25.8 C
Jakarta
Saturday, May 30, 2026
spot_img

Dinkes DKI Jakarta Awasi 6 Suspek dan 3 Kasus Positif Hantavirus

PETISI BRAWIJAYA MEDIA, JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus setelah menemukan tiga kasus terkonfirmasi positif dan enam kasus suspek yang masih dalam pemantauan intensif.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengonfirmasi bahwa pihaknya terus melakukan monitoring intensif terhadap para pasien tersebut untuk mencegah perluasan penularan.

“Kita masih menemukan ada tiga kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan, tapi ada enam suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini,” ujar Ani saat meninjau Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18/5/2026).

Selain itu, Dinkes DKI juga telah menempatkan beberapa RSUD sebagai rumah sakit sentinel untuk memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap suspek kasus Hantavirus.

“Juga ada tim gerak cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan,” ujarnya.

Dia menyebutkan Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui tikus. Maka dari itu, masyarakat diminta agar mengenali tiga jalur utama penularan virus tersebut sehingga dapat melakukan pencegahan secara efektif.

Masyarakat diminta agar mewaspadai saat membersihkan sarang atau tempat-tempat yang dihuni banyak tikus. Ani mengatakan, masyarakat perlu menerapkan protokol pola hidup bersih dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

“Harus ada kewaspadaan karena penularannya ada beberapa macam,” katanya.

Penularan penyakit tersebut dapat melalui inhalasi aerosol dari kotoran tikus, sekresi air liur, dan kencing. Jika kotoran itu mengering dan bercampur dengan partikel udara, maka bisa terhirup oleh manusia.

“Atau dengan kontak langsung kepada sekresi tikus yang terkontaminasi Hanta atau kemudian secara langsung dengan gigitan tikus,” jelas Ani.

Oleh sebab itu, saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus, dipastikan ventilasi udara dalam keadaan baik. Kotoran tikus juga perlu dibersihkan setelah disemprot dengan disinfektan terlebih dahulu.

“Kalau di rumah, kita bisa menggunakan pemutih, cairan pemutih yang biasa ada di rumah sebagai disinfektan sebelum dibersihkan kotorannya,” ungkap Ani.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

1,459FollowersFollow
7,451FollowersFollow
7,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles