30.1 C
Jakarta
Wednesday, April 22, 2026
spot_img

Pertemuan IMF-Bank Dunia: Menkeu Purbaya Sampaikan Ekonomi RI Berpotensi Tumbuh 5,4-6% di 2026

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Pemerintah Indonesia optimistis perekonomian nasional mampu mencatat pertumbuhan kuat di kisaran 5,4 hingga 6 persen pada 2026, meskipun di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Optimisme tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam forum internasional Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional dan Grup Bank Dunia (IMF-World Bank Spring Meeting) dikutip dari keterangan resminya Senin, 20 april 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Menkeu menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap solid, sehingga mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan eksternal. Ketika banyak negara mengalami perlambatan ekonomi, perekonomian Indonesia tetap tangguh dengan tumbuh sebesar 5,11 persen pada 2025.

Capaian ini menunjukkan bahwa ekonomi domestik Indonesia masih sehat dan mampu menghadapi tekanan  dari luar.

Selain itu, neraca perdagangan masih konsisten memperoleh keuntungan (surplus) sebesar 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026, melanjutkan tren surplus selama 70 bulan berturut-turut.

“Optimisme juga terlihat dari perekonomian domestik Indonesia yang tangguh yang ditopang dari konsumsi rumah tangga yang kuat, pertumbuhan stabil, inflasi terkendali, defisit fiskal yang terkelola, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) yang rendah, dan kebijakan hilirisasi yang berkelanjutan,” ujar Purbaya.

Kondisi ini menjadi salah satu indikator penting yang memperkuat keyakinan pemerintah terhadap prospek pertumbuhan ekonomi ke depan.

Ditopang Konsumsi dan Stabilitas Fiskal

Menkeu menjelaskan, kekuatan ekonomi domestik menjadi motor utama pertumbuhan. Konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, inflasi yang terkendali, serta pengelolaan fiskal yang disiplin menjadi penopang utama stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) yang relatif rendah serta defisit fiskal yang terjaga turut memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global.

Pemerintah juga terus mendorong kebijakan hilirisasi sebagai bagian dari transformasi struktural untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam jangka panjang.

Meski optimistis, pemerintah tetap mewaspadai berbagai risiko global, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dunia.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menyiapkan bantalan fiskal guna menyerap gejolak harga dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat, termasuk melalui kebijakan subsidi energi.

Selain itu, langkah efisiensi belanja negara serta percepatan transformasi struktural terus dilakukan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Dengan reformasi yang konsisten dan penguatan investasi, pemerintah menargetkan Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus menuju negara berpendapatan tinggi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles