PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Tiga sekretaris daerah (sekda) peraih penghargaan ASKOMPSI Digital Leadership Government Awards (ADLGA) 2025 mengikuti pelatihan keamanan siber di Seoul, Korea Selatan, pada 12–18 April 2026. Kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kapasitas aparatur daerah dalam menghadapi tantangan transformasi digital pemerintahan.
Ketiga sekda tersebut adalah Sekda Kalimantan Timur Sri Wahyuni, Sekda Sumatera Barat Arry Yuswadi, dan Sekda Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati.
Program pelatihan ini difasilitasi oleh perusahaan keamanan siber asal Korea Selatan, LSWare, bekerja sama dengan Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) yang ditandatangani pada 2 Desember 2025 di Seoul.
Presiden Direktur LSware Inc, Kim Min So, menyatakan komitmennya dalam mendukung keberhasilan program ADLGA yang diinisiasi oleh Asosiasi Dinas Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI).
Ketua Asosiasi Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) Muhammad Faisal di Samarinda, mengatakan Para Sekda tidak hanya mengikuti pembelajaran klasikal, tetapi juga melakukan observasi lapangan ke Korea Internet and Security Agency (KISA).
Ia menjelaskan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai pengelolaan keamanan siber di Korea Selatan sebagai salah satu negara dengan kemajuan teknologi terdepan.
“Kami ingin para pemimpin ini melihat langsung bagaimana Korea Selatan membangun sistem pertahanan siber,” ujar Faisal melalui keterangan yang diterima, Rabu (15/4/2026).
Selama di Negeri Gingseng, mereka mendapatkan materi langsung dari deretan pakar keamanan siber internasional. Diantaranya, Kim Hyun Soo (R&D Team Leader LSWare), Elijah (Assistant Manager), Hwang Jin Soon (Regional Manager Axgate), hingga Chung Dong Hae (Global Business Director WaterWall Systems).
Selain itu, hadir pula Jason Lee (Global Business Leader PioLink) dan Jae Ho Jeong (Assistant Team Leader Everyzone).
Lebih lanjut Faisal menegaskan, pembelajaran ini sangat penting bagi pimpinan daerah, khususnya Sekda, dalam memperkuat pemahaman dan pola pikir digital guna mendorong percepatan transformasi digital di pemerintahan.
“Sekda ibarat dirigen dalam orkestrasi pemerintahan. Pemahaman yang baik tentang keamanan informasi menjadi kunci dalam mewujudkan pemerintahan digital,” jelas Faisal yang juga menjabat sebagai Kepala Diskominfo Kaltim.
Para peserta pun mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari program tersebut. Sri Wahyuni menilai materi yang diberikan sangat komprehensif dan relevan untuk diterapkan di Indonesia. Sementara itu, Arry Yuswadi dan Fenny Apridawati menyebut pengalaman tersebut membuka perspektif baru dalam pengelolaan risiko digital di instansi masing-masing.
Program ini merupakan bagian dari apresiasi bagi pemenang ADLGA 2025, di mana seluruh biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung oleh LSWare. Diharapkan, pengalaman ini dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan digital di daerah sekaligus meningkatkan kesiapan pemerintah menghadapi tantangan keamanan siber di era digital.



