang di sektor energi, termasuk minyak dan gas (migas) serta hilirisasi industri.

“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar Teddy dalam keterangan Sekretariat Presiden, Selasa (14/4/2026).

Kerja sama di bidang energi menjadi sorotan utama dalam pertemuan ini. Indonesia disebut tengah menjajaki peluang impor minyak dari Rusia sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasokan energi di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, kedua negara juga membahas penguatan ketahanan energi nasional, termasuk peluang kontrak jangka panjang yang saling menguntungkan di sektor minyak.

Langkah ini dinilai strategis mengingat kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat, sementara pasokan global mengalami tekanan akibat dinamika geopolitik.

Tidak hanya di sektor energi, Teddy menyebut kedua negara juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang lainnya yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional. Kelanjutan kerja sama itu di bidang riset hingga investasi.

“Keberlanjutan beberapa kerja sama di bidang pendidikan riset teknologi, bidang pertanian, dan bidang investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia,” ucapnya.

Kesepakatan ini menunjukkan upaya kedua negara dalam memperkuat hubungan bilateral yang semakin intens dalam beberapa tahun terakhir.

Rusia Diakui sebagai Kekuatan Besar Dunia

Dalam pernyataan resminya, pemerintah Indonesia menegaskan posisi Rusia sebagai salah satu kekuatan besar dunia dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar. Hal ini menjadi dasar penting bagi Indonesia untuk menjalin kemitraan strategis jangka panjang.

“Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia,” kata Teddy.

Selain itu, Rusia dinilai memiliki peran signifikan dalam percaturan global, dikarenakan Rusia merupakan salah satu negara pemegang hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pendiri BRICS.

Diajak kerja sama militer hingga antariksa

Selain kerja sama yang sudah disepakati, Vladimir Putin juga mengajak Prabowo bekerja sama di berbagai bidang, mulai dari militer hingga antariksa.

Putin mengatakan, Indonesia dan Rusia selalu mengutamakan bidang-bidang yang merupakan bidang kunci untuk kerja sama bersama.

“Sering sudah kita bahas bagaimana peluang untuk mengembangkan kerja sama di bidang tersebut. Antara lain kita bicara mengenai kerja sama di bidang energi, di bidang antariksa, juga di bidang pertanian, di bidang penghasilan industri, serta di bidang farmasi,” ujar Putin.

“Kami memberikan makna besar untuk mengembangkan kerja sama di bidang militer, antara lain di bidang pendidikan,” sambung dia.

Menurut Putin, Kementerian Luar Negeri kedua negara telah bekerja sama dengan sangat erat. Dia juga menyebut Indonesia dan Rusia telah berinteraksi dengan sangat baik di berbagai forum internasional.

“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita, kita bisa bicara mengenai kerja sama Uni Economic Euroasian,” kata Putin.

Teddy menjelaskan bahwa pertemuan ini juga menunjukkan intensitas hubungan bilateral yang semakin erat antara kedua pemimpin dalam satu tahun terakhir.

Teddy mengungkapkan Prabowo sudah bertemu 5 kali dalam setahun ke belakang di berbagai kesempatan.

“Presiden Prabowo dan Presiden Putin tercatat terakhir kali bertemu pada bulan Desember lalu di Moskow dan sudah lima kali bertemu di berbagai kesempatan dalam satu tahun terakhir,” pungkas Seskab Teddy.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles