28.2 C
Jakarta
Thursday, April 23, 2026
spot_img

BI Sebut Turis Jepang Bisa Scan QR Code saat Belanja di RI, Untuk Turis Korea Segera Dikembangkan

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Kabar baik bagi sektor pariwisata dan ekonomi digital Indonesia. Wisatawan asal Jepang dalam waktu dekat akan dapat bertransaksi secara langsung di Indonesia menggunakan sistem pembayaran berbasis QR code melalui skema QRIS lintas negara (cross border).

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa implementasi tersebut tinggal menunggu tahap akhir setelah mendapatkan izin resmi dari otoritas keuangan Jepang, Financial Services Agency (FSA).

“Sebentar lagi akan ada Indonesia inbound di mana izinnya sudah diberikan oleh FSA dari Jepang,” kata Filianingsih saat memberikan sambutan secara daring dalam “Peluncuran Industry Consultative Paper: Pendekatan Kerangka Klasifikasi sebagai Fondasi Pengaturan Aset Keuangan Digital di Indonesia” di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Dengan implementasi ini, wisatawan Jepang tidak lagi perlu menukar uang tunai atau menggunakan kartu kredit internasional saat berbelanja di Indonesia. Mereka cukup memindai (scan) kode QR di merchant yang mendukung QRIS untuk melakukan pembayaran secara instan.

Langkah ini menandai babak baru dalam integrasi sistem pembayaran digital lintas negara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam inovasi pembayaran digital di kawasan Asia.

QRIS sendiri merupakan standar kode QR nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk mengintegrasikan berbagai metode pembayaran non-tunai dalam satu sistem yang seragam dan efisien.

Kolaborasi Indonesia–Jepang

Kerja sama QRIS lintas negara antara Indonesia dan Jepang sebenarnya telah dimulai sejak 17 Agustus 2025. Kolaborasi ini melibatkan sejumlah institusi, termasuk Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI), hingga Payment Japan Association (PJA), perusahaan teknologi pembayaran Netstars, serta berbagai lembaga lainnya.

Sebelumnya, implementasi QRIS baru berjalan satu arah (outbound), yakni memungkinkan wisatawan Indonesia bertransaksi di Jepang. Kini, dengan skema inbound, wisatawan Jepang juga dapat menggunakan sistem yang sama saat berada di Indonesia.

Ekspansi QRIS ke Negara Lain

Selain wisatawan Jepang, Filianingsih menuturkan bahwa sistem pembayaran menggunakan QR code tersebut juga akan segera dikembangkan bagi turis asal Korea Selatan.

Indonesia dan Korea Selatan meresmikan kerja sama QRIS lintas negara pada 1 April lalu yang merupakan hasil sinergi antara BI, Bank of Korea, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Korea Financial Telecommunications & Clearings Institute (KFTC), serta sejumlah lembaga keuangan lainnya.

Dengan adanya kerja sama ini, wisatawan dari kedua negara diharapkan dapat menikmati kemudahan transaksi digital berbasis QR code saat bepergian.

Di sisi lain, layanan QRIS outbound—yang memungkinkan wisatawan Indonesia bertransaksi di luar negeri—sebenarnya sudah lebih dulu berjalan di beberapa negara, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

Bank Indonesia juga terus menjajaki perluasan kerja sama ke negara lain di kawasan Asia, termasuk China, guna memperkuat ekosistem pembayaran digital regional.

Ekspansi QRIS cross border menjadi bagian dari strategi besar dalam mendorong inklusi keuangan dan digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia.

Hingga Februari 2026, penggunaan QRIS tercatat telah mencapai 60,77 juta pengguna. Selain itu, sistem ini juga telah digunakan oleh lebih dari 43 juta merchant di seluruh Indonesia.

Volume transaksi QRIS pun menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan total mencapai 3,72 miliar transaksi.

“Ekspansi QRIS hingga Februari 2026 telah menjangkau lebih dari 60 juta pengguna, 43 juta merchant, dan 3,72 miliar (volume) transaksi,” ujar Filianingsih.

Pencapaian ini mencerminkan semakin kuatnya adopsi teknologi pembayaran digital di Indonesia.Selain itu, sistem pembayaran lintas negara berbasis QR juga dinilai lebih efisien karena mampu menekan biaya transaksi dan meminimalkan kebutuhan konversi mata uang asing.

Ke depan, QRIS cross border diharapkan tidak hanya mempermudah transaksi wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional serta mempererat kerja sama ekonomi antarnegara di kawasan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles